My Two Annoying Brothers

My Two Annoying Brothers
Bab 76 : Perjanjian



"Em... bagaimana kita melakukan sesuatu agar Kenan dan Aditya bisa kembali lagi ke jabatan mereka!?" ucap Yuri dengan nada bersemangat, Mirya pun seketika kebingungan dengan perkataan Yuri.


" Maksudnya gimana ya? aku sama sekali tidak mengerti perkataan mu?" tanya Mirya dengan wajah bingung nya, Yuri pun mengambil pulpen dan juga buku di dalam tasnya ia mulai menggambarkan suatu pola di buku itu.


Setelah itu Yuri pun telah sampai di rumah, ia meregangkan tubuh nya lalu berbagai di kasur dengan santainya, ia pun sangat berharap bahwa rencananya akan berhasil besok menaikan jabatan Aditya kembali.


Keesokan harinya dimana Yuri pun sesampainya di rumah sakit, ia pun langsung menghampiri kepala rumah sakit 3 itu dengan terburu-buru, sekaligus memantau agar Aditya tidak mengikutinya dari belakang, karena ia tahu bahwa jika Aditya mengikutinya atau melihat nya ia akan di tanya mau kemana.


Disisi lain Mirya pun segera keruangan dimana tempat menejer itu berada, untung nya Mirya bisa lolos dari pertanyaan Kenan karena ia adalah orang yang akan membantu menejer saat bekerja.


Dubrak!


"Pak kepala menejer, saya ingin membicarakan sesuatu kepada anda, apakah bisa!?" ucap Mirya dengan tatapan serius nya kepada pak menejer itu, ia pun langsung menutup laptop nya itu dan mulai mendekati Mirya.


"Ya... kau ingin bicara tentang apa!?"


"Apakah anda bisa memberikan jabatan anda kepada Kenan kembali!? saya rasa sih..." ucap Mirya dengan nada santai nya, menejer itu pun langsung mengerutkan wajahnya.


"Maksud mu apa!?" teriak pak menejer


"Huft... aku ingin Kenan dapat kembali memegang jabatan nya pak!? tapi jika anda tidak mau, saya akan melakukan apa yang anda suruh sebagai gantinya bagaimana!?" ucap Mirya yang langsung tersenyum, menejer itu pun terdiam sejenak.


Ia pun langsung tersenyum, ia menatap tubuh Mirya dari bawah sampai atas, Mirya yang masih ketakutan mengapa menejer itu menatap dirinya terlalu lama.


"Ok aku setuju dengan pendapat mu tapi kau harus melakukan satu hal untuk ku..."


"Melakukan apa!? aku akan melakukan sesuai keinginan mu jika Kenan kembali ke masa jabatan nya" ucap Mirya dengan nada berandi dan percaya diri nya.


"Kau harus datang ke hotel *** besok... jika kau sampai tidak datang aku tidak akan memberikan kesempatan ini lagi kau mengerti!" teriak menejer itu dengan wajah mengancam Mirya.


"Liuzzi akhirnya lu bisa bertemu dengan gua juga" ucap Yuri yang langsung memeluk dirinya Liuzzi pun langsung tersenyum dan membalas pelukan nya itu dengan erat.


"Jadi mengapa kalian berdua menge chat gua untuk bertemu di taman!? ayolah gua masih unya banyak pekerjaan untuk membuat soal-sial para mahasiswa untuk ujian minggu depan!? jadi jangan berbasa basa - basi ok!"


"Kami tidak berbasa basi, kami hanya ingin memberikan berita bahagia untuk lu Liuzzi, kita berdua sedang dibangun kesuksesan besar!" teriak Yuri dengan bersemangat, Liuzzi pun langsung tediam dan mengerutkan wajahnya.


"Jadi kabar baik apa!?"


"Kabar baiknya adalah Kenan dan Aditya akan naik jabatan lagi! keren kan!?" ucap Mirya dengan bersemangat, Yuri pun ikut tersenyum.


"Ha!? kalian melakukan apa kepada kedua orang yang merebut posisi abang Kenan dan Aditya sehingga mereka ingin abang bisa naik jabatan lagi!?" teriak Liuzzi


"Kami membuat persyaratan kepada mereka berdua, katanya besok kita berdua harus ke hotel sih, entahlah mereka menyuruh kami berdua ke hotel yang sama" ucap Yuri dengan nada kebingungan, Liuzzi langsung menyipitkan matanya.


"Ini seperti terlihat aneh!? mengapa kalian berdua di suruh ke sebuah hotel? dan tanpa memberi tahu apa yang akand ini lakukan di sana!?" ucap Liuzzi dengan herannya, otaknya terus berfikir, tetapi dikepala Liuzzi, hanya terfikir banyak huruf dan rumus di otak nya itu.


"Argh! kenapa di otak gua kebanyakan angka sih!"


"Sudah lah, jangan khawatir kami, kami akan baik-baik saja, oh iya tolong jangan beritahu soal ini ke abang mu ya Liuzzi, kami hanya ingin membayar jasa mereka" ucap Mirya sembari tersenyum.


"Tetapi kalian gak tahu kan apa yang akan di lakukan di hotel itu!? seharusnya kalian tidak usah datang seharusnya! dengan perkataan ku ok" ucap Liuzzi yang berusaha membujuk Yuri dan Mirya.


"Liuzzi, maaf kali ini kami akan melakukan, meskipun itu berbahaya bagi kami berdua, sekali pun harus melakukan hal yang nekat" ucap Yuri yang langsung menguatkan dirinya.


Mau gak mau, gua harus berita Hu soal ini ke abang Kenan dan Aditya agar mereka bisa mencegah Yuri dan Mirya ke hotel itu, entah kenapa perasaan gua aneh terhadap apa yang akan terjadi di hotel itu, jika gua gak memberi tahu....