
"Lah terus anak laki-laki ini anak siapa!?" ucap Liuzzi yang langsung menggendong anak laki-laki itu.
"Itu anak ku Liuzzi, namanya Hezel" ucap Nay yang la langsung menghampiri Liuzzi dna Mikael disana.
"Apa!?" teriak Liuzzi yang langsung terkejut mendengar perkataan Nay, Hezel pun langsung tertawa melihat ekspresi Liuzzi.
"Halo tante aku Hazel, aku mendengar banyak sekali tentang tante selama ini dari ibu, bagi ku tante adalah penyelamatan masa depan semua orang, aku tabjub dengan tante" ucap Hazel dengan mata mungil nya yang membuat Liuzzi tersenyum.
"Benar kah!? memang apa yang ibu mu cerita kan tentang tante?" tanya Liuzzi yang saking penasaran nya, Nay pun tersenyum kepada anak nya itu.
"Ibu menceritakan, bahwa berkat tante ibu ku bisa menikah dengan ayah, kalau ibu tidak menikah dengan ayah, mungkin aku tidak akan lahir di dunia ini, tante mengajar kan banyak hal tentang kehidupan dan juga cinta kepada ibu"
"Kata ibu, tante juga membuat ibu bertobat karena tindakan ibu dulu yang suka bully orang, tante membela kebenaran, menolong orang yang benar-benar tertindas, dan juga bukan hanya itu, tante berubah penampilan agar tante tahu bagaimana cara memberikan pelajaran berharga yang tidak terlupakan oleh orang jahat"
"Tante juga masih tetap berteman dengan orang yang sudah membuat hidup tante menderita, tetapi bukan hanya itu tante juga menyelamatkan saudara tante, memberikan pengetahuan dan juga menyelamatkan hidup mereka dari kebodohan"
"Tante juga mendorong tante Yuri dan Mirya untuk menjadi perempuan kuat, tidak peduli seberapa buruk nya waktu di masa lalu, tetapi tante selalu mendorong mereka, dan juga bukan hanya itu, tante juga membuat Raa anak perempuan itu, menjadi bahagia dan percaya diri"
"Kadang tante mereka tidak memberikan benda atau uang kepada teman atau saudara tante, tetapi nyatanya tante telah memberikan hadiah kepada semua orang, yaitu kepedulian dan kasih sayang, aku ingin seperti tante apakah tante bisa mengajar kan tentang hal itu kepada ku?" ucap Hezel dengan panjang lebar nya.
Liuzzi pun langsung meneteskan air mata nya itu sembari tersenyum melihat wajah mungil Hezel yang pintar berkata seperti itu kepadanya.
"Kau tahu... aku selama ini tidak menyadari nya, bahwa aku sudah melakukan hal banyak kepada semua orang, tetapi kata-kata yang kau lontar kan itu sangat menyentuh.
"Terimakasih tante, aku juga sebenarnya menumpulkan banyak kata-kata setiap harinya hehehe" ucap Hezel, Liuzzi pun mengeluskan kepalanya itu dengan lembut.
Mikael yang sedari tadi mendengarkan perkataan Hazel pun terkejut dengan cerita, tentang masa-masa yang dilalui oleh Liuzzi, ia merasa salut sekaligus tidak menyangka bahwa ada orang yang lebih hebat dari dirinya.
"Lu hebat Liuzzi, lu bisa membuat semua orang menjadi memiliki hidup lebih baik" ucap Mikael yang langsung mendekati Liuzzi sembari menggendong Raa.
"Kak aku juga ingin di gendong sama kak dong" ucap Raa dengan nada merajuk nya, Liuzzi pun langsung mengulurkan tangan kiri nya untuk menggendong Raa.
"Liuzzi lu yakin lu kuat menggendong 2 anak sekali gus!?" tanya Mikael yang kawatir jika salah satu dari mereka terjatuh.
"Abang ayo aku juga ingin di gendong sama kak Liuzzi!" teriak Raa yang mulai merengek, dengan cepat Mikael pun langsung memberikan Raa kepada Liuzzi.
"Huft... kalian berdua cukup berat ya!?" ucap Liuzzi yang semakin lama, semakin ingin jatuh, Mikael pun mengawasi Liuzzi dari belakang agar tidak terjatuh, tetapi tiba-tiba, kaki kanan Liuzzi yang tidak bisa menahan berat beban Hezel dan Raa pun terjatuh ke belakang.
"Argh!" teriak Liuzzi sembari menutup matanya, tetapi ia merasa bahwa dirinya tidak merasakan sakit apa-apa, ia pun mencoba membuka matanya, tiba-tiba, ia melihat bahwa Mikael menahan tubuh nya.
"Bertahan bentar Liuzzi! maaf aku harus kulakukan hal ini" ucap Mikael yang langsung melepaskan pegangan nya itu, dan Liuzzi pun langsung terjatuh tepat di atas tubuh Mikael.
"Wow lihat lah Liuzzi beserta kedua anak nya itu" ucap Nay yang meledek Liuzzi.
"Kau!"
"Liuzzi bisa kah kau bangun, aku sudah tidak bisa menahan nya lagi" ucap Mikael yang terengah-engah, Liuzzi pun menurunkan Hezel dan Raa, ia pun langsung segera berdiri dan membantu Mikael bangun.
"Ah... soal tadi makasih dan maaf kan aku sudah menidurkan tubuh mu, pasti tubuh ku berat hahahaha" ucap Liuzzi dengan wajah panik nya, ibu Liuzzi pun langsung memeluk Liuzzi dengan erat.
"Kamu gak apa-apa kan Liuzzi!? dan terimakasih untuk nak Mikael sudah mau menolong Liuzzi.
" Tadi aku barusan memotret momen kalian berempat loh, kalian sangat cocok memiliki anak" ucap Kenan yang langsung menunjukkan kamera ponselnya itu di depan semua orang.
Liuzzi pun dengan kesal dan marah nya pun langsung memukul Kenan dan mengambil ponsel itu lalu menghapus foto itu dengan cepat.
"Lu ngapain motret segala!" teriak Liuzzi dengan wajah nya yang campur aduk, semua orang tertawa melihat tingkah Liuzzi seperti anak kecil.
"Mikael sekarang cepet!" bisik Aditya tepat di samping Mikael, Mikael pun langsung keberanian dirinya dan mengeluarkan sebuah kotak di kantong nya.
"Liuzzi, maaf menyela, aku ingin mengatakan sesuatu dengan mu..." ucap Mikael yang langsung memasang wajah nya dengan wajah ketakutan bercampur dengan gugup nya.
"Kenapa memang nya!?" tanya Liuzzi yang mulai penasaran dengan perkataan Mikael.