
Sial gua bener-bener dosen yang buruk, kalo kaya gini terus, gua bisa bisa kena pecat sebelum 1 bulan...
Sesampainya Liuzzi di kampus, ia pun langsung berlari disepanjang trowongan, melihat beberapa pengajar yang telah masuk kedalam kelasnya masing-masing, Liuzzi pun berhenti berlari, kakinya mulai berlahan-lahan berhenti, ia pun melihat kelas yang akan diajarin yang nanti.
Tanpa pikir panjang Liuzzi pun langsung masuk kedalam kelas begitu saja dengan raut wajahnya nya yang mulai kelelahan.
Dubrak....
"Maaf anak-anak ibu terlambat" ucap Liuzzi sembari menundukkan kepalanya untuk menguatkan dirinya agar bisa berdiri, Liuzzi pun langsung melihat sekitar kelas yang tampak tak terdengar satu suara pun.
Ia pun langsung melihat bahwa murid-muridnya tidak ada di dalam kelas, hanya ada 1 orang saja dikelas itu sembari menatap dirinya yang bertingkat aneh.
"Eh!? ko kelasnya kosong? kamu sini sebentar" ucap Liuzzi yang langsung menunjukkan jarinya kearah salah 1 mahasiswa disitu.
"Ya bu kenapa ya?" ucap murid itu dengan nada sopan, dengan rambut nya yang diikat dua kepangan sekaligus memakai kacamata menambah dirinya seperti anak cupu dna pintar.
"Kamu tahu gak di mana murid-murid lainya!? bukanya seharusnya ini semua siswa telah masuk kelas?" ucap Liuzzi dengan tatapan bingung, anak itu pun langsung keluar dan menujukkan kearah dimana anak-anak itu berada.
Setelah di tengah lapangan, semua ramai disana, seperti ada suatu perkumpulan tetapi dengan banyak cowok yang menarik cewek-cewek lainya untuk pergi ke kelas, tetapi para cewek-cewek itu tidak ingin pergi ke dalam kelas.
Itu pada ngapa lah para mahasiswa disana!? kaya ngelihatin seseorang aja!
"Itu bu semua mahasiswa nya pada ngumpul disana semua" ucap anak itu sembari menunjukan jarinya mengarah kearah perkumpulan itu.
"Memang mereka ngapain sih di sana!?" ucap Liuzzi dengan kebingungan, anak itu pun mengangkat kedua bahunya pertanda dia tidak tahu sama sekali. Liuzzi pun dengan cepat menghampiri semua murid-muridnya itu untuk menyuruh mereka masuk kedalam kelas.
"Hei, hei, heiii semuanya pada masuk kelas... kalian ngapain sih pada ngumpulin disini, emang kalian pada ngelihatin siapa!?" ucap Liuzzi dengan tatapan kesalnya, semua para mahasiswa itu pun memberikan jalan kepada Liuzzi.
Seketika Liuzzi pun dibuat tekejut, karena ada dosen disana, seorang dosen tampan membawa beberapa buku dengan kaca mata nya yang membuat para mahasiswa terpicut dengan dosen itu.
"Lu bisa gak sih jaga murid-murid lu! gua pas mau ke kelas lu, tiba-tiba semua murid-murid lu semua pada ngincer kegua tahu gak!" teriak dosen itu yang membuat Liuzzi pun kesal.
"Heh lu itu siapa ha! dosen ko belagu! semua murid-murid masuk kedalam kelas sekarang!, oh iya rambut kepang sini dulu sebentar" ucap Liuzzi yang langsung menunjukkan jarinya kearah anak berkacamata itu.
Anak itu pun berjalan kearah Liuzzi dan dengan tatapan tajam dari para teman-temanya anak itu tetap menguatkan dirinya untuk tidak takut.
"Kamu antar semua murid-murid ini ke kelas, dan tunggu ibu nanti di kelas ok" ucap Liuzzi, semua anak-anak pun langsung pergi meninggalkan Liuzzi dan dengan dosen laki-laki itu disana.
"Lu sebenarnya siapa ha! lu ngapain berhak marah-marah sama gua!" teriak Liuzzi, pria itu pun terdiam, tampak dari raut wajahnya yang kesal dengan ucapan yang dilontarkan Liuzzi.
Ia pun menyadari bahwa pria ini adalah dosen yang satu angkatan dengan Liuzzi, yang akan membantu Liuzzi untuk mengajar di hari pertama nya mengajar.
"Ah... soal itu ya, maaf dengan perkataan yang saya lontarkan kepada lu" ucap Liuzzi yang langsung berpura-pura baik didepan pria itu.
Pria itu pun menatap Liuzzi dengan tatapan curiga kepada nya, yang membuat pria itu pun menyadari bahwa Liuzzi adalah dosen baru itu.
"Oh... jadi sikap lu tiba-tiba berubah karena lu adalah dosen baru itu ya, owalah pantesan gua curiga sama nada bicara lu yang tiba-tiba baik gini..." ucap pria itu sembari mengangguk kan kepalanya, Liuzzi pun seketika panik karena pria itu lebih cerdas dari pada dirinya.
"Lu tahu gak sih! mana ada dosen yang terlambat buat ngajar di kampus ini! lu pengen mencoreng nama baik kampus ini karena dosen nya selalu telah ha! lu tahu gak jika kepala sekolah sama kepala pengawasan melihat siswa-siswa lu di luar, bisa-bisa lu di pecat tau gak!" teriak pria itu, yang membuat Liuzzi hanya bisa terdiam, sembari menundukan kepalanya.
"Ya... maaf in gua soalnya gua juga udah berusaha bua-" ucap Liuzzi yang langsung terpotong karena pria itu mulai kesal dengan alasan Liuzzi.
"Cukup! gua bingung sama lu deh!? jika lu gak mampu buat ngajar di kampus ini! gimana nanti nya jika lu jadi wali kelas sma! ngerti gak, gua bingung kenapa lu bisa jadi dosen di kampus ini, kalo gak mampu keluar aja dari pada nyusahin ngerti gak!"
Liuzzi pun seketika terdiam, mendengar ucapan pria itu, yang membuat nya merasa bahwa ia dibentak dan disepelekan oleh pria itu, Liuzzi memang sadar bahwa dirinya selalu telat tetapi ia juga tidak punya pilihan lain selain menjadi dosen di kampus ini.
"Ayo ngapain lu bengong aja, cepet jam pelajaran udah mulai dari tadi!" teriak pria itu, Liuzzi pun langsung mengikuti prria itu dari belakang dengan wajah nya yang menatap kearah bawah.
Baru geh hari pertama ngajar jadi dosen, udah dibentak aja sama satu angkatan, meskipun dia seangkatan tapi dia lebih berpengalaman dari gua...
Tapi yang paling kesel dari ucapan nya adalah... gua ini juga pantes jadi dosen! gua juga gak mau kali kejadian kaya gini datang! bikin kesel aja nih orang, rasanya pengen gua pukul-pukul dia pake baskom besi, biar sekalian benjol tuh pala nya!
Sesampainya di ruangan kelas, Liuzzi pun langsung meletakan buku-bukunya di atas meja dan mulai berdiri di tengah-tengah sisanya sembari tersenyum.
"Halo semua anak-anak, maaf ya ibu tadi terlambat buat masuk kelas, jadi kalian tertinggal pelajaran deh karena ibu" ucap Liuzzi seperti tatapan sayang nya kepada semua mahasiswa disana.
Semua mahasiswa cewek pun berbisik-bisik satu sama lain, tentang kedatangan Liuzzi yang berpenampilan masih muda.
"Bu saya mau nanya? " ucap salah satu mahasiswa dikelas itu sembari mengangkat tangan nya.
"Oh iya kamu mau bertanya apa?" ucap Liuzzi dengan nada lembut nya, mahasiswa itu pun dengan berani berdiri.
"Ibu sebenarnya mahasiswa atau dosen sih!? kok kaya kelihatan mahasiswa ketimbang dosen!?" ucap mahasiswa itu dengan nada tegasnya, Liuzzi pun terkejut sekali gus bingung dengan pertanyaan dari mahasiswa itu.
Baca karya teman ku ya ^^