My Two Annoying Brothers

My Two Annoying Brothers
Bab 26 : Pengumuman Nay



Si Yuri kasihan banget lu, gua tahu lu pasti lihat abang Aditya karena dia udah punya calon istri jadi lu pengen hindarin dia tapi gak bisa kan? sabar ya, gua juga sedang ada di posisi lu.... kita berdua mempunyai nasib yang sama...


Setelah jam kampus berakhir semua mahasiswa pun bertebaran untuk pulang, dan sama juga dengan halnya Liuzzi dan juga Yuri yang seperti biasa berjalan kaki bersama-sama.


"Yuri lu baik-baik aja kan hari ini? kenapa pas gua samperin lu ko lu kaya sedih gitu? apa ini ada hubungan nya dengan abang Aditya?" tanya Liuzzi yang membuat Yuri terdia. tidak sepatah katapun ia menjawab.


"Ya, engga juga sih, cuman sedih aja" ucap Yuri dengan wajah datarnya, mereka pun mendengarkan musik bersama-sama agar mereka bisa memperbaiki mood mereka masing-masing.


Sesampainya Liuzzi dirumah, ia pun langsung pergi kekamar nya dan langsung mengganti baju lalu rebahan di kasurnya sembari membuat beberapa skrip makalah untuk tugasnya besok.


"Skrip ini udah sekarang skrip ini udah, oke deh udah semua kayanya akhirnya gua bisa rebahan juga" ucap Liuzzi yang langsung meletakan hpnya, ibu Liuzzi pun berteriak ddi ruang tamu.


"Liuzzi! Aditya! Kenan, ayo makan malam cepat keburu dingin makan nya" teriak ibu Liuzzi, Liuzzi beserta kedua abang nua pun langsung pergi untuk makan malam di meja makan.


"Mah... kayanya aku beberapa bulan lagi udah lulus kuliah kedokteran, nah... gimana hadiah buat Aditya udah ada belum?" ucap Aditya yang membuat Kenan pun langsung terdiam melihat kesombongan abang nya yang akan kerja di kalkulasi kedokteran.


"Gaya lu hebat banget ye, lu tuh masih calon dokter, kaya gua nieh nanti gua juga punya gelar kaya elu" ucap Kenan dengan sombongnya, Liuzzi pun mengingat bahwa jurusan Liuzzi yang diambil dalam novel adalah jurusan sastra Inggris.


Gi*la! gua inget Liuzzi dalam novel itu kan jurusan sastra Inggris, yah... mampusss, tapi kalo si Yuri juga sama kaya abang gua kedokteran, hem... mereka jodoh kali ya?


"Banyak kayanha kesamaan dari mereka berdua, udah lah gua mau kekamar aja" ucap Liuzzi yang langsung pergi kekamar nya dan langsung mengunci kamar nya.


Liuzzi pun membuka hpnya dan lihat jejak sepatu Desi dan juga Bela, ia pun langsung menuliskan sesuatu kedalam bukunya itu, jari-jemarinya pun bergerak dengan cepat.


"Huft... meskipun masih setengah ya, yang penting gua udah dapet setengah dari alur cerita novel ini, dan waktunya gua tidur" ucap Liuzzi yang langsung tertidur lelap di ranjang nya itu.


Keesokan harinya seperti biasa Liuzzi pun, bangun lebih awal karena hari ini ia ada kelas untuk membahas ilmu lebih detail, sehingga ia pun tidak berangkat kuliah bersama kedua abang nya itu.


"Subuh gini seru juga ya, eh itu ada si Yuri?" ucap Liuzzi, yang langsung berlari ke arah nya, Liuzzi yang ingin merencanakan sesuatu untuk membuat Yuri terkejut melihat nya.


"Yur-"


"Dah tahu kalo lu ada di belakang lu" ucap Yuri dengan santainya, yang membuat Liuzzi pun cemburu karena ia gagal untuk membuat Yuri terkejut.


"Tumben pagi? biasanya kan kalo kelas lu jam 7 baru mulai?" ucap Liuzzi, Yuri pun menujukan beberapa alat kedokteran kepada Liuzzi tetapi Liuzzi sama sekali tidak mengerti dengan maksud Yuri.


"Oh! gua tahu lu pasti hari ini praktek kan?" teriak Liuzzi dengan penuh semangat, Yuri dengan wajah datarnya pun langsung tersenyum lebar sembari memberikan jempolnya kepada Liuzzi.


"Gua pakal praktek sama kak kedokteran S3, terus juga gua dapat nilai dari kk kedokteran itu sih" ucap Yuri dengan wajah cemasnya akan nilai nya yang takut jelek, Liuzzi yang menyadari bahwa abang nya Aditya adalah seorang jurusan kedokteran S3 pun tidak menyangka bahwa abang nya akan memberikan nilai kepada Yuri.


Anjir ini kebetulan atau gimana ya? abang gua S3 jurusan kedokteran anjirr, kayanya sungguh takdir telah memba Nisa menjadi calon kk ipar ku


"Hei semua nya ayo kesini sebentar, akan ada pengumuman yang menarik nih dari Nay!" teriak salah satu mantan teman Liuzzi, Liuzzi dan Yuri pun langsung ikut pergi kesana karena saking penasaran nya dengan pengumuman tersebut.


"Emang ada pengumuman apa ya sampe seheboh ini?" bisik salah satu mahasiswa yang ikut berkumpul disana.


"Entah!? mungkin nanti pengumuman yang gak jelas lagi dari si Nay, paling cuma pengen pamer barang branded nya lagi tuh" ucap salah satu mahasiswa itu lagi dengan nada sombongnya.


Liuzzi dan Yuri pun saling menatap satu sama lain, semua siswa pun sudah berkumpul di sana untuk mendengarkan pengumuman dari Nay.


"Yuri lu tebak emang si Nay lagi mau ngumumin apa sih sampe banyak mahasiswa yang harus berkumpul?" tanya Liuzzi kepada Yuri.


"Entah gua juga gak tahu apa yang bakal diumumin sam Nay nanti" ucap Yuri, salah satu teman Nay pun langsung membawa mikrofon dna juga alat pengeras suara.


"Halo semua para mahasiswa dan siswi di kampus ini, kali ini bintang tamu kita Nay akan memberikan sebuah pengumuman penting untuk kalian semua" ucap salah satu teman Nay, semua mahasiswa pun berisik satu sama lain.


"Ini dia Nay yang akan memberi pengumuman untuk kalian semua disini" ucar salah satu teman nya yang langsung memberikan mikrofon itu kepada Nay.


Nay pun melambaikan tangan nya kepada para mahasiswa disana "Halo semua, kali ini gua bakal kasih pengumuman yang membuat kalian harusnya datang!" ucap Nay dengan tegas nya, Liuzzi dengan penasaran pun semakin menyimak pembicaraan Nay.


"Jadi gua pengen mengumumkan bahwa gua bakal nikah sama Zen setelah lulus nanti!" ucap Nay yang langsung melotot kearah Liuzzi, yang membuat Liuzzi seketika tediam mendengar pengumuman dari Nay tersebut, Yuri pun langsung merangkul tangan Liuzzi memberikan kekuatan kepadanya.


"Anjirr beneran dia bakal nikah sama si Zen? padahal diakan anak basket yang tampan itu? ko bisa nikah sama si Nay yah?" bisik para mahasiswa yang membuat Nay pun tersenyum licik kearah Liuzzi.


Apa yang dibilang Nay barusan adalah benar? bahwa Zen dan Nay akan menikah nantinya? Artinya dia udah milik Nay sepenuhnya nya dong...


Nay pun dengan senang melihat ekspresi Liuzzi yang sangat tekejut mendengar pengumuman itu darinya.


Gimana Liuzzi, lu mau rebut Zen lagi dari gua!? gua gak bakal bikin lu bahagia sama Zen! ngerti lu Liuzzi!