
Semoga abang gua gak percaya sama omongan busuk dan manis nya si Bela dan Desi nanti!
Sesampainya Liuzzi di depan pintu rumah Liuzzi pun membuka pintu itu dengan cepat dan mulai mencari abang nya di seluruh rumah, melihat Liuzzi dengan sikap aneh nya yang tiba-tiba datang ibu Liuzzi pun mendekati Liuzzi yang tengah panik itu.
"Abang lu berdua di mana!?" tanya Liuzzi sembari berteriak di ruang tamu, ibu Liuzzi pun menepuk bahu Liuzzi yang membuat Liuzzi terkejut ketika ibu nya mendekati dirinya.
"Ibu!? ibu lihat abang gak?" ucap Liuzzi yang langsung menanyakan nya kepada ibunya, ibu Liuzzi pun berfikir sejenak mendengarkan ucapan Liuzzi.
"Ibu tadi lihat abang kamu lahir pergi ke perusahaan milik bos ayah, mereka berdua lagi berkunjung ke sana mana tahu, kedua abang kamu dari salah satu mereka bisa terpilih menjadi tangan kanan seperti ayah mu.... memang kenapa ku nanyain dimana abang?" ucap ibu Liuzzi dengan panjang lebar menjelekkan kepada Liuzzi.
Seketika wajah Liuzzi tenang dan mulai menyandarkan dirinya di sofa, ibu Liuzzi pun duduk disamping Liuzzi yang ingin mendengar penjelasan anaknya, yang merasa tidak peka terhadap ibunya pun terdiam menatap ibunya yang siap mendengar cerita Liuzzi.
"I-ibu kenapa duduk kaua gitu? dan kenapa tatapan ibu kaya gitu sama aku? emang aku ada salah ya?" ucap Liuzzi yang langsung menayangkan nya, ibu Liuzzi pun terdiam.
"Ibu ini siap dengerin cerita kamu, masa kami enggak ngerti isyarat ibu sih!? ibu jadi kesel nih" ucap ibu Liuzzi yang langsung cemberut, Liuzzi pun tersenyum memeluk ibunya dengan lembut.
"Hahahaha ibu masih kaya anak kecil ya? suka manyun gitu, kalo kaya gitu aku cerita deh... tapi ibu pasti gak percaya smaa perkataan Liuzzi nantinya" ucap Liuzzi yang mulai menatap mata ibunya.
"Ya udah kamu cerita dulu, kan belum tentu kalo ibu gak percaya sama kamu?" ucap ibu Liuzzi, Liuzzi pun mulai menceritakan kejadian itu.
Kejadian dimana Liuzzi dna kedua kakak iparnya bertemu dan membicarakan soal itu, ibu Liuzzi pun membulat kan matanya, Tiba-tiba Liuzzi menunjukkan sebuah bekas luka cekikan di leher nya yang membekas.
"Jadi Desi dan Bela mengancam aku untuk tidak memberitahu soal ini ke abang, agar mereka bisa menikah dengan abang, ibu pasti tidak percaya dengan perkataan ku ya kan?" ucap Liuzzi yang langsung menundukkan kepalanya di hadapan ibunya.
Ibu Liuzzi pun mengangkat kepala Liuzzi, dan langsung memegang luka bekas yang berada di leher Liuzzi.
"Jadiin kamu terluka karena Desi dan Bela mengancam kamu dna langsung mencekik kamu begitu!?" ucap ibu Liuzzi dengan nada nya yang mulai kesal kepada kedua calon menantunya.
"Ya begitu lah, tapi ibu tidak usah khawatir soal leher ku ini ya, soalnya ini gak sakit-sakit amat ko" ucap Liuzzi sembari tersenyum lebar, ibu Liuzzi pun langsung pergi kedapur dengan cepat, Liuzzi yang bingung dengan ibunya pun terdiam saja sembari menunggu ibunya datang.
Beberapa menit kemudian, ibu Liuzzi pun datang dengan mangkuk yang berisikan air hangat dan juga kain untuk mengompres leher Liuzzi.
Tiba-tiba ketukan pintu pun berbunyi, kedua abang Liuzzi telah pulang bersama sang ayah dari kantor, mereka bertiga pun terkejut melihat Liuzzi yang tengah dikompres.
"Liuzzi kenapa leher kamu di kompres!? kamu diapain sama siapa emang ko sampe terluka gitu?" ucap ayah Liuzzi yang mulai duduk disamping Liuzzi, Liuzzi pun menggunakan cara ini untuk memancing emosi kesua abang nya dna juga ayah nya itu.
"Itu ayah ini semua karena ulah kedua kakak ipar ku Desi dan juga Bela" ucap Liuzzi dengan nada polosnya, kedua abang nya pun mengerutkan kening nya dengan menatap tajam kearah Liuzzi.
"Apa maksud mu Liuzzi! kau memfitnah mereka berdua lagi!" teriak Aditya yang membuat Liuzzi pun membulat kan matanya dengan lebar, seketika ekspetasi yang dia inginkan malah bertimbal balik padanya.
Kenapa ini!? kenapa abang Aditya dan Kenan malah berbalik marah sama gua!? apa jangan-jangan mereka sudah....
Pesan Author
Halo semua kali ini bab yang dibuat author agak pendek ya, dan author juga lagi bikin karya baru nih jangan lupa baca dan dukungan author...
Sinopsis:
Cerita sebuah kota yang telah hancur, semua umur manusia telah mati kecuali seorang 2 anak kembar yang harus bertahan hidup dalam keadaan itu.
"Lavender bagaimana kita bisa hidup seperti ini?" tanya Lavenderia sangat adik
"Kita harus bertahan hidup Lavenderia!" ucap Lavender dengan tegas
"Tapi kota ini kosong! semua bangunan sudah rusak bagaimana kita ingin bertahan hidup Lavender!" teriak Lavenderia
Bagaimana mereka bisa bertahan hidup dikota yang aneh dan menyeramkan seperti itu setelah terjadi kiamat meteor yang menghantam bumi!?
Bagi yang suka ekstrim, dan juga cerita kiamat, kalian boleh nih baca cerita ini ^^