My Two Annoying Brothers

My Two Annoying Brothers
Bab 41 : Melacak



"Memang kenapa dengan Liuzzi anak saya?" ucap Ibu Liuzzi yang semakin cemas dengan keadaan Liuzzi, seketika kedua abang nya dan juga ayah Liuzzi pun mendengar perkataan Zen.


"Sebenarnya anak anda itu..."


"Ayolah, jangan terlalu lama untuk mengucapkannya, cepat sedikit!" teriak Aditya yang langsung cemas dengan keadaan Liuzzi, Zen yang tidak bisa menunggu berlama-lama pun langsung mengucapkan nya dengan cepat.


"Sebenarnya Liuzzi anak ada itu telah di culik oleh seseorang!" teriak Zen yang membuat keluarga Liuzzi terdiam dan membulatkan mata mereka, sembari memandang Zen yang tampak dengan wajahnya yang tidak berbohong.


"Apakah kau mempunyai bukti bahwa Liuzzi di culik oleh seseorang!?" ucap ayah Liuzzi yang langsung mendekati Zen.


Zen dengan cepat pun membuka ponsel nya dan mulai menekan-nekan tombol di layar ponsel nya itu, dan langsung memberikan sebuah putaran video itu kepada ayah Liuzzi. Sontak membuat ayah Liuzzi pun menatap kejadian itu merasa bahwa itu bukan lah sebuah tipuan karena Zen mempunyai bukti.


"Jadi Liuzzi benar-benar diculik!" tariak Kenan yang langsung memasang wajah sedih nya, Aditya pun segera keluar untuk mencari dan mengikuti mobil yang ada di video itu, tetapi Zen pun mendekati Aditya.


"Lu ngapain menghalangi jalan gua, misi gua pengen pergi cari adek gua!" teriak Aditya dengan penuh emosi, Zen pun mengerutkan keningnya, dan mulai emosi kembali.


"Kau gi*aapa g*bl*k sih! seharusnya lu gak usah cari karena itu akan memperlambat waktu pencarian Liuzzi bodoh! seharusnya kau langsung melaporkan ke polisi!" ucap Zen dengan kesal, Aditya pun langsung turun dari mobil itu.


"Malah rencana gi*a lu itu membuat sita semakin lama mencari Liuzzi! kau tahu kan kalau proses lapor ke pihak kepolisian 24 jam! jika adik gua kenapa-kenapa gimana bodoh!" teriak Aditya dengan wajar dan nada kesalnya yang semakin membuat Zen pun menunjukkan sebuah gambar bagian belakang mobil.


"Jika kita ingin ke kantor polisi, seharusnya kita langsung lacak menggunakan plat mobil ini? agar kita bisa melacak nya dan pergi ke tempat itu bersama polisi, itu hal simpel kan? gak kaya drama yang harus dicari dulu baru dilaporkan ke polisi!?" ucap Zen yang langsung menunjukkan gambar plat mobil yang sempat ia foto kepada Aditya.


Aditya pun memikirkan dan mencerka perkataan Zen, bahwa ada benar nya juga apa yang Zen katakan.


"Zen ayo ikut om ke kantor polisi, Kenan dan ibu di rumah saja, Aditya ayo ikut ayah cepat!" teriak ayah Liuzzi yang langsung masuk ke dalam mobil, Zen pun langsung masuk kedalam mobil itu, dan mobil itu pun melaju dengan kencang di jalan.


Disisi Liuzzi, Liuzzi pun mulai tersadar, matanya pun mulai membuka, sedikit cahaya pun mulai masuk kedalam matanya, ia pun langsung melihat sekitar nya yang penuh dengan banyak kotak-kotak, disana ada seorang pria yang datang mengarah ke arah nya.


Gua dimana dan kenapa tangan gua gak bisa gua lepas apa jangan-jangan gua diculik!? dan bukan hanya itu saja kenapa gua ditutup menggunakan kain apa karena biar gua gak berisik kah!? lalu siapa yang menculik gua!?


"Halo Liuzzi sayang... aku akan melepaskan kain penutup mulut mu dulu ya" ucap pria itu yang langsung membuka penutup mulut itu.


"Nah sekarang kau boleh berbicara" ucap pria itu dengan nada lembut nya, Liuzzi pun langsung menatap tajam matanya kearah pria itu dengan tegas ia pun Kang melontarkan kata-katanya dari mulut nya.


"G*bl*k! lu ngapain pake topeng laya gitu, lu tahu gak kalo lu gunain topeng kaya gitu, itu tuh udah kaya mon*et!!" teriak Liuzzi yang membuat pria itu pun terdiam, mendengar ucapan Liuzzi tentang penampilan dirinya.


"Liuzzi kenapa kamu langsung bilang kaya gitu sama aku sayang!?" ucap pria itu yang langsung membuka topengnya dihadapan Liuzzi, seketika Liuzzi pun terkejut melihat wajah asli pria itu.


"Lu bisa gak sih gak usah pake kata Sayang, jijik tahu gak gua dengar nya!" teria Liuzzi yang tidak terpesona dengan ketampanan pria itu, pria itu pun bingung mengapa Liuzzi tidak terpesona oleh nya.


"Kau bisa diam tidak!" teriak pria itu dengan tegas dan juga langsung menutup mulut Liuzzi, Liuzzi pun langsung merasa jijik, tetapi apa daya nya yang tidak bisa melepaskan tangan pria itu dari mulut nya.


"Kau tahu, selama ini aku ingin memilikimu, hanya kau saja yang ingin ku miliki, dan bukan orang lain!? kau selalu dekat dengan Zen, tahu membuat ku cemburu kepada mu yang selalu melekat kepada Zen..." ucap pria itu dengan tatapan sinis nya kepada Liuzzi, Liuzzi pun terdiam menatap wajah pria itu dengan wajah datar nya.


Nih napa sih pria g*bl*k ini!? dia suka sama Liuzzi sampe terobsesi begitu!? yaelah... emang yah... cowok kadang unik, jadi bingung gua kenapa mereka bisa kaya gitu!?


Pria itu pun langsung membuka mulut Liuzzi kembali, Liuzzi pun bisa bernafas lega, ia pun mengumpulkan keberanian dan juga udara untuk berbicara dengan pria itu.


"Jadi tujuan lu menculik gua apa emang!? dan lu emang disuruh siapa ha!?" ucap Liuzzi dengan nada sombongnya, dan juga dengan tatapan datar nya.


"Gua culik lu karena gua cinta dan sayang sama lu-" ucap pria itu yang tiba-tiba berhenti berbicara karena Liuzzi langsung menyela pembicaraan nya itu.


"buek! jijik banget gua denger gombalan lu ya, tapi maaf gua gak takut dan gua juga gak bakal terobsesi dengan ketampanan palsu lu! lu pikir gua bodoh! gua tahu siapa lu dan siapa nama lu g*bl*k!" ucap Liuzzi dengan tegas dan menatap tajam ke arah pria itu.


"Lalu lu tahu nama gua siapa!?" ucap pria itu yang penasaran apakah Liuzzi mengetahui namanya "Namau adalah Greyson anak basket yang sring di Idola kan oleh semua anak perempuan di kampus, bukan hanya itu, lu adalah anak dari tangan kanan cek PT. ****" ucap Liuzzi dengan panjang lebar, Greyson pun terkagum dengan kepintaran Liuzzi.


"Oh... jadi lu tahu nama gua ya!? hebat juga lu jadi heckler cewek ya, memang pas gua punya calon istri kaya lu" ucap Greyson yang langsung mengaku-ngaku bahwa Liuzzi adalah calon istri nya, Liuzzi yang mendengar perkataan Greyson pun merasa jijik.


Nih orang kurang obat apa gimana sih!? gimana gua gak mau tahu tentang lu Greyson! karena masa lalu kecil lu yang suram dan juga nama lu yang sudah tertera di novel yang pernah gua baca jelas bahwa itu diri lu!


Tapi artinya yang sering chat gua di ponsel dengan nama UNKNOWN dan juga yang memberikan buku album itu, apa jangan-jangan si g*bl*k ini lagi!?