My Two Annoying Brothers

My Two Annoying Brothers
Bab 63 : Apa Itu Suka!?



Kenapa gua menjadi merasa sedih dan tidak enak kepada Aditya!? apa gua salah ya, hanya ingin mendapatkan ketenangan untuk bisa bekerja saja!? gua memang bodoh dan egois!


"Ya udah kalo gitu mah, kamu harus semangat ya Yuri, jangan menyerah ok" ucap Liuzzi yang bernilai untung menyemangati Yuri, Yuri pun tersenyum menatap Liuzzi teman nya itu yang terus mendukung nya.


"Iya makasih Liuzzi, btw kamu udah punya crush belum semenjak kamu jadi dosen!?" ucap Yuri yang langsung menggoda Liuzzi, Liuzzi pun terkejut mendengar perkataan Yuri.


"Apaan sih Yuri, kamu aneh² aja ya pertanyaan kamu..." ucap Liuzzi sembari menyenggol bahu Yuri, Yuri oun tersenyum, sembari mengangkat alisnya itu.


"Ya elah... jujur aja sih, kamu pasti lagi suka sama seseorang kan?" ucap Yuri sembari memeluk nya.


"Ya, enggak lah aneh banget deh kamu ini" ucap Liuzzi dengan wajah cemberut nya kepada Yuri.


"Owalah ku kira kamu punya crush gitu, atau gak setidaknya kaya punya crush sesama dosen gitu" ucap Yuri sembari berjalan menuju kantin, Liuzzi pun mengikuti Yuri dari belakang dengan cepat.


"Yuri aku mau nanya sama kamu!?" ucap Liuzzi dengan santanya "Ya mau naga apa tumben nanya, biasanya lu gak banyak nanya sama gua!?" ucap Yuri santai nya sembari duduk di kursi dekat kantin.


"Gimana sih perasaan kamu jika kamu punya perasaan kepasa seseorang, tetapi kamu tidak bisa mengungkapkan nya kepada dia?" ucap Liuzzi yang membuat Yuri pun terkejut dengan pertanyaan yang dilontarkan oleh Liuzzi.


"Em... menurut ku pribadi, rasanya kaya diambang mau kematian sih, karena kenapa!? takut diambil sama seseorang... terus juga takut crush kita suka sama orang lain, sama ada juga takut di tolak gitu, jadi kaya merasakan, mau pengen deket sama dia tapi kaya masih takut dan ragu-ragu"


"Bayangkan saja kaya orang lagi ujian, sedangkan dilanda oleh banyak nya soal-soal di otak, terus pas maju tiba-tiba jedag-jedug gitu" ucap Yuri dengan panjang lebar nya, Liuzzi pun mengangguk kan kepala pertanda mengerti.


"Jadi sampai sekarang kamu masih suka gak sama abang aku Aditya!?" ucap Liuzzi yang membuat Yuri pun terkejut dengan perkataan Liuzzi.


"Maksudnya lu apa ya!? gua kaga ngertii sama sekali beneran deh!?" ucap Yuri dengan kesalnya, Liuzzi pun tertawa kecil melihat wajah teman nya itu yang kesal dengan wajah lucunya.


"Hahaha bercanda doang, tapi aku nanya serius, kamu masih suka gak sama abang ku!?" ucap Liuzzi, Yuri pun terdiam sejenak.


"Sebenernya, ya masih tapi dikit doang kaya garem di masukin ke sambel ya" ucap Yuri yang langsung berbicara dengan sombongnya.


"Oh iya Liuzzi... kenapa kamu tiba-tiba bahasa percintaan gitu!? apa kamu lagi suka sama seseorang gitu!? atau seenggaknya kaya kagum sama seseorang gitu!?" ucap Yuri yang membuat Liuzzi mengingat cerita dari ibu dosen itu, sembari mengingat wajah Mikael.


"Ya.. sebenarnya kata ibu dosen dia orang yang sepesial, dia orang yang bakal dicari-cari sama banyak cewek sih..." ucat Liuzzi yang hanya menatap tembok.


"Uhuy siapa tuh emang nya!?" tanya Yuri dengan nada bersemangat nya.


"Namanya Mikael, seorang mahasiswa juara 2 dalam bidang sastra Inggris, katanya dia punya kisah yang kelam, ibu dosen aja sampe cerita sama aku tentang dia, katanya dia itu keren" ucap Liuzzi dengan nada santainya, Yuri pun mengingat siapa orang yang disebut kan oleh Liuzzi itu.


"Oh... aku tahu dia kan dulu seorang penjaga toko di dekat rumah ku, biasanya dia ambil sift malam buat jaga toko, aku pernah nanya sama dia kenapa dia kerja di situ tapi dia bilang karena dia harus ngumpulin uang banyak" ucap Yuri dengan santainya sembari minum air putih. Liuzzi pun terkejut mendengar perkataan Yuri.


"Apa!? dia pernah menjadi tukang penjaga toko? kaya warung-warung gitu kah?" teriak Liuzzi yang masih menanyakan hal yang sama kepada Yuri, saking tak percayanya.


Segitunya ya di sampe kerja banting tulang buat pertobatan adik nya doang, jadi makn salut gua sama dia, dia hebat!


Disisi lain Mikael pun setelah selesai mengajar, ia pun berjalan menuju kantor guru, tetapi tiba-tiba ibu dosen pundak datang untuk menghalangi Mikael.


"Eh!? ibu kenapa menghalangi saya buat ke ruang guru!? kan ini udah waktunya buat pulang bu!?" ucap Mikael dengan kaget nya, ibu dosen itu pun menarik tangan Mikael untuk duduk sebentar.


"Ibu mau duduk sebentar sama kamu, sekalian mau cerita tentang Liuzzi, kamu pasti penasaran kan sama kisah Liuzzi!?" ucap dosen itu sembari tersenyum tipis.


Mikael seketika terdiam mendengar perkataan ibu dosen itu Mikael sebenarnya merasa tidak ingin mengetahui apa-apa tentang Liuzzi, tetapi karena ia merasa tidak enakan dengan dosen nya itu, ia pun memutuskan untuk setuju mendengar cerita dari ibu dosen nya itu.


"Baik... sebenarnya apa kisah tentang masa lalu Liuzzi bu dosen!?" ucap Mikael dengan tatapan penasaran nya kepada ibu dosen.


"Jadi waktu dulu... Liuzzi selalu di bully oleh teman sekelas nya" ucap Ibu dosen itu yang membuat Mikael terkejut dengan perkataan ibu dosen.


"Apa!?"


[Pembicaraan Author Dengan Ibu Dosen]


Ket: (A: author sedangkan I: ibu dosen)


A: Sebenarnya apa yang ibu dosen lakukan kepada Liuzzi dan Mikael!? mengapa ibu menceritakan masa lalu mereka?


I: Sebenarnya karena agar mereka bisa saling mengenal satu sama lain, mana tahu aja mereka berdua cocok buat di jodoh kan


A: Tetapi mengapa ibu dosen tahu tentang masa lalu Liuzzi dan juga Mikael!?


I: Saya mengetahui nya karena saya baca karya mu yang judul nya "My Two Annoying Brothers" lah!? gimana sih!


A: Terus mengapa ibu bisa tahu tentang masa lalu Mikael!? padahal aaya belum sama sekali menceritakan tentang POV Mikael!?


I: Makanya buat ini dong... mau gak reders di buat ini sama author nya!? kamu mau sih gak apa-apa, sekalian buat nambah-nambah bab


A: Skip, gak usah denger kata-kata ibu-ibu ini ya, oh iya jangan lupa baca karya teman ku selagi menunggu update ya semua, Makasih semua...



Maaf jika bab ini terlalu santai alur nya ya, karena masa semua bab harus tegang mulu ya kan? mending agak santai dulu ya...