
"Lu masih jomblo, makanya lu belum punya pasangan" ucap Yuri yang langsung tertawa, Mirya pun langsung ikut tertawa mendengarkan ucapan nya.
Setelah mereka berbincang-bincang selama beberapa jam di taman, Liuzzi, Yuri dan Mirya pun pergi ke rumah mereka masing-masing.
Sesampainya Liuzzi di rumah, Liuzzi melihat bahwa kedua abang nya tengah duduk di sofa berdua bercerita tentang kejadian mereka hari ini, ibu dan ayah Liuzzi yang ada disana juga tetapi mereka tidak berbicara satu kata pun disana.
"Abang! lu jujur aja sama ibu dan ayah!" teriak Liuzzi dengan wajah kesalnya, Aditya dan Kenan pun terkejut mendengar perkataan Liuzzi.
"Cepet kasih tahu kejadian sebenarnya kalo lu berdua turun jabatan hari ini!" teriak Liuzzi, kedua orang tua nya pun terkejut dan langsung menatap tajam kearah Aditya dan Kenan.
"Liuzzi maksudnya lu kenapa ege!? pulang-pulang langsung marah-marah gak jelas gitu!?" ucap Kenan dengan rautan wajah nya yang mulai panik.
"Ayolah, kalian berdua harus jujur sama ibu dan ayah, jangan mengelak seolah-olah itu bukan kejadian yang penting hari ini, apalagi abang Kenan malah harus jujur dong!" ucap Liuzzi dengan panjang lebar.
"Apa yang kalian lakukan hari ini!? dan mengapa Liuzzi mengatakan tentang kejadian jabatan!? apa yang terjadi sebenarnya Kenan! Aditya!" gertak ayah Liuzzi dengan rautan wajah nya yang mulai kesal.
"Jadi sebenarnya itu... Kenan..." ucap Kenan yang mulai bercerita, ia berpasrah jika ayah nya akan memarahinya.
"Kenan sengaja menyerahkan jabatan Kenan sebagai tebusan nya agar Mirya selamat waktu itu, karena waktu itu sangat genting Kenan terpaksa melakukan nya, Kenan diancam jika Kenan tidak menyerah jabatan Kenan, Mirya dia salah satu karyawan disana, akan tertembak mati"
"Makanya Kenan menyelamatkan nya, tetap Mirya tidak terluka meskipun karyawan itu ingus menembak Mirya, karena Kenan datang tepat waktu pada saat itu" ucap Kenan dengan wajah murung nya.
"Memang siapa yang mengancam mu sehingga ingin membu*uh Mirya!?" teriak ayah Liuzzi dengan rautan wajah nya yang mulai kesal.
"Itu... menejer 1 di kantor disana dia yang memimpin semuanyaa menejer disana" ucap Kenan, ayah Liuzzi pun langsung terkejut dan membulat kan matanya itu.
"Mengapa dia mengancammu! seharusnya kau tidak boleh ceroboh kaya gini! jika dia yang memegang jabatan mu dia akan menjadi lebih seenaknya di sana tanpa ada pemimpin!" gertak ayah Liuzzi, Liuzzi pun langsung memberanikan dirinya.
"Jika abang Kenan tidak menyelamatkan Mirya, Mirya juga akan mati! apa lagi diaa adalah tangan kanan ke 2 ceo juga kan! sebenarnya abang Kenan telah melakukan tindakan benar! daripada nyawa jadi taruhan mending jabatan diserahkan langsung!" teriak Liuzzi dengan kesal.
Semua pun terdiam tidak ada satu kata pun keluar dari mulut mereka, Liuzzi pun menenangkan dirinya dan langsung duduk di sofa itu.
"Yah... Kenan laut benar, maaf kan ayah jika ayah membentak mu, ayah seharusnya bangga terhadap mu karena kau memikirkan nyawa orang lain dari pada jabatan mu sendiri" ucap ayah Liuzzi yang langsung memeluk anak nyanitu dengan rasa bangga.
"Jadi kalo Kenan turun jabatan!? lalu Aditya kamu juga turun jabatan nya!?" ucap Ibu Liuzzi dengan nada terkejut, Liuzzi pun langsung angkat bicara.
"Ya iya lah, orang abang Aditya itu salah satu kepala rumah sakit 3 disana, tapi dia terpaksa menurunkan jabatan nya karena para dokter disana pada ngejek sekaligus bully si Yuri sama para dokter lain" ucap Liuzzi, Aditya pun tertawa kecil.
"Hahahaha.... aku memang sengaja tidak memberi tahu kalian tentang jabatan lu bini, agar akan ku kejutan ketika aku sudah mempunyai surat resmi dari rumah sakit, tapi karena demi keselamatan Yuri setiap bekerja di rumah sakit jadi aku terpaksa buat kasih, tapi gak apa-apa ko jadi dokter biasa saja di sana juga sudah menjadi kebanggan tersendiri bagi Aditya " ucap nya dengan panjang lebar.
Kedua orang tua tersebut pun tersenyum dan memeluk erat ketiga anaknya tesebut dengan penuh kasih sayang.
Isi Pesan
Mirya : Halo ini aku Mirya, salken ya... btw kamu Yuri kan!? salah satu teman Liuzzi!? apakah kita bisa ketemuan besok di cafe *** aku ingin membicarakan sesuatu mengenai Aditya dan juga Kenan, apakah kau bisa? jika tidak bisa juga tidak apa-apa aku tidak akan memaksa mu untuk pergi ko
Yuri : Baiklah aku akan pergi, memang nya mau jam berapa kita akan ketemuan nya?
Mirya : Jam setelah pulang kerja gimana? mau gak? atau nanti pas jam istirahat jam 12 siang?
Yuri : Baiklah aku akan pergi pas pulang kerja aja, biar sekalian gak bolak-balik
Mirya : Ok makasih ya udah mau menyempatkan waktunya, selamat malam Yuri
Yuri : too
Yuk pun langsung tidur dengan cepat, waktu terus berputar kegiatan seperti biasanya yang dilakukan oleh Yuri, Liuzzi dna juga Mirya di tempat kerja mereka masing-masing, tetapi jam pun langsung menunjukkan pukul 7 malam.
Sesuai dengan perjanjian yang ingin bertemu di cafe, Yuri dengan cepat pun datang ke sana, dengan terburu-buru.
Semoga gua gak terlambat, gegara ada pasien yang harus gua obati, gua jadi datang terlambat gini kan...
Sesampainya Yuri disana ia pun melihat Mirya yang sudah menunggu disana, sembari melihat situasi di sana, Yuri pun langsung duduk disana.
"Maaf Mirya aku jadi datang telat karena ada beberapa pasien yang harus aku obati" ucap Yuri yang langsung menaruh tasnya di atas meja.
"Gak apa-apa ko, kamu juga kan dokter maklum aja kalo banyak pasien yang membutuhkan kamu, aku juga dengan senang hati menunggu" ucap Miya sembari tersenyum.
"Oh iya... kamu mau pesan makan atau minum dulu gak?" tanya Miya yang memberikan buku menu kepada Yuri. Yuri pun menggeleng kan kepalanya, yang menunjukkan bahwa ia tidak ingin minum atau pun makan.
"Gak usah aku soalnya udah bawa air putih, oh iya katanya ada yang harus kamu bahas sama aku!? emang mau bahas apa ya?" tanya Yuri dengan penasaran, Mirya pun langsung terdiam sejenak.
"Aditya katanya merelakan jabatan nya demi kamu ya kan? apakah kamu gak merasa berat hati ya?" tanya Mirya dengan nada pelanya.
"Sebenarnya iya aku juga berat hati, kalo kamu gimana berat hati juga gak? kamu kayak nya gak tenang gitu ya?" ucap Yuri, Mirya pun menganggukkan kepalanya.
"Ya... dari semalam aku ingin melakukan sesuatu agak Kenan bisa naik jabatan lagi sebelum terlambat" ucap Mirya sembari tersenyum tipis.
"Em... bagaimana kita melakukan sesuatu agar Kenan dan Aditya bisa kembali lagi ke jabatan mereka!?" ucap Yuri dengan nada bersemangat, Mirya pun seketika kebingungan dengan perkataan Yuri.