
"Ibu sebenarnya mahasiswa atau dosen sih!? kok kaya kelihatan mahasiswa ketimbang dosen!?" ucap mahasiswa itu dengan nada tegasnya, Liuzzi pun terkejut sekali gus bingung dengan pertanyaan dari mahasiswa itu.
"Maksudnya emang kenapa ya kalo saya seperti kelihatan muda gini!?" ucap Liuzzi dengan tatapannya yang mulai tajam kepada mahasiswa itu, mahasiswa itu pun dengan cepat melontarkan perkataan nya itu.
"Engga ada masalah sih, cuman kaya aneh aja ada dosen muda kaya lu" ucap mahasiswa itu dengan nada sombongnya, Liuzzi pun kesal dengan perkataan yang dilontarkan oleh mahasiswa itu..
"Maksudnya apa ya! saya gak ngerti, apa kalian gak ngerasa bahwa orang yang ada dibelakang pojokan itu juga masih muda! matan kalian sakit atau buta!" teriak Liuzzi dengan nada yang penuh emosi sembari menujuk jarinya mengarahkan kearah pria itu, semua para mahasiswa itu pun teridiam setelah melihat sikap asli Liuzzi.
Liuzzi pun menarik nafasnya berlahan-lahan ia mulai menahan emosinya, ia pun langsung menatap para mahasiswa yang mulai ketakutan dengan teriakan Liuzzi.
"Huft.... semua maafkan ibu tadi sudah berteriak, ibu cuman bingung saja memang apa salahnya ada dosen muda di kampus ini!? apan kalian gak tertarik buat jadi dosen juga di sini? coba ibu tanya emang apa masalah nya sih kamu bilang sama ibu tentang pertanyaan itu?" ucap Liuzzi yang mulai membuat semua murid-murid nya kebingungan.
"Saya hanya ingin tahu saja, soalnya para cowok di kelas ini suka dengan cewek seperti ibu yang cantik bu, saya juga punya pacar di kelas ini, saya gak mau pengen pacar saya terpesona dengan ibu" ucap mahasiswa itu dengan jujur, Liuzzi pun terkejut sekaligus ingin tertawa mendengar perkataan mahasiswa itu.
"Emang yang mana pacar kamu?" ucap Liuzzi sembari menatap mencari pacar nya itu, mahasiswa itu yang menunjukkan jarinya mengarahkan kearah seseorang yang berada duduk di pojokan itu, sembari melihat Liuzzi dengan tatapan sukanya.
"Oh jadi kamu pacar nya dia ya? kamu kenapa ko natap saya kaya gitu? coba saya tanya pacar kamu tadi terpesona gak sama dosen yang ada di belakang itu?" ucap Liuzzi sembari menujuk kearah pria itu lagi pria itu pun terdiam sembari membaca beberapa buku disana.
"Iya bu, bener saya juga cemburu lihat pacar saya deket-deket sama pak dosen" ucap mahasiswa itu smeabru menatap matanya keadah bawah.
"Sebenarnya kalian itu tuh sama loh, kalian gak sadar apa!? pacar kamu ini suka sama saya tapi sedangkan kamu aja gak mikir perasaan dia kalo kamu deket-deket sama pak dosen itu, begitu pun sebaliknya nya" ucap Liuzzi yang langsung mengambil spidol di dalam tasnya itu.
Ia pun mulai menuliskan kata-kaya di papan tulis itu menggunakan bahasa Indonesia dengan penasaran semua mahasiswa pun menatap kearah papan tulis itu.
"Coba lihat tulisan di papan tulis ini, coba kalian baca bersama-sama" ucap Liuzzi semua mahasiswa pun mulai mengucapakan nya dengan cerentak, Liuzzi pun mulai tersenyum.
"Nah sekarang giliran kalian berdua yang baca, tapi harus serentak ya" ucap Liuzzi, kedua pasangan itu pun mulai membacanya tanpa basa basi.
"Mending pacaran atau Nikah!?" ucat kedua mahasiswa itu dengan nada nya yang tidak serentak, yang membuat Liuzzi pun tersnyum.
"Gimana kalian bisa serentak gak ngomong nya!? kenapa ibu suruh kalian berdua doang yang berbicara karena, ibu pengen kalian harus serentak, suatu pasangan jika tidak mempunyai kepercayaan mereka akan rubuh, sama seperti kalian mengucapkan tanpa ada aba-aba kalian jadi gak bersamaan kan mengucapkan nya?"
"Nah, dari pada kalian bertengkar siapa yang slaah, mending coba siapa yang tahu arti bahasa Inggris nya MENDING PACARAN ATAU NIKAH!?" ucap Liuzzi yang langsung membuat semua mahasiswa itu serentak mengetahui arti bahasa Inggris tersebut.
Setelah Liuzzi selesai mengajar, ia pun langsung beristirahat dengan tubuh nya yang langsung tepar, pria itu pun mendekati Liuzzi dengan santai nya.
"Bagus juga lu ngajar tadi, ya agak lumayan lah, semua para mahasiswa seneng kelihatan nya tadi" ucap pria itu yang memuji Liuzzi, Liuzzi pun langsung bersemangat kembali untuk mengajar.
"Ya iya lah, gua gitu loh.... siapa sih yang gak di bisa in sama gua" ucap Liuzzi dengan nada sombongnya, pira itu pun pergi meninggalkan Liuzzi disana, dengan tatapan kesalnya Liuzzi pun membereskan buku-bukunya dan mulai pergi untuk pulang.
Baru pertama akali gua cape ngajar doang com, rasanya gua pengen pingsan...
Tiba-tiba dari belakang sebuah mobil lewat di samping Liuzzi, dan langsung mengulurkan lidah nya meledek Liuzzi, Liuzzi pun dengan kesal nya pria pengemudi itu meledek nya.
"Dasar dosen g*bl*k! bukanya ditawarkan tumpangan malah langsung nunjukin lidah nya, berani-bedaninya dia ngeledek gua!" teriak Liuzzi yang mengetahui bahwa itu adalah pria yang marah-marah kepadanya.
Sesampainya di rumah Liuzzi pun langsung disambut oleh ibunya dan juga dengan abang nya Aditya yang telah menyiapkan makan malam untuk nya.
"Lu pasti cape kan Liuzzi, makanya gua sama ibu berinisiatif buat makanan enakan, bukan buat lu doang sih buat ayah dan juga Kenan juga kita berdua buat kan" ucap Aditya sembari membawa makan itu kepada Liuzzi.
Liuzzi pun melahap makan itu dengan kenyang, tiba-tiba suara pun berbunyi Aditya pun dengan cepat membuka pintu itu.
"Iya siapa ya?" ucap Aditya yang langsung tekejut melihat bahwa seorang tukang pos datang membawa sesuatu surat.
"Iya pak, saya ingin mengantarkan surat ini atas nama Aditya" ucap pak pos itu sembari mengulurkan surat itu untuk diberikan kepada Aditya.
Kenapa pak pos ini bilang gua bapa-bapak sih!? ko gua jadi kesel!
"Tolong tanda tangani ini ya" ucap pak pos itu sembari memberikan sebuah papan untuk menandatangani tanda bahwa surat itu telah sampai.
"Maaf ini surat dari siapa ya pak?" ucap Aditya yang membolak-balikan surat itu, pak pos itu pun dengan cepat berbicara "Itu surat dari rumah sakit medis mulia" ucap pak pos itu yang langsung pergi untuk mengantarkan surat selanjutnya.
"Surat dari rumah sakit mulia!? bukanya itu rumah sakit terbesar di kota ini ya!? kenapa gua dapat surat ini?" ucap Aditya yang langsung cepat-cepat membuka surat itu, ia pun dengan simak membaca surat itu.
Seketika matanya pun melotot, dengan wajah nya yang mulai tekejut dengan isi surat itu. Aditya pun mulai berlari masukan untuk memberi tahu tentang surat itu.
"Ibu, Liuzzi! gua punya kabar baik weh!" teriak Aditya dengan kegirangan, Liuzzi dan ibu nya pun kebingungan mengapa Aditya kesenangan seperti itu.
"Memang kenapa Aditya!? kenapa kamu kesenangan gitu?" ucap ibu Liuzzi yang membuat dirinya penasaran.
"Sebenarnya aku tuh...!"
Baca karya teman ku ya ^^