
"Hah!? kamu dan Zen bakal nikah minggu depan!" teriak Liuzzi sembari menatap Nay, Nay pun tersenyum kepada Liuzzi.
"Iya... kamu jangan lupa datang ya" ucap Nay yang langsung pergi begitu saja dari hadapan Liuzzi.
"Nay tunggu in weh, kenapa lu bisa jadi nikah sama si Zen, apa si Zen nya setujukah juga!?" ucap Liuzzi yang langsung mengejar Nay dari kejauhan, Nay pun menghentikan langkah nya.
Liuzzi pun terengah-engah karena ia lelah mengejar Nay, Nay pun memutar tubuhnya nya, dan mulai duduk, Nay pun menawarkan tempat duduk disamping nya agar Liuzzi bisa mendengar kan cerita Nay.
"Aku kasih tahu lewat cerita aja ya, apa yang terjadi dengan gua sama sampai si Zen nikah sama gua" ucap Nay, Liuzzi pun semakin penasaran dengan cerita Nay.
Flashback On
"Nay... sebenarnya kamu sama Zen ada masalah apa sih? kenapa kalian sampe bertengkar seperti itu!?" ucap Ibu Zen dengan wajah kawatir nya, Nay pun hanya terdiam sembari mengingat kejadian Zen yang kesal kepada Nay.
"Sebenarnya... aku dengan Zen sedang bertengkar tante, karena salah ku sendiri" ucap Nay yang langsung menundukkan kepalanya dan memasang wajah rasa bersalah nya kepada Zen.
"Karena kamu!? memang kamu kenapa nak!? kenapa Zen bisa kesal sama kamu?" ucap Ibu Zen yang semakin kebingungan dengan ucapan Nay.
Nay pun menghembuskan nafas naya untuk bisa berani berbicara, ia selalu mengingat pesan Liuzzi, yang selalu berani untuk mengucapkan berbuat salah.
"Sebenarnya Zen marah karena saya tante, karena saya orang egois... saya orang yang gak punya akal dan hati... saya terlalu terobsesi dengan anak tante sehingga saya melakukan apa pun agar Zen tidak terlepas dari genggaman tangan ku tante, maafkan aku, aku memang salah tante..." ucap Nay yang mulai meneteskan air matanya, Ibu Zen pun terdiam seketika, melihat pertama kali Nay menangis di hadapan nya.
Zen yang tidak sengaja mendengar perkataan maaf Nay pun semakin merasa bersalah karena telah membentak Nay, ia pun berusaha untuk bisa mendengar percakapan mereka kembali.
"Jadi... karena kamu pengen banget sama anak tante kamu sampe melakukan hal itu?" ucap ibu Zen, Nay pun mengangguk kan kepalanya dengan keadaan kepalanya yang masih menunduk malu.
Tiba-tiba ibu Zen pun langsung memeluk Nay, Nay pun tekejut dengan sikap ibu Zen, ia mengira bahwa ibu Zen akan marah kepadanya karena ia telah melakukan kesalahan.
"Eh!? ta-tante kenapa malah memeluk Nay!? bukanya seharusnya tante marah sama Nay?" ucap Nay yang langsung berhenti menangis, ibu Zen pun langsung menusapkan kepala Nay dengan lembut.
"Kenapa tante harus marah sama menantu tante sendiri? lagi pula kamu kan sudah jujur dengan benar, sampe nangis lagi, malah tante bangga sama kamu, kamu bisa mengaku kesalahan sebesar ini, tapi belum tentu kan jika mantan Zen melakukan hal ini!?" ucap ibu Zen yang membuat Nay pun sedikit merasa lebih tenang.
Zen yang mendengar perkataan ibunya pun merasa kesal, mengapa harus mantan pacarnya yang disebut-sebut, mengapa tidak orang lain saja.
Ibu ini kebiasaan banget ya, sampe-sampe ngebandingin mantan aku! ko gua jadi kesel gini ya...
Mereka pun mulai menceritakan satu sama lain, ibu Zen pun menenangkan Nay yang masih merasa tegang dan juga masih merasa bersalah kepada Zen. Zen pun berusaha untuk membuka pintu kamar nya dan ingin berbicara kepada Nay.
Krek...
Sontak membuat ibu Zen dan juga Nay pun langsung melihat kearah nya dengan tatapan aneh, Zen pun yang langsung merasa bahwa ada yang tidak beres dengan nya pun langsung melihat dirinya dari bawah sampai atas, tetapi tidak ada satu pun yang bermasalah dengan dirinya, tetapi mengapa ibu nya dan Nay menatap dirinya.
"Kenapa kamu keluar!? bukanya kamu masih marah sama aku!? kalo kamu benci atau juga gak mau jadi tunangan kamu gak apa-apa ko aku setuju saja, tapi tolong jangan jauhi ibu mu dari ku" ucap Nay yang mulai meneteskan air mata kembali, ibu Zen pun mulai kesal mengapa Zen tiba-tiba muncul dihadapkan Nay.
"Zen! kenapa kamu buat menantu ibu jadi nangis!" teriak ibu Zen yang mulai menatap tajam kearah Zen, Zen pun mulai ketakutan dengan tatap ibunya itu.
"Aku hanya ingin berbicara sebentar dengan Nay ibu, aku hanya ingin bicara sebentar aja" ucap Zen yang langsung memohon kepada ibunya itu, ibu Zen menatap Zen dengan tatapan curiga nya.
"Boleh ya..." ucap Zen yang semakin memohon kepada ibunya itu, ibu Zen pun menarik nafas nya dan mulai pergi dari tempat itu, Nay pun langsung dengan cepat mengusap air matanya itu di hadapan Zen.
"Ya... kamu mau ngomong apa sama aku Zen!? mau marahin aku juga gak apa-apa ko, kalo lebih bagus lagi bilang aja sama aku benci, setidaknya itu membuat dirimu menjadi lebih baik" ucap Nay, yang membuat Zen pun langsung mengusap kepala Nay dengan lembut sembari tersenyum.
"Tidak... aku tidak ingin berkata seperti itu kepada mu, aku hanya ingin mengatakan tentang pertunangan kita saja" ucap Zen, Nay pun mulai tersnyum tipis kepada Zen.
Nay berfikir bahwa Zena kan membatalkan rencana pernikahan nya, ia pun mulai siap menyiapkan diri nya untuk bisa kuat, agar ia tidak menangis di hadapan Zen nantinya.
"Sebenarnya kau pengen kita udahi kan hubungan kita ini!? tenang saja aku tidak akan menangis mau pun menundukkan memohon kepada mu, aku juga akan bersedia jika kau ingin memutuskan hubungan kita ini" ucap Nay yang langsung tersenyum, Zen pun tiba-tiba sontak memeluk Nay.
Nay pun tekejut dengan sikapnya Zen, yang tiba-tiba memeluk nya, baru pertamanya kali Zen memeluk dirinya telebih dahulu, biasanya Nay yang terlebih dahulu lah yang memeluk Zen,jantung Nay pun mulai berdegup dengan kencang, ia pun berusaha untuk membalas pelukan Zen.
Sebelum tangan Nay menggapai punggung Zen, tiba-tiba Zen pun langsung berbicara kepada Nay, yang membuat Nay pun menghentikan niatnya itu.
"Aku ingin pertunangan kita lanjut, aku tahu kau sudah berubah, jadi ku berikan kesempatan untuk mu, untuk berubah kembali Nay" ucap Zen, seketika Nay pun terdiam menatap dengan pikiran nya yang tidak bisa berkata apa-apa lagi.
"Apa!? jadinkau ingin meneruskan pertunangan ini? padahal aku sudah bersikap buruk dan fatal kepada mu Zen!?" ucap Nay yang ingin memastikan ucap Zen sekali lagi, Zen pun mulai memeluk Nay dengan erat.
"Iya aku tidak ingin hubungan ini berakhir" ucap Zen yang langsung membuat Nay pun menangis, sontak ibu Zen yang sedari tadi mendengar perkataan Zen dan Nay pun merasa turut bahagia menangis sendirian di dapur.
Akhirnya anak ku akan menikah juga dengan perempuan yang memang benar-benar akan mencintai nya, semoga hubungan kalian bisa tetap bersatu.
Flashback Off
"Yah... bagitulah cerita nya Liuzzi, mengapa gua sama Zen bisa berkalikan lagi" ucap Nay yang langsung menatap Liuzzi dengan keadaan menangis haru mendengar cerita Nay.
"Aku jadi terharu dan iri dengan mu Nay, semoga hubungan kalian huhuhu langgen" ucap Liuzzi yang langsung meneteskan air mata bahagianya, Nay pun langsung memeluk Liuzzi dengan erat.
"Kasihanya teman ku ini yang masih jomblo" ucap Nay yang membuat Liuzzi pun berhenti menangis dan mulai terpancing dengan perkataan Nay.
"Apa kau bilang!" teriak Liuzzi yang langsung mengeluarkan tongkat panjang lipat nya dari tas nya.
Mampusss dehh gua!