
Gimana Liuzzi, lu mau rebut Zen lagi dari gua!? gua gak bakal bikin lu bahagia sama Zen! ngerti lu Liuzzi!
"Liuzzi lu gak apa-apa kan?" tanya Yuri yang memastikan keadaan Liuzzi, Liuzzi pun terbangun dari bengonganya. Dan tersenyum kearah Yuri, lalu Liuzzi pun langsung pergi dari keramaian itu dan pergi kearah perusakaan.
"Liuzzi tunggu weh!" teriak Yuri dari belakang, semakin lama Liuzzi berjalan semakin cepat melewati keramaian di sana, Yuri yang masih berusaha untuk mengejar Liuzzi pun tertinggal jauh darinya.
Sesampainya Liuzzi di perpustakaan, perpustakaan terasa sepi, sama sekali tidak ada orang kecuali seorang pria yang mendengar kan musik sembari membaca di sana dengan santai nya.
Liuzzi pun langsung pergi mengambil beberapa buku disana, Zen yang kebetulan ada disana pun menghampiri Liuzzi berniat untuk menyapanya.
"Liuzzi hai, lu ada tugas apa sampe lu harus ke perpus?" ucap Zen sembari tersenyum bahagia, Liuzzi pun hanya terdiam tidak menjawab satu kata pun dari mulut nya.
"Liuzzi lu kenapa emang sih?" ucap Zen yang langsung memegang tangan Liuzzi dengan perasaan lembut, Liuzzi pun langsung melepaskan tangan nya dari Zen dengan cepat pergi dari sana.
Zen yang merasakan bahwa ada sesuatu yang di sembunyikan oleh Liuzzi pun langsung mengejar nya dan memegang tangan Liuzzi, Liuzzi dengan kesal pun berusaha untuk melepaskan tangan nya yang telah digenggaman oleh Zen.
"Zen lepasin tangan gua!" teriak Liuzzi, yang membuat suara diseluruh perpusatakaan itu pun memantul kemana-mana, Zen pun dengan cepat melepaskan tangan nya itu.
"Liuzzi lu sebenarnya kenapa sih? kenapa sikap lu jadi gini ama gua akhir-akhir ini? apa gua punya kesalahan sama lu?" ucap Zen dengan penasaran, Liuzzi pun langsung menarik nafasnya dalam-dalam.
"Lu lupa atau kurang obat!? lu kan udah tunangan nya si Nay? ngapain lu deketin gua terus? hubungan lu sekarang sama Nay, bukan gua..." ucap Liuzzi dengan wajah nya yang menahan emosi.
Seketika Zen pun terkejut dengan perkataan Liuzzi, mengapa Liuzzi mengetahui bahwa Nay dan dirinya akan bertunangan.
"Lu tahu soal pertunangan ini dari mana!?" ucap Zen dengar nada tegas nya, Liuzzi pun langsung tersenyum.
"Siapa lagi kalo bukan Nay, calon tunangan sekaligus... calon istri lu!" ucap Liuzzi dengan nada kesalnya, ia pun langsung pergi begitu saja, Zen yang mendengar nya pun langsung kesal dengan perbuatan Nay.
"Woi orang gi*a!" teriak seorang pria dari belakang, Liuzzi pun langsung kesal mendengar bahwa ia diejek dengan sebutan itu.
"Lu siapa! gapain sebut gua orang gi*a!" teriak Liuzzi, pria itu pun langsung mengerutkan wajahnya dan mulai mendekati Liuzzi.
"Lu yang barusan teriak kan di perpus ini!? ini keganggu sama yang lain tahu gak! lain kali kalo mau teriak itu tuh di comberan sono!" ucap piria itu dengan tegas lalu pergi begitu saja dari hadapan Liuzzi, Liuzzi pun semakin kesal lalu pergi dari perpustakaan itu.
"Gara-gara Nay! Liuzzi jadi menjauh dari gua! dasar g*bl*k!" ucap Zen yang langsung keluar dari perpustakaan itu dengan kesal, dan langsung ingin bertemu dengan Nay.
Bel pun berbunyi pertanda semua mahasiswa pun bertebaran pulang ke rumah masing-masing, Liuzzi yang tahu bahwa Yuri akan pulang lebih sore pun pulang terlebih dahulu.
Huftt... hari yang menyebalkan, si Zen sok-sok deket lah sama gua padahal nyatanya dia udah punya tunangan, terus ada pria g*bl*k lah yang bilang gua gi*a!
"TAHU AH MALAS GUA ANJIRR!!" teiak Liuzzi di sepanjang jalan, sesampainya dirumah, Liuzzi pun langsung menyalim tangan ibunya dengan wajah lesu dan lelahnya, ia pun pergi kekamar dan mulai menggantikan bajunya.
"Akhirnya selesai juga, sekarang gua harus lihat dulu berita terupdate dulu" ucap Liuzzi sembari menekan-nekan jarinya di layar ponsel nya itu, tiba-tiba sebuah pesan masuk kedalam ponsel nya itu, Liuzzi dengan penasaran pun membuka pesan itu.
Isi Pesan
Unknown : Halo Liuzzi, gimana!? pria yang kamu cintai itu sudah mempunyai tunangan kan?, kamu pasti sedih banget, jadi aku kirim hadiah deh buat kamu, aku pengen kamu bisa seneng dengan kiriman paket ku, dan kenapa kamu gak balas pesan ku ini Liuzzi? apa karena kamu itu gak suka sama aku atau kamu menganggap ku orang gi*a? tenang lah aku sangat menyukai mu, jadi mana mungkin aku akan melukaimu.
"Gi*a ini orang neror gua lagi!? emang nih cowok gak capek ya neror gua, eh iya gua juga baru inget kalo dia bakal kasih gua hadiah!? tapi hadiah ap-" ucap Liuzzi yang langsung terpotong karena ibunya yang tiba-tiba mengetuk pintu kamar nya.
Tok-tok...
"Liuzzi ini ada paket buat kamu, kamu ambil ya" teriak ibu Liuzzi, Liuzzi seketika terbangun dari ranjang nya dan langsung mengambil paket itu dengan cepat.
"Ibu! ini kirim paket dari siapa ya!?" teriak Liuzzi dari kamar nya, ibu Liuzzi pun langsung berteriak kembali "Gak tahu ibu juga, soalnya kurir nya langsung kasih aja paketnya ke ibu dan langsung bilang kalo itu paketnya buat kamu"
"Apa!? jadi yang di ketik pria itu beneran dong, dia kirim gua paket!? tapi paket apa kira-kira ya yang dia kirim buat gua?" ucap Liuzzi yang langsung mencari gunting dan langsung membukanya.
"Gi*a dia kirim apan ini!" teriak Liuzzi seketika terkejut melihat isi paket yang dikirim oleh seseorang misterius itu.
Disisi Yuri tengah berkumpul di suatu ruangan, Yuri pun tengah bersiap untuk latihan dan mendapatkan nilai dari pelajaran nya itu, dengan cepat semua mahasiswa pin berbaris sesuai dengan absen masing-masing.
Semoga aja yang ngajarin dan bikin nilai kedokteran gua bukan abang nya Liuzzi, semoga aja huft... ya Tuhan kabulkanlah doa ku...
"Ananda Yuri sihlakan masuk untuk melakukan ujian" ucap salah satu pengawas disana, Yuri pun menghela nafasnya dan kemudian ia masuk kesalahan satu ruang itu.
Eh!? di-dia, kenapa dia sih woi!!