My Two Annoying Brothers

My Two Annoying Brothers
Bab 29 : POV (Yuri Dan Aditya) #2



Kenapa dia jadi kaya gini ya!? apa dia merasa gak nyaman?


"Apa kau marah atau aku berbuat salah kepada mu?" ucap Aditya dengan matanya yang berbinar-binar, Yuri pun seketika ketakutan melihat wajah nya itu.


"E-enggak sih hahah, aku hanya tidak ingin me-repotkan mu hahaha" ucap Yuri dengan nada tertawa paketnya, Aditya pun bernafas lega setelah nya, Yuri yang merasakan Aditya jauh lebih membaik pun menarik nafasnya dengan lega.


"Sekarang aku boleh turun ya, aku bisanjalan kerumah sendiri ok by-" ucap Yuri yang tiba-tiba terpotong karena Aditya pun telah mengemudikan mobil nya terlebih dahulu.


"Lah!? kenapa mobil nya jalan ege! gua gak mau repotin lu makanya gua mau turun aja!" teriak Yuri dengan kesal, Aditya pun menghentikan mobil nitu dan langsung menujukan jarinya kearah gang kecil itu.


"Lihat disana, ada preman yang menunggu mangsa, kalo pun lewat sana pun lu gak bisa, jadi lu harus mutar balik kan? itu akan memakan waktu berjam-jam untuk berjalan menghindari gang kecil itu" ucap Aditya, Yuri yang merasa tidak tahu dengan adanya preman di gang itu pun merasa lega, karena ia tidak jadi berjalan kaki untuk pulang.


"Oh... jadi lun keras kepala tuh gegara ini, ohey gua ngerti sekarang" ucap Yuri dengan santai nya, Aditya pun melajukan mobil nya dengan cepat.


Tiba-tiba seseorang melambaikan tangan nya dari kejauhan, Aditya pun mendekati orang nlitu dan ternyata itu adalah Bela yang tengah selesai berbelanja di supermarket.


"Hai Aditya, gak anterin aku sampai kerumah? atau kita mampir dulu ke cafe deket sini?" tanya Bela yang langsung senang, Aditya pun tersenyum kembali.


"Ya boleh aja ayo kita ke cafe" ucap Aditya, Bela pun melihat Yuri yang tengah duduk disana mengarahkan kearah jendela, agar seolah-olah ia tidak melihat kemesraan mereka.


"Oh!? ada Yuri juga ya di sini? gimana kalo Yuri juga ikut buat ke cafe nya?" ucap Bela, yang membuat Yuri terkejut dengan ajakannya tersebut.


"Eh!? kalo ke cafe nkalian berdua aja, kalo mau pergi sekarang pun gak apa-apa ko aku bisa turun" ucap Yuri yang langsung melepaskan sabuk pengaman nya dan mengambil barang-barangnya.


"Ayolah Yuri, sekali-sekali kita bertiga ke cafe..." ucap Bela yang langsung membuat Yuri pun harus menyetujui nya.


"Gimana kalo Yuri pindah tempat duduk biar aku sama Aditya dan Yuri duduk dibelakang? gimana mau gak?" ucap Bela dengan wajah nya yang berharap bahwa Yuri akan pindah.


"Oh iya tentu saja, sekarang kamu di depan dan aku akan pindah ke belakang" ucap Yuri yang langsung turun keluar dari mobil dan masuk kembali duduk di tempat duduk belakang.


Sepanjang jalan Aditya dan Bela hanya berbicara berdua saja, berpegangan tangan membicarakan satu sama. lain, Yuk lri seperti dianggap nyamuk yang terbang di belakang mereka.


Mereka emang gak melihat kalo gua ada di sini! sok-sok mesraan aja, cepek deh sama, pikiran orang pacaran...


"Sekarang dah sampai deh di cafenua, ayo pada turun!" teriak Bela dengan senang, Yuri pun merasa bahwa mereka akan lebih berduaan dicafe itu.


"Gak ada tugas ya... kamu kan habis ujian, mana ada ujian terusan ada tugas?" ucap Aditya dengan santainya, Bela pun menarik tangannya untuk bisa masuk kedalam cafe sana.


Setelah memesan beberapa minum dan makanan disana, Aditya dan Bela pun semakin mesra dihadapan Yuri, yang membuat Yuri merasa kesal dan buang-buang waktu saja melihat orang bermesraan.


Ko gua kesel ya!? gua kesal banget kalo orang sok-sok an nunjukin kemesraan nya didepan orang lain! emang mereka gak punya otak atau emang bener-bener g*bl*k! engak lihat sekitar mereka


"Weh lu berdua! sebenarnya gua diajak ke cafe ini buat makan dan minum bersama atau emang gua cuman lihat lu berdua mesraan aja di sini! kalo emang gua disini lihat lu berduaan mah mending gua balik!" teriak Yuri yang langsung pergi membawa tasnya dan pergi menuju pintu keluar cafe.


"Yuri woi tunggu!" teiak Aditya yang langsung mengejar Yuri, Bela yang melihat Yuri kesal pun tersenyum lebar livik melihat bahwa Yuri marah.


Cik gak tahu diri amat jadi cewek! udah tahu Aditya itu punya gua ngapain lu deketin dia! makanya jangan main-main sama gua!


Di sisi Aditya, Yuri pun langsung menghentikan langkah nya karena tangan nya ditahan oleh Aditya dari belakang, yang membuat Yuri pun menatap wajah Aditya dengan wajah datarnya.


"Gimana kalo gua-"


"Bodo amat! gua gak perlu diantar-antar kerumah gua! ngerti gak! urus aja calon istri. Lu, pasti dia lagi butuh lu sekarang! dan satu lagi... gua bisa pulang sendiri kali!" teriak Yuri yang langsung memaksa tangan nya lepas dari tangan Aditya. Aditya yang hanya bisa melihat Yuri pergi pun terdiam disana, ia pun memutuskan untuk kembali ke cafe itu.


Di sepanjang perjalanan Yuri selalu mengingat kebersamaan Aditya dan Bela, bergandengan tangan, tertawa bersama, merasa bahwa Yuri bukan siapa-siapa nya Aditya.


Aditya beruntung punya cewek kaya gitu, udah cantik, pinter, terus kaya lagi kaya perempuan terkenal di dunia, sedangakan diri gua sendiri aja jelek, cuma bisa mengandalkan kepintaran doang... ya gimana Aditya suka ama gua... lu si Yuri terlalu berharap aja sama dia!


"Dasar gua gak sadar diri!" teriak Yuri semabri meneteskan air matanya dimalam yang gelap, berjalan sendiri di trotoar dengan angin kencang yang terus menghembus kearah nya.


Disisi Aditya, mereka pun makan dan minum bersama, Bela dengan senang nya bisa beduaan tetapi Aditya merasa tidak enak kepada Yuri barusan, karena dirinya lah yang menyuruh nya untuk mengantarkan nya pulang.


Gua jadi ngerasa gak enak smaa si Yuri, apa besok gua minta maaf aja kali ya sama orang nya langsung?" ucap Aditya yang sembari memegang gelas untuk di minum.


Di sisis Liuzzi yang tengah ada di dalam kamar dengan keadaan terkejut melihat isi paket misterius tersebut, ianpun langsung mengambil nya dari dalam kotak itu.


"Gi*a! dia ngirim buku tentang foto-foto gua!? kenapa dia bisa ambil semua foto ini dan dijadikan album sama dia!? apa jangan-jangan dia..." ucap Liuzzi sembari melihat buku album itu yang selalu sendirian setiap tidak ada Yuri.


Baca karya author lainnya nya ya... selagi nunggu up ^^