My Two Annoying Brothers

My Two Annoying Brothers
Bab 54 : Diterima



"Memang kenapa Aditya!? kenapa kamu kesenangan gitu?" ucap ibu Liuzzi yang membuat dirinya penasaran.


"Sebenarnya aku tuh...!"


"Sebenarnya apa!?" ucap Liuzzi dengan tegas, Aditya pun langsung mengeluarkan surat di balik punggung nya itu.


"Gua di terima kerja di rumah sakit ternama di kota ini woi!" teriak Aditya kegirangan sembari menunjukkan surat itu kepada ibu Liuzzi dan juga Liuzzi.


Aditya pun mulai bertingkah aneh karena kebahagiaan nya itu tidak bisa terkendali lagi, ia tidak menyangkal bahwa ia diterima kerja oleh salah satu rumah sakit terbaik di kota ini.


"Ibu bangga sama kamu Aditya" ucap ibu Liuzzi sembari memeluk anak nya itu Aditya pun membalas pelukan sangat ibu dengan erat.


"Gak sia-sia abang kuliah sampe bertahun-tahun ya, dan menempuh pendidikan S3, dan bekerja di rumah sakit lagi, selamat abang, semangat buat merawat dan menyembuhkan pasien nya nanti" ucap Liuzzi sembari tersenyum, Aditya pun membalas senyuman nya itu.


Krek...


Tiba-tiba pintu pun terbuka, ayah Liuzzi beserta Kenan pun pulang kerumah, dengan rayt wajah Kenan yang mulai kelelahan setelah membahas beberapa pekerjaan nya di kantor bersama ayahnya itu.


"Abang Kenan lu nama!? ko loyo?" ucap Liuzzi yang mengejek abang nya itu, Kenan pun langsung duduk dengan wajah nya yang tidak ingin menjadi tangan kanan ceo.


"Ayah, aku gak mau jadi tangan kanan ceo lah, cape kerja kaya gitu, ngitung-ngitung grafik ditambah harus urusin proyek, gua paling ribet megang gituan, mending orang lain aja" ucap Kenan yang mulai putus asa.


"Lah!? ko lo mulai putus asa bang!? seharusnya lu semangat dan bahagia dong, karena jabatan lu paling penting dan tinggai di antara karyawan lain" ucap Liuzzi yang ingin membuat abangnya bisa bersemangat lagi.


"Masalah nya lu gak tahu aja weh, gua tadi disuruh-surug sama ceonya ngelakuin kaya gini lah, terus gitu lah, gua cape ege!" ucap Kenan dengan tegas, ayah Liuzzi pun langsung duduk di samping nya.


"Yaelah itu masih gampang menurut ayah, karena ayah dulu pernah hendel semua para karyawan, proyek, sama kesibukan ceo ayah yang selalu memegang itu" ucap ayah Liuzzi yang imjuga ingin memotivasi Kenan untuk kuat.


"Kamu kan juga pinter bisnis dan juga perkantoran, lagi pula kamu juga gak salah ko kalo kamu jadi pekerjaan pengganti ayah mu" ucap Ibu Liuzzi yang juga ikut-ikutan untuk menyemangati Kenan.


"Iya deh aku bakal semangat karena kalian udah semangatin aku, oh iya abang Aditya udah dapat surat belum diterima di rumah sakit mana!?" ucap Kenan yang langsung mengubah topik, Aditya pun menunjukkan surat itu kepada Kenan dan juga ayah nya itu.


Mereka terkejut bahwa Aditya akan bekerja di salah satu rumah sakit ternama di kota ini, Ayah dan juga Kenan pun tidak menyangka bahwa Aditya bisa bekerja disana.


"Lu ko bisa kerja disana!? padahal orang kedokteran kaya lu aja ya, belum tentu bisa disana kerjanya!?" ucap Kenan yang mulai mengingat sejarah rumah sakit ternama itu.


"Lah memang kenapa!? bukanya memang patut bangga ya bisa kerja disana?" ucap Liuzzi yang langsung kebingungan dengan perkataan Kenan.


"Jadi dulu pas gua S2, gua punya seorang teman... dia itu udah melebihi kemampuan Aditya di sama-sama S3 tapi bedanya adalah dia ngambil mata pelajaran 1 tahun lagi kaya buat pelatihan gitu"


"Tapi bukan hanya itu saja, dia keterima sih di rumah sakit itu, tapi masalah nya cuman satu, dia hanya bekerja sebagai dokter biasa saja, banyak yang berharap buat menjadi pemimpin disana, tetapi mereka selalu saja gagal" ucap Kenan dengan panjang lebar, Liuzzi pun dengan cepat pergi ke kamar nya meninggal cerita dari abangnya itu.


Liuzzi pun langsung mengganti pakaian nya itu dan bersiap-suap untuk membuat materi pembelajaran mahasiswa nya, Liuzzi dengan fokus kepada laptop dan juga beberapa catatan untuk bisa mengajar mahasiswa nya itu pun membuat Liuzzi semakin menyukai pekerjaan nya itu.


Meskipun lelah untuk bisa tetap bertahan, ia senang ketika melihat kenakalan dan juga kepintaran murid-murid nya itu, angin yang datang menghembusk kamar Liuzzi.


Dimalam yang gelap ditambah dengan suara jangkrik dan juga angin yang sejuk memasuki jendela kamar Liuzzi, membuat Liuzzi semakin percaya bahwa ia akan bisa menjadi dosen terbaik.


"Gua bakal berusaha buat menjadi dosen yang terbaik, gua bakal buktikan sama pria bodoh itu kalo gua itu mampu dan bisa mengajar mahasiswa gua!" ucap Liuzzi pun langsung membereskan buku-bukunya dan memasukan nya ke dalam tas.


Ia pun segera tidur untuk bisa bangun pagi-pagi agar ia tidak terkena omelin pria itu lagi.


Keesokan paginya seperti biasa Liuzzi pergi ke kampus, Kenan pun mulai berangkat kerja ke kantor sendirian, karena hari ini adalah hari ia akan disambut kedatangan nya di kantor.


Sesampainya Kenan di kantor ia pun melihat situasi yang sangat tenang, semua para karyawan pun mengerjakan tugas mereka masing-masing di tempat meja mereka.


Tiba-tiba pemimpin perusahaan pun datang dengan ajudan nya yang membuat Kenan ketakutan, karena pertama kali bagi dirinya bertemu dengan bosnya langsung. Semua karyawan dan para pekerja bagian penting pun berbaris untuk menyambut pemimpin perusahaan.


"Salam hormat untuk anda pak" ucap semua karyawan dengan serentak kecuali Kenan yang tidak mengetahui kata-kata itu.


"Disini siapa yang namanya Kenan!?" ucap pemimpin perusahaan itu, jantung Kenan pun mulai berdegup dengan kencang, namanya yang disebut oleh pemimpin perusahaan itu langsung.


Kenan pun menarik nafasnya terlebih dahulu lalu ia pun langsung berjalan dengan penuh keberanian, semua karyawan dan juga pekerjaan penting lainya pun menatap Kenan.


Gi*a semua pekerjaan disini dan juga termaksud pemimpin perusahaan ini ngelihatin gua mulu dong! astaga apa gua salah ya apa emang ada yang kurang!?


"Kamu Kenan bukan!? anak dari tangan kanan yang lama!?" ucap pemimpin perusahaan itu dengan tatapan tajam nya kepada Kenan, Kenan pun ketakutan dengan tatapan nya itu dengan berani Kenan pun langsung berbicara.


"Ya itu saya"


Salah satu karyawan itu pun terkejut bahwa anak baru di perusahaan itu mempunyai jabatan lebih tinggi dari pada dirinya yang membuat salah satu karyawan itu pun kesal.


Kenapa! kenapa orang itu langsung menjadi tangan kanan ceo! ini tidak adil! jika kalau begitu aku harus merebut posisi nya!


Hai jangan lupa mampir ya ke karya teman ku ^^