My Two Annoying Brothers

My Two Annoying Brothers
Bab 56 : Sengaja



Apa dia sedih karena wanita yang membawa berkas itu ya!?


Disisi lain, seseorang masuk kedalam ruangan milik Kenan, dengan hati-hati pria itu pun mulai melihat pekerjaan yang dilakukan oleh Kenan, disana ada sebuah berkas perhitungan untuk proyek.


Pria itu pun mulai mengambil nya dan langsung mengubah angka itu dengan cepat, agar membuat perusahaan ini mengalami kebangkrutan yang begitu pesat, sedikit sajja angka itu salah, perusahaan akan jatuh dan bangkrut.


Kenan lihat lah pembalasan ku ini, ini akan membuat mu menjadi jatuh seketika, dan lebih bagus nya lagi jika bos akan memecat mu di hari pertama mu bekerja!


Pria itu pun mulai mengerikan jarinya di laptop dan mulai me ngeprint ulang data-data tersebut dengan cepat, ia pun langsung menyelesaikan nya lalu ia pun langsung pergi begitu saja keluar dari ruangan Kenan.


Setelah beberapa menit kemudian Kenan pun datang membawa beberapa data lagi untuk bisa bacanya, ia pun melihat bahwa ada yang tidak beres dengan data-data yang sudah ia rapih kan.


Seketika Kenan pun mendengarkan langkah kaki bosnya itu yang mengarah kearah ruangan nya itu, dengan cepat Kenan pun panik sekaligus merapihkan beberapa berkas-berkas yang berantakan di mejanya itu.


"Kenan gimana kerjaan kamu udah selesai apa belum!?" ucap pemimpin perusahaan itu sembari duduk disamping Kenan, Kenan pun tersenyum tipis dengan memberikan data-data itu untuk diperiksa.


"Sihlakan diperiksa saya tadi barusan sudah mengecek nya-" ucap Kenan yat mulai berhenti berbicara, dengan tatapan kesalnya pemimpin perusahaan itu pun langsung melemparkan semua berkas-berkas itu tepat di wajah Kenan langsung.


Semau berkas-berkas berserakan di mana-mana, berterbangan kekiri dan ke kanan, Kenan hanya bisa melihat berkas-berkas yang telah berjatuhan di lantai itu sembari menatap wajah bisnya itu.


"Kenapa pak-"


"Diam! kamu ingin membuat perusahaan saya jatuh atau bagaimana!? cara kamu menghitung grafik ini salah! kamu pengen saya bangkrut gara-gara kerjaan kamu gak beres!" teriak pemimpin perusahaan itu dengan nada yang mulai membuat Kenan ketakutan setengah mati.


"Maaf kan saya pak, saya akan mengerjakan nya ulang" ucap Kenan sembari menundukkan kepalanya, ia pun langsung pergi meninggalkan Kenan dan juga dengan keadaan ruangan nya yang berantakan dipenuhi banyak berkas-berkas.


Kenapa dia langsung marah-marah!? seharusnya dia sabar dikit napa, ceo ko galak! kaya gua dong gua mah baik hati, gak sombong meskipun jabatan gua lebih rendah dari pada dia... seenggaknya seharusnya dihargai ke! yaelah...


Ting Nong...


Suara pengumuman dari kantor pun berbunyi Kenan pun mendengar pengumuman itu sembari mengumpulkan beberapa berkas-berkas yang berserakan di lantai itu.


"Cik! gara-gara gua buat salah hari ini gua gak bisa pulang... ah! kalo gua udah tau dari awal pekerjaan ayah kaya gini mending gua tolak aja" ucap Kenan yang langsung duduk kembali di kursi nya dan langsung mengerjakan ulang semua data-data di laptop nya itu.


Seseorang pun melihat ruang Kenan yang lampunya masih menyala sendirian disana.


"Lah ini ruangan siapa yang masih menyala lampunya!? apa gua coba cek aja ya, siapa tahu ada orang disana!?" ucap Mirya sembari memegang gagang pintu itu. Dengan penuh hati-hati Mirya pun mengintip dari luar.


Eh!? pak Kenan kenapa masih ada didalam, padahal matanya aja udah mau tidur!? kenapa dia maksain diri ya!? apa jangan-jangan dia disuruh kerjakan ulang tentang data-data lagi!?


Mirya dengan gugup sekali gus dengan beraninya pun membuka pintu itu, yang membuat Kenan terkejut dengan kedatangan Mirya tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.


"Kamu orang yang pingsan di toilet itu bukan!?" ucap Kenan yang mengingat ingat kembali dengan wajah Mirya.


"Ah... iya pak itu saya, saya pengen berterima kasih kepada bapak, karena bapak sudah bantu saya" ucap Mirya sembari menundukkan kepalanya, Kenan pun tersenyum tipis kepada Mirya.


"Seharusnya kamu gak usah panggil saya bapak atau pak, panggil saya saja Kenan, karena umur kamu sama saya kan hampir setara" ucap Kenan sembari mengetikkan laptop dengan cepat.


"Kenan sebenarnya kecapean kan!? mending pulang aja biar saya yang menggantikan posisi Kenan" ucap Mirya yang menawarkan diri untuk bisa menolong Kenan.


Gak usah saya mampu kok" ucap Kenan yang mulai merasakan kesakitan di kepalanya itu, Mirya pun menolong Kenan untuk beristirahat sebentar di sofa sebelah.


"Mending Kenan duduk di sini aja, saya yang akan menerus kan pekerjaan nya ok" ucap Mirya yang mulai meregangkan tubuh nya dan mulai mengetik di laptop dengan cepat.


Mirya baik tapi kenapa dia masih tetap jomblo? padahal dia kan pinter, cantik, dan juga baik, masa gak ada sih yang mau sama dia!? aneh banget deh!? apa karena ada suatu masalah atau kejadian yang membuat nya masih tetap jomblo?


Ohayo, hari ini maaf author hanya buat sedikit saja gak seperti biasanya yang panjang, dikarenakan author sedang sibuk ditambah banyak nya cobaan yang menimpa author (Canda ya)


Baca karya teman ku juga ya, sembari menunggu up novel author... makasih udah mau baca sampe episode ini ^^