My Two Annoying Brothers

My Two Annoying Brothers
Bab 45 : Menjauh



"Lah!? loh!? kan yang jurusan kedokteran kan abang lu bukanya lu!? emang lu jurusan kedokteran!?" ucap Yuri yang membuat Kenan pun ingat bahwa dirinya bukan lah anak kuliah jurusan kedokteran.


"Iya gua bukan sekolah kedokteran! puas lu, gua kan minta lu buat temenin ibu gua woi!" ucap Kenan yang membuat Yuri pun menarik nafasnya, ia pun langsung membawa barang-barang nya lalu ia pun langsung menuntun ibu Liuzzi untuk pergi ke rumah sakit.


Taksi pun berhenti tepat di dekat trotoar, Yuri dna ibu Liuzzi pun masuk kedalam taksi itu dan langsung pergi begitu saja, Kanan pun dengan cepat pergi mengikuti taksi itu untuk pergi ke rumah sakit menggunakan motor nya.


Sesampainya di rumah sakit, semua tampak suram, belum ada tanda-tanda dokter keluar dari ruangan, Kenan, Yuri beserta ibunya oun datang dengan wajah cemas nya.


"Dimana Liuzzi sekarang!?" ucap ibu Liuzzi yang mulai bergerak mencari Liuzzi, ayah Liuzzi pun menujukan bahwa Liuzzi ada di ruang itu, dimana dokter sedang memeriksa keadaan Liuzzi disana.


"Sebenarnya apa yang terjadi dengan Liuzzi!? dan siapa pelaku dibalik penculikan Liuzzi!?" ucap ibu Liuzzi yang langsung bertanya kepada anak nya itu.


"Sebenarnya... yang menculik Liuzzi adalah... Desi dan Bela, mereka lah pelaku nya yang ingin menculik Liuzzi, itu karena alasan nya, mereka gak mau kalo rencana yang mereka buat gagal" ucap Aditya sembari mengundukan kepalanya, Kenan pun mendekati abang nya itu.


"Lah ko bisa Desi dan Bela!? lu mau fitnah pacar lu sendiri bang!?" ucap Kenan yang langsung duduk disamping abang nya, Aditya pun terdiam, sang ayah yang kini marah dengan pembelaan Kenan terhadap pacar mereka pun langsung berdiri.


"Kenan kenapa kamu ngotot sih! padahal yang dibilang abang mu benar! pacar kalian berdua yang salah!" ucap ayah Liuzzi dengan tegas, membuat Kenan terdiam tak menyangka bahwa apa yang dikatakan Liuzzi sama sekali benar.


Semua keluarga itu pun terdiam, sembari menundukkan kesalahan nya, karena tidak mempercayai Liuzzi selama ini, Yuri hanya bisa terdiam berdiri seperti patung disana yang masih banyak menyimpan pertanyaan di kepalanya.


Sebenarnya kenapa sih ini semua keluarga Liuzzi!? ada yang bisa jelasin ke gua gak sih!? beneran gua sma sekali gak ngerti!?


Tiba-tiba dokter pun keluar dari ruang itu, sembari membawa kertas dan juga papan, sontak membuat semua punya berkumpul di depan dokter itu dengan cepat dan dengan wajah kawatir mereka.


"Baiklah apakah ini keluarga Liuzzi Liene!?" ucap dokter itu sembari melihat papan yang berisikan nama Liuzzi.


"Ya kami keluarga nya, dan bagaimana keadaan anak saya dok!?" ucap ayah Liuzzi yang langsung ingin masuk keruangan Liuzzi berada.


"Ya sebenarnya anak kalian baik-baik saja, tapi untung nya tepat waktu datang ke rumah sakit, kalau tidak mungkin dia bisa mengalami hal fatal" ucap dokter itu dengan santai nya, semua pun tampak kebingungan kecuali Yuri yang tahu apa yang dimaksud dengan dokter itu.


"Baiklah saya pergi dulu, kalian boleh masuk sekarang" ucap dokter itu dan langsung pergi begitu saja, semua keluarga itu masih ingin bertanya kepada dokter itu tpai, dokter itu terlihat masih banyak pasien yang harus di rawatnya.


"Maksudnya dokter itu tadi apa!?" ucap Aditya dengan bingung, Yuri pun memukul pundak dan mengeleng-mengeleng kan kepalanya.


"Ish, ish, ish, lu kan dokter, malah lebih pinter lagi dari gua, masa li gak tahu maksud dari perkataan dokter tadi, lu berpendidikan tapi lu masih g*bl*k aneh banget ya!?" ucap Yuri dengan santai nya yang membuat Aditya merasa bahwa dirinya sedang di banding kan dengan diri Yuri.


"Kalian pasti bingung apa yang dimaksud dengan perkataan dokter tadi, jadi dokter tadi itu bilang kalo Liuzzi itu sebenarnya sedang keadaan gawat sebelum datang kerumah sakit, kenapa bisa gawat!? emang Liuzzi sakit apa!? pastinkalian bertanya seperti itu kan?" ucap Yuri dengan panjang lebar, keluarga Liuzzi pun menangguk kan kepala nya.


"Jadi sebenarnya dari perkataan dokter tadi kita bisa tahu bahwa Liuzzi sedang mengalami kemacetan darah alias kalo bisa di bilang kaya darah nya yang tadinya bergerak tiba tiba setop gitu, dan gua mau nanya, kenapa Liuzzi bisa jadi mengalami kemacetan darah!?"


"Mungkin ada penyebab kalau Liuzzi bisa saja di ikat kecang dibagian tangan atau kakinya, atau bisa saja karena kolesterol juga bisa, dan hal penyakit lainnya" ucap Yuri dengan santai nya, semua keluarga Liuzzi pun mengerti apa maksud yang di beri tahu Yuri.


"Ibu... ayah... abang kalian dimana!?" teriak Liuzzi yang membuat semua keluarga nya pun cemas dan langsung pergi ke dalam dengan cepat meninggal Yuri.


"Liuzzi kamu gak apa-apa kan nak!?" ucap ibu Liuzzi yang langsung memeluk anaknya, Liuzzi pun membalas pelukan sangat ibu sembari tersenyum.


Yuri pun melihat Liuzzi dengan keadaan lemasnya yang masih tetap bertahan untuk bisa memeluk keluarga nya itu, Yuri pun mendekati Liuzzi.


"Liuzzi mending lu tidur dulu kan lu lagi lemas gitu juga badan lu" ucap Yuri yang langsung memaksa Liuzzi untuk tidur, Liuzzi pun tidak ingin berbaring dulu untuk tidur tetapi Yuri tetap memaksa nya untuk berbaring dulu.


"Gua gak mau berbaring juga!"


"Lu harus tidur kalo gak gua pukul lu! cepet tidur sekarang!" teriak Yuri yang masih memaksa Liuzzi untuk berbaring.


"Gak mau!"


Krek...


Tiba-tiba, seseorang pun datang dan langsung membuka pintu itu dengan cepat, semua pun menatap tajam kearah orang itu.


"Desi, Bela!?" ucap Liuzzi, mereka pun langsung memeluk Liuzzi wajah mereka seperti seseorang yang cemas akan keadaan Liuzzi, Liuzzi tahu bahwa mereka hanya berpura-pura untuk terlihat baik di depan keluarga nya, Aditya pun langsung mendekati Desi dan Bela.


"Pergi lu! jangan ganggu adek gua! pergi lu daris ini sekarang!" teriak Aditya yang membuat Desi dan Bela kebingungan mengapa Aditya bisa membela adiknya dari pada mereka.


"Kamu kenapa Aditya!? akua da salah ya sama Bela, sampe kamu marah banget kaya gini!?" ucap Desi dengan nada lembut nya yang ingin membuat hati Aditya luluh.


"Cik! gua jijik tahu gak sama rayuan g*bl*k lu, lu rayu aja cowok lain!" teriak Aditya, Liuzzi pun terkejut melihat abang nya yang sudah ingin membela Liuzzi.


Wihh.... sinetron atau drama apa ya yang bakal gua kasih namanya!? tumben otak mereka gak eror kaya kemarin, ini pasti bakal seru!