My Two Annoying Brothers

My Two Annoying Brothers
Bab 22 : Mengulang



Lu perempuan baik Liuzzi, lu peduli ama anak kecil, gua jadi tambah pengen memiliki lu sepenuhnya... tapi apa daya gua sekarang gua udah gak berdaya, apa gua harus berjuang atau kalah begitu saja.


"Zen... ayo kit-" ucat Nay yang langsung melihat Zen sedang menatap Liuzzi, dan juga Yuri yang tengah asik Mak kan bakso di sana.


Oh!? jadi Zen melihat Liuzzi, sok-soan nyuapin anak kecil ya? baiklah gua punya rencana!


Tiba-tiba Nay pun langsung menarik tangan Zen dengan paksa, Zen pun terkejut dan terbangun dari lamunan nya itu, dengan paksa Zen ingin menarik tangan nya itu, tetapi sayang nya ia tidak bisa karena Nay telah menarik tangan nya dengan sekuat tenaga.


"Liuzzi hai" ucap Nay yang langsung merangkul tangan Zen, dengan kesal Zen pun hanya bisa terdiam saat Liuzzi dan juga Yuri melihat mereka berdua merangkul tangan mereka.


"Hai juga Nay... lu ngapain kesini?" ucap Liuzzi yang langsung membuat Nay terkejut bahwa Liuzzi sama sekali tidak cemburu akan mereka berdua untuk berjalan berduaan.


"Liuzzi lu gak usah sok akrab deh.... gua tahu lu pasti cemburu kan? kenapa gua sama Zen jalan berduaan" ucap Nay dengan sombongnya, Yuri pun menatap Nay dengan rasa jijik nya.


"Heh! lu pikiran, emang dengan cara lu jalan berdua geh, lu pegangan tangan geh kaya orang mesra, itu gak bakal buat Liuzzi cemburu ngerti!!" teriak Yuri, yang membuat Nay pun merasa kesal dengan perkataan Yuri.


"Ba*ot lu! dasar orang sok gaya, cupu!" teriak Nay yang membuat Joy pun langsung tekejut dengan ucapan Nay, Joy pun langsung menghentikan makan nya dan mulai melaut wajahnya.


"Kak jahat!! belani-belani nya kak jahat bilang kak Yuli itu cupu dan sok gaya!" ucap Joy dengan tegas yang membuat Liuzzi pun tekejut serta Yuri yang merasa ia dibela.


"Joy jangan gitu yah.... ngomong nya" ucap Liuzzi yang langsung mengusap kepala Joy dan menutup mulutnya, Yuri pun langsung memeluk Joy dengan erat.


"Tapi kak itu jahat, dia ngatain kak Yuli!" yeriak Joy yang membuat Nay pun langsung memasang wajah kesalahannya kepada Joy, yang membuat Liuzzi pun langsung berdiri dihadapkan Nay.


"Lu bisa gak sih, gak usah bikin anak kecil jadi salah sikap gini gegara loh!! mending sekarang Zen, Lu bawa dia pergi dari sini!!" teriak Liuzzi yang membuat Zen pun langsung menarik tangan Nay dengan cepat pergi dari hadapan Liuzzi.


"Kak Yuli gak apa-apa kan?" tanya Joy yang langsung memeluk balike Yuri dengan lembut, Liuzzi pun tersenyum melihat mereka berdua saling menyayangi satu sama lain.


Gua jadi keinget sama abang Aditya sama Kenan, selalu membuat ulah, selalu sama-sama jahil, rasanya pengen itu terjadi lagi, meskipun emang agk nyebelin sih kedua abang gua itu, tapi gua sayang sama mereka


"Liuzzi ayo geh kita balik aja, keburu malam" ucap Yuri yang langsung menggendong Joy, Joy dengan senang pun pergi bersama Liuzzi dan juga Yuri.


Disepanjang perjalanan mereka selalu tertawa dan selalu menceritakan tentang diri mereka satu sama lain, menceritakan kisah bahagia mereka dan juga kisah yang membuat mereka sedih.


"Wah... lihat ada orang+orang, ramai banget kak" ucap Joy yang langsung keinginan mampir ke taman itu, melihat wajah Joy yang begitu ingin pergi kesana Liuzzi pun langsung menawarkan ingin mampir kesana sebentar.


Mereka bertiga pun duduk di sebuah kursi yang terletak di taman itu dengan santai nya, menghirup udara segar dan melihat beberapa bunga dan juga pohon disana, semua orang selalu berkumpul disana membeli cemilan yang berada di pinggir taman.


"Liuzzi gua mau ngomong sesuatu sama lu" ucap Yuri yang membuat Liuzzi pun langsung ingin mendengarkan perkataan Yuri.


"Ya lu mau bicara apa emang nya?"


"Lu tadi pas gua sama Joy nyamperin lu, lu kaya punya masalah, emang lu punya masalah apa?" ucap Yuri yang membuat Liuzzi pun terkejut Yuri mengetahui bahwa ia memiliki masalah hari ini.


"Gua sebenarnya... bertengkar lagi ama abang gua" ucap Liuzzi yang langsung memasang wajah datarnya, Yuri dengan bingung nya mengapa Liuzzi selalu bertengkar kepada kedua abang nya.


"Lah!? lu kenapa lagi sih bertengkar mulu dah perasaan gua?" ucap Yuri yang langsung membuat Liuzzi pun terdiam dan mengingat wajah Desi dan juga Bela.


"Sebenarnya abang gua itu punya pacar, dan pacar nya itu adalah calon kak ipar gua, jadi gua, sebenarnya gua gak setuju kalo abang gua bakal nikah sama pacarnya abang gua" ucap Liuzzi dengan wajah lesunya, Yuri sontak terkejut dengan perkataan Liuzzi barusan.


"Hah!? jadi kedua abang lu itu udah punya calon, dan calonnya itu adalah pacar abang lu sendiri?" tanya Yuri yang ingin memastikan ucapan Liuzzi, Liuzzi pun menganggukan kepalanya.


Ja-jadi abang Aditya, udah punya calon istri ya, jadi gua gak bisa deket sma dia lagi dong, gegara dia udah punya calon, gua gak malu menganggu hubungan mereka lagi, nanti dibilang pengganggu lagi...


"Tapi kak Luzi, kak Yuli suka sama seseolang, katanya dia itu cinta pertama kak Yuli tahu" ucap Joy yang membuat Yuri pun langsung menutup mulutnya agar tidak berbicara lagi, Liuzzi sontak terkejut dengan perkataan Joy barusan.


"Liuzzi lu gak usah denger kata-kata si Joy ya, diamah kan masih kecil juga, jadi dia gak tahu apa-apa" ucap Yuri yang langsung panik, Liuzzi dengan wajah curiga nya membuat Yuri semakin panik, sedangkan Joy hanya bisa diam karena mulutnya ditutup oleh Yuri.


Kak Yuli gak mau jujul sama kak Luzi, padahal kak Yuli suka sama abang nya kak Luzi, aneh banget yah?


"Yang bener lu Yuri, jangan bohong sama gua?" tanya Liuzzi yang ingin menyakinkan ucapan Yuri, Yuri pin langsung menanggukan kepala sembari tersenyum.


"Apa jangan-jangan lu suka sama abang gua!? yaitu abang Aditya!?" tebak Liuzzi yang membuat Joy pun langsung membulatkan matanya, yang ingin berbicara kepada Liuzzi bahwa perkataan nya itu sama sekali benar.


"Apa-apan sih lu Liuzzi, aneh banget? banyak kali cowok di dunia ini" ucap Yuri yang langsung memasang wajah cemberut nya, Joy pun langsung bernafas dengan lega karena Yuri sudah melepaskan mulutnya.


Gua tahu lu suka sama abang gua kan.... Yuri lu jangan berpura-pura gak deh? tapi sayang nya lu gak bisa dapatkan dia karena abang gua pada keras kepala dan gak ada yang mau percaya ama omongan gua