My Two Annoying Brothers

My Two Annoying Brothers
Bab 36 : Nay Harus Dengan Zen!



Maksudnya dia apaan sih!? dan ngapain dia narik leher baju gua!? kan guanya jadi ke cekik kaya gini!


"Lepas-lepas ini Na-nayyy!" teriak Liuzzi dengan nafas yang semakin lama menipis, rasa jantung mulai berdekup kencang, Yuri yang mendengar teriakan Liuzzi pun segera menghampiri dari mana suara itu berasal.


"Nay lepasin Liuzzi sekarang!!" teriak Yuri yang langsung menemukan tempat Nay dan Liuzzi berada, Nay yang melihat Yuri pun melepas cekikan itu dan Yuri pun mulai mendekati Liuzzi yang mulai kesakitan dan kesesakan karena kehilangan banyak oksigen.


"Liuzzi kamu gak apa-apa kan?" tanya Yuri dengan panik, Nah pun membalikkan bola matanya dengan kesal Yuri dan Liuzzi pun bangun.


"Woi g*bl*k!! lu itu t*l*l atau gimana!? lu mau bun*h orang ya!" teriak Yuri dengan emosi, Liuzzi pun menepuk bahu Yuri untuk tidak marah-marah, Liuzzi berusaha semaksimal mungkin untuk bisa berbicara kepada Nay.


"Nay!? emang kenapa lu sampe nyekik gua kaya gini? emang gua ada salah? kalo ada salah bilang?" tanya Liuzzi dengan pelan-pelan mendengar kata yang dilontarkan oleh Liuzzi Nay pun mulai memasang ekspresi marah nya kembali, Yuri pun bersiap untuk melindungi Liuzzi dari perbuatan yang akan dilakukan oleh Nay lagi.


"Lu salah Liuzzi! gak usah pura-pura g*bl*k deh!? gua tahu lu kasih berita tentang pertunangan itu sama si Zen kan!? makanya gua sampe dimarahin gara-gara lu!" teriak Nay yang langsung menyalahkan perbuatan Nay kepada Liuzzi, soontak membuat Yuri naik tensi, mendengar perkataan Nay berusan.


"Eh!? apa lu bilang!? jadi Zen marah gara-gara Liuzzi, makanya lu dimarahin iya!? sadar diri g*bl*k udah tahu salah malah nyalahin orang bodoh!!" teriak Yuri dengan wajah kesalnya, Liuzzi pun menutup mulut Yuri agar tidak berbicara dulu.


"Sabar ya Yuri aku mau ngomong dulu sama Nay ok" bisik Liuzzi di dekat telinga Yuri, Yuri pun mulai menenangkan dirinya dan Liuzzi pun mulai mendekati Nay.


"Emang.... aku yang nyebarin berita itu? emang Zen sampe marah kaya gitu tuh karena pengumuman yang kamu bilang kan? Zen pasti gak suka jika kamu memberi tahu tentang pengumuman itu" ucap Liuzzi dengan pelan, Nah pun dengan kesaknya memutar bila matanya lagi, Liuzzi dengan tenang oun menarik nafas nya.


"Nih aku kasih tips biar kamu deket sama Zen" ucap Liuzzi yang langsung tersenyum tipis kepada Nay, Nay pun terkejut ketika mendengar perkataan Liuzzi yang ingin memberi sebuah harapan agar ia bisa dekat dengan Zen.


"Be-benarkah!?" tanya Nay dengan perasaan senang smenari meneteskan airmata nya yang mulai berjatuhan, Liuzzi pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


"Baiklah memang apa tipsnya?" tanya Nay yang semakin bersemangat mendengar perkataan Liuzzi, Yuri yang merasa bahwa Liuzzi berhasil memenangkan Nay pun ikut senang dan juga tenang.


"Zen paling gak suka orang yang manja, dia paling gak suka orang yang caper" ucap Liuzzi, Nay pun membulatkan matanya mengingat kejadian dirinya dengan Zen yang manja seperti anak kecil.


"Nay!? kenapa bengong" ucap Liuzzi yang pura-pura tidak mengetahui apa-apa soal masa lalu Nay, sebenarnya Liuzzi tahu tentang masa lalu Nay yang sangat sadis.


Dalam cerita aslinya Liuzzi sebenarnya akan berhubungan dengan Zen, bukan dengan Nay, Liuzzi akan menjadi cinta sejati Zen untuk selamanya, tetapi di dalam novel Nay masih tidak terima sehingga ia akan menjadi orang gi*a setelah Liuzzi berhubungan dengan Zen.


Gua gak mau semua tokoh harus menderita sesuai dengan alur cerita aslinya, maka dari itu gua harus membuat Nay bisa luluh dari Zen, dan meskipun Liuzzi sekarang tidak mempunyai pasangan, ya... kan gak selamanya orang jomblo kan!?


Lagi pula gua juga mau pengen cowok gua di dunia ini bukan Zen, kaya gak ada yang lain aja, kan masih banyak, kalo gua cari juga pasti ada, gua ubah alur ini semua Toko akan hidup bahagia! dan yang paling penting gausah masih hidup dan bernafas aja dah cukup cuy....


"Gak kenapa-kenapa ko, terus tipsnya udah itu doang gak boleh manja dan caper!?" tanya Nay yang membuat Liuzzi pun terbangun deri bengong nya itu, Liuzzi pun menganggukkan kepalanya yang membuat Nay merasa bahwa dirinya tidak akan bisa berubah.


"Aku rasa kayanya aku gak bakal bisa berubah deh... soalnya aku pernah melakukan kesalahan, kalo aku tiba-tiba berubah kan jadi aneh aja gitu, dianggap yang enggak-enggak nantinya sama Zen?" tanya Nay dengan wajah nya yang melemas, Liuzzi pun mulai tersenyum dan menepuk bahu Nay.


"Jangan kaya gitu, kalo lu berjuang untuk yang kamu cintai pasti akan berhasil nanti nya, jadi jangan nyerah dan tetap berusaha, pasti orang itu akan menyadari bahwa lu udah berusaha buat dia, ohey!" tegas Liuzzi yang nada yang penuh semangat, Nay pun tersenyum kepada Liuzzi dan langsung memeluk Liuzzi, Yuri pun tersenyum dari kejauhan melihat Liuzzi dan Nay mulai berbaikan.


Syukur lah mereka mulai berbaikan, semoga Liuzzi dan Nay bisa berteman lagi tetapi dengan sifat tulus mereka


"Liuzzi maaf kan perbuatan gua waktu dulu, yang ingin membalas dendam pada lu dan juga teman-teman gua, yang ingin mengambil yang lu saja, terimakasih lu udah mau bantu gua" ucap Nay yang langsung tersenyum, Liuzzi pun membalas pelukan itu.


"Ya sama-sama, lu juga harus berjuang demi orang yang lu sayangin, tapi inget jangan terlalu terobsesi aja" ucap Liuzzi yang membuat Nay menyadari bahwa sikapnya yang ingin mendapat Zen terlalu berlebihan.


Ya... gua tahu Nay seorang yang sangat mudah terobsesi, maka dari itu gua harus menggunakan Nay untuk mendekati Zen dan langsung berhubungan baik lalu menikah, jadi gua gak nikah deh sama si Zen, lagi pula didalam novel Liuzzi masa mau nikah muda, ya gua kan gak mau, jadi gua ubah aja lah...


Disisi Desi dan juga Bela yang tengah duduk di sebuah kantin, sembari membawa kertas kecil itu yang berisikan sebuah tulisan ancaman dari Liuzzi.


"Gimana weh!? apa kita turuti aja apa yang dia mau!? ya mana tahu surat itu bukan surat dari dia!? mungkin dia mau ngajak makan aja!?" ucap Desi dengan santainya sembari menekankan jarinya di ponsel.


"Ok kita Terima aja ajakan di Liuzzi, kalo si Liuzzi benar-benar tahu rencana kita, kita harus segera melakukan tindakan lanjutan!" ucap Bela yang langsung mengetik pesan untuk Liuzzi.