My Two Annoying Brothers

My Two Annoying Brothers
Bab 66 : Kepercayaan Kenan



Lihat aja lu dasar anak polos, gua bakal cekik lu lebih dalam! karena lu berurusan dengan gua!


"Ayo temenan-teman kita pergi ke tempat Yuri sekarang berada!" teriak para dokter itu yang ingin melancarkan aksi mereka untuk memberikan pelajaran kepada Yuri.


Disisi Kenan yang tengah bekerja seperti biasanya di kantor, pada saat jam istirahat kantor, semua para pekerja disana bertebaran keluar untuk mencari makan siang, Kenan yang hendak ingin menaruh beberapa berkas di ruangan bosnya itu.


Tiba-tiba Kenan melihat Mirya berada di kantin yang duduk sangat berjahuan dengan para karyawan lainnya disana, Kenan pun langsung pergi begitu saja, melihat wajah murung Mirya yang tengah makan.


"Eh... lihat deh, si tukang penikung ana film sini nih! lagi makan sendirian" sindir salah satu karyawan di sana, yang membuat Mirya terdiam saja tanpa berkata apa-apa.


"Iya yah!? si penikung ada di sini nih... ko gak tahu diri amat deh jadi orang... udah nikung malah masih di sini lagi!" sindir karyawan lainya dengan tatapan sombongnya kepada Mirya.


Seketika tiba-tiba seseorang pun datang dan duduk di samping Mirya, Mirya pun terkejut dengan kedatangan seseorang itu, dan rupanya itu adalah Kenan yang membawa makan siang nya dan langsung duduk begitu saja di samping Mirya.


"Siang Mirya, lama udah gak ketemu ya... padahal baru aja kemarin di rumah sakit, aku langsung rindu sama kamu" ucap Kenan yang berniat untuk membuat Mirya senang kembali, tetapi Mirya menganggap bahwa Kenan sedang bergombal kepadanya.


"Lu gombal gua ya!? gak mempan buat gua mah sama gombal lu!" ucap Mirya dengan nada tegasnya, Kenan pun berfikir apakah ia melakukan kesalahan.


Ia pun langsung memberikan sebuah makan berbentuk hati kepada Mirya, yang sontak membuat para karyawan lain terkejut, melihat apa yang diberikan oleh Kenan kepada Mirya, Mirya sendiri tidak tahu bahwa Kenan membawa kue.


"Nih tanda Terima kasih gua sama Lukas gua lagi di gerombolin sama para pereman di jalan, untung nya lu lihat gua waktu itu, kalo gak entah gimana nasib gua" ucap Kenan yang membuat Mirya salting kepada Kenan.


Semua para karyawan melihat kejadian itu dan mendengarkan semua obrolan mereka, yang membuat salah satu karyawan itu sangat iri kepada Mirya.


"G*la... dia sampe di gituin sama orang tertinggi di perusahaan ini anjirr!" bisik salah satu karyawan disana salah satu karyawan lain pun menjawab ucap teman nya itu.


"Dih!? ngapain lu iri sama dia!? dia kan orang penikung alias orang yang gak setia sama pasangan nya, cewek kaya dia tuh gak bakal punya cowok deh... gua mah yakin" ucap salah satu karyawan itu dengan nada santainya, semua para karyawan itu tertawa yang membuat Mirya langsung menundukkan kepalanya.


Kenan pun merasa bahwa Mirya sedang di bully oleh para karyawan lainnya itu, Kenan pun langsung menghentakkan tangan nya ke meja, yang membuat semua para karyawan itu terdiam.


"Apa yang kalian barusan omongan ha! kalian gak tahu diri atau emang gak punya hati!" teriak Kenan yang membela Mirya, semua para karyawan itu pun langsung terdiam.


Salah satu karyawan pun berdiri untuk membela para teman-temanya itu, dan memberi tahu semuanya tentang Mirya.


"Lu kayanya gak tahu soal ini Kenan... lu harus tahu tentang cerita ini! si Mirya ini tuh memang penikung dia kalo sama cowok lain selalu berduaan alias selingkuh!" teriak karyawan itu dengan wajah kesalnya.


Kenan pun terdiam terkejut mendengar ucapan para karyawan itu, ia pun langsung menengok ke arah Mirya yang langsung menundukkan kepalanya dan tiba-tiba mengeluarkan air mata lalu menangis.


"Mirya..." ucap Kenan dengan nada pelanggan, Mirya pun langsung pergi dengan cepat dari hadapan mereka semua, Mirya pun berlari menuju kamar mandi.


"Selama intgua seperti orang pengecut, gak bisa gua lawan! cuman gegara humor itu, Kenan jadi gak suka sama gua!" teriak Mirya di kamar mandi, tiba-tiba seseorang pun masuk dengan cepat Mirya pun langsung menghapus air mata nya itu.


Dan seolah-olah dia baik-baik saja, tetap siapa sangka Mirya pun langsung terkejut melihat dari cermin kamar mandi, karena Kenan menghampiri nya dan langsung memeluk nya dari belakang.


Mirya pun disitu hanya terdiam, air mata mulai menetes lagi dari pipinya, Kenan pun langsung berbisik tepat di telinga Mirya.


"Gua bakal selalu berteman sama lu, gua gak bakal benci mau pun menjauh dari lu, karena gua percaya kali itu hanyalah humor" ucap Kenan semabri tersenyum, melihat Kenan tersenyum kepadanya, ia pun membalas nya.


Kenan pun langsung menghapus air mata Mirya, yang membuat jantung Mirya berdegup dengan kencang, karena tingkah Kenan yang membuat nya semakin suka.


"Kenan kanapa lu percaya sama gua!? kalo humor itu benar gimana!?" ucap Mirya, Kenan pun berfikir terlebih dahulu.


"Kali misalnya humor itu beneran, gua bakal tetep teman sama ku, gua gak bakal jauhin lu ko" ucap Kenan yang langsung tersenyum kepada Mirya.


Setelah mereka keluar dari kamar mandi, mereka pun langsung pergi dan mengerjakan tugas nya kembali karena waktu istirahat telah habis.


Disisi Liuzzi yang telah membereskan beberapa buku para mahasiswa nya itu, Liuzzi pun dikejutkan oleh Mikael yang berpas-pasan di koridor kampus.


"Lah!? lu lagi... hadeh... kenapa sih yang gak muncul itu orang paling tampan di dunia, dari pada yang muncul itu orang jelek dan gak jelas!" sindir Liuzzi dengan nada kesalnya, Mikael yang merasa bahwa Liuzzi sedang meledak nya oun langsung kesal.


"Heh! maksudnya lu apa!? maksudnya gua itu orang nya jelek gitu! lu emang gak ngaca diri lu jelek juga!" teriak Mikael dengan wajah nya yang kesal.


"Gua itu tuh cantik, banyak cowok yang suka sama gua, gak usah sok sembarangan ngomong ya lu!" teriak Liuzzi dengan kesal, Mikael pun tertawa mendengar ucapan Liuzzi.


"Kalo lu cantik... seharusnya lu itu udah gak jomblo dong sekarang" ucap Mikael, tiba-tiba seorang mahasiswa pun mendorong Mikael yang membuat Liuzzi dan Mikael pun hampir berdekatan.


Kenapa jantung gua berdegup kencang gini, kalo gua deket banget sama si Mikael!?


"Ish! apa-apa sih lu! kenapa ku masih belum menjauh juga!?" teriak Liuzzi yang langsung mendorong Mikael lagi, Mikael pun masih masih terdiam dan langsung pergi begitu saja dari hadapan Liuzzi.


"Woi! lu ngapain pergi gitu aja g*bl*k!" teriak Liuzzi dari kejauhan sembari menatap Mikael.


Lu gak tahu aja sih Liuzzi, ketika gua deket banget sama lu lu kelihatan cantik... lu bikin gua salting Liuzzi...


Baca karya teman ku yakin bikin kalian juga makin penasaran...