
"Dih!" teriak Liuzzi dan dosen laki-laki itu yang bernama Mikael.
"Hahahaha, ya sudah kalo begitu Mikael kamu pergi duluan aja ngajar sana gini, kan jan pelajaran kamu ada dua" ucap Ibu dosen itu, Mikael pun pamit, dan langsung menatap tajam kearah Liuzzi, Liuzzi pun membalas tatapan tajam nya itu.
"Liuzzi kamu mau pengen tahu gak kenapa Mikael bisa kerja hadi dosen di sini!?" ucap Ibu dosen itu untuk menawarkan Liuzzi mendengar cerita Mikael.
"Idih saya sih ogah bu buat denger cerita dia" ucap Liuzzi yang langsung membuang mukanya itu, ibu dosen pun langsung menyelengkan kepalanya.
"Jika kamu pengen denger ayo gak apa-apa ko Liuzzi, ibu tahu kalo kamu juga penasaran iya kan?" ucap ibu dosen itu yang langsung duduk, Liuzzi pun langsung duduk disamping ibu dosen nya itu.
"Sekarang ibu cerita ya sama kamu" ucap ibu dosen itu yang langsung memulai cerita nya itu.
Flashback On
Di rumah sakit cendana, yang terletak di tengah kota, terdapat seorang pasien yang terluka parah dibagian kakinya itu dengan cepat dibawa oleh dokter untuk bisa cepat dirawat, Mikael yang hanya bisa menangis disana.
Melihat adik kesayangan nya itu, mengalami kecelakaan di bagian kaki nya itu, Mikael yang hanya bisa meminta pertolongan dari Tuhan dan juga para medis yang tengah berusaha untuk mengobati adik nya itu.
Kenapa! kenapa gua jadi abang yang bodoh buat adik gua sendiri sih! kenapa gak gua aja yang ketabrak, kenapa harus adik gua!
Setelah beberapa menit kemudian, suster pun datang menghampiri Mikael, Mikael pun langsung terburu-buru untuk menanyakan tentang keadaan adik nya sekarang.
"Suster gimana dengan adik saya!?" ucap Mikael yang mulai frustasi, suster itu pun memberikan sebuah surat tagihan yang harus Mikael bayar.
Mikael lantas terdiam melihat suster itu hanya terdiam dan langsung memberi surat itu kepada Mikael, Mikael pun langsung membuka isi surat itu.
Tagihan rumah sakit cendana, biaya operasi kerusakan tulang kaki sebesar 30jt! jika tidak dibayar dalam kurum waktu 3 hari, pelepasan selang oksigen dan juga pelepasan pengobatan akan dilakukan!
Mikael pun terkejut setelah melihat tanda catatan di bawah surat itu, ia pun syok ia pun langsung berlari menuju meja administrasi rumah sakit disana.
"Suster apa ini bener jika tidak membayar uang administrasi selama 3 hari akan dilakukan pencabutan selang oksigen dan juga pelepasan pengobatan!?" ucap Mikael yang langsung menunjukkan surat itu kepada suster.
"Iya dek syarat itu sudah berlaku, jadi jika tidak dibayar maka kami akan melakukan tindakan ini" ucap suster itu dengan santai nya yang membuat Mikael tiba-tiba emosi.
"Tapi suster seharusnya tugas dokter adalah merawat pasien terlebih dahulu! mengapa pembayaran administrasi yang harus di dahulukan! bagaimana jika adik saya tidak selamat!" teriak Mikael dengan emosi yang membuat semua orang disana melihat kearahnya.
"Maaf dek, tapi ini sudah kebijakan pihak rumah sakit, jadi adek harus bayar tagihan nya dulu baru nanti akan kami obat" ucap suster itu yang membuat Mikael semakin emosi dengan perkataan suster yang berhubungan dengan peraturan rumah sakit itu.
"Bisa gak kalo saya bayar 5jt dulu, lalu nanti sisanya akan saya bayar jika pengobatan adik saya sudah sembuh!?" ucap Mikael, suster itu pun menyelengkan kepalanya.
"Tolong suster selamat adik saya terlebih dahulu! kenapa harus memikirkan uang nya dulu sih suster! kalian dasar gak punya hati!" teriak Mikael yang langsung berlari menuju ruangan adik nya itu.
Ibu, ayah bagaimana ini, aku tidak bisa membayar tagihan rumah sakit itu sebesar 30 jt! bagaimana aku bisa membayar nya" ucap Mikael yang menangis sembari memeluk adik nya itu, dengan luka di kakinya yang masih belum diobati.
Seseorang pun langsung masuk begitu saja keruangan Mikael, yang membuat Mikael pun langsung menengok kearah belakang, ia pun terkejut dengan kedatangan kepala sekolah nya itu kedalam ruangan nya.
"Pak kaspek!? kenapa bapak ada di sini pak!? ko bapak tahu saya ada di sini pak!?" tanya Mikael, sembari menghapus air mata nya itu, dan mulai nyalim tangan pak kepala sekolah nya itu.
"Iya tadi kebetulan bapak lihat kanu teriak-teriak di depan meja administrasi rumah sakit kebetulan juga bapak lagi kontrol kesehatan di rumah sakit ini, jadi bapak pengen nawarin kamu sesuatu ke kamu, tapi kalo kamu mau aja sih" ucap kepala sekolah itu.
"Memang apa yang pengen bappak tawaran kepada saya pak!?" tanya Mikael semakin kebingungan, kepala sekolah itu pun langsung mendekati Mikael.
"Mau gak kalo bapak bakal bayar uang rumah sakit buat adik kamu, tapi dengan syarat kamu harus, balas uang ganti itu" ucap pak kepala sekolah itu yang membuat Mikael langsung bangkit dan mempunyai semangat lagi.
"Beneran pak!? memang apa pak balasan nya!? saya mau-mau saja agar adik saya bisa sembuh pak" ucap Mikael yang langsung bersemangat lagi.
"Kamu harus jadi dosen di kampus kamu, jadi kamu kerja sambil kuliah, jadi jika kamu setuju bapak akan bayar sekarang" ucap pak kepala sekolah itu yang membuat Mikael terkejut dengan persyaratan itu.
"Apa saya harus menjadi dosen dan mengajar mahasiswa!? tapi kan saya dan teman-teman saya mempunyai kepintaran yang sama pak!? saya juga masih belum bisa mengajar" ucap Mikael yang masih tidak percaya.
"Jadi kamu mau gak!? kalo gak mau erima persyaratan nya ya udah..." ucap pak kepala sekolah itu, yang membuat Mikael pun berfikir sejenak.
Demi adik gua, gua bakal turuti apa yang dibilang sama pak kaspek!
"Baiklah demi adik saya, saya akan lakukan apa yang bapak mau!" ucap Mikael dengan nada tegas, pak kepala sekolah itu pun tersenyum sembari mengusap kepala Mikael.
Flashback Off
"Jadi seperti itulah cerita nya" ucap Ibu dosen itu, Liuzzi pun hanya terdiam mendengar perkataan dosen nya itu.
Jadi dia bekerja cuman buat biaya rumah sakit adiknya aja, dia jadi dosen di kampus ini!? dia cowok yang hebat
Mampir di karya teman ku ya...