My Lovely Neighbour

My Lovely Neighbour
akhirnya



Begitu kedua orang tua Revi sampai rumah, Revi langsung menceritakan kejadian yang baru menimpanya. Tentu bu Lusi dan pak Wandi merasa sangat marah.


Bu Lusi kemudian menenangkan Revi. “Kamu yang sabar ya Revi. Kamu masih bersyukur dia belum memperkosa kamu,” jelas bu Lusi.


“Iya Ma. Syukurnya ada mas Rafa. Kalau tidak ada mas Rafa, Revi nggak tau lagi apa yang akan terjadi,” jawab Revi.


Sampai di dalam kamar bu Lusi langsung ngomong berdua dengan suaminya.


“Pokoknya mama nggak mau Pa, Revi menikah dengan Dandi. Pernikahan mereka harus kita batalkan,” ucap bu Lusi emosi.


“Papa juga berniat seperti itu Ma. Kasihan nantinya Revi kalau mempunyai suami bejat seperti Dandi. Lebih baik kita batalkan dari sekarang, dari pada menyesal nantinya,” ucap pak Wandi.


***


Keesokan harinya pak Wandi dan bu Lusi langsung pergi ke rumah orang tua Dandi. Mereka disambut ramah oleh maminya Dandi yang merupakan teman lama pak Wandi. Tapi sayangnya pada saat itu Dandi tidak berada di rumah. Dia belum pulang dari kantor padahal sudah malam.


Kemudian pak Wandi dan bu Lusi menceritakan kejadian yang telah menimpa Revi semalam sore. Bu Shella merasa terkejut mendengar penjelasan pak Wandi. Awalnya bu Shella sempat tidak percaya. Dia tidak menyangka kalau anaknya akan berbuat sebejat itu.


Saat mereka sedang ngobrol tiba-tiba bu Shella juga kedatangan tamu yaitu seorang wanita muda yang sedang hamil bersama kedua orang tuanya. Begitu masuk wanita muda itu memperkenalkan namanya dan ternyata namanya sama seperti maminya Dandi yaitu Shella. Ayah Sheila kemudian menjelaskan masuk kedatangan mereka. Sementara orang tua Revi masih berada di situ dan mereka mendengarkan pembicaraan itu.


Maminya Dandi langsung terduduk lemas mendengar penjelasan tamu yang baru datang. Dengan perasaan kecewa bu Shella akhirnya memutuskan untuk menikahkan Dandi dengan Sheila dan memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada keluarga Revi atas kelakuan yang telah diperbuat Dandi.


***


Begitu Dandi pulang ke rumah, bu Shella langsung marah besar pada putranya.


“Dasar anak tidak tau diri. Percuma aku membesarkanmu, menyekolahkanmu sampai ke luar negeri kalau kelakuan kamu bejat seperti ini Dandi. Kamu telah mencoreng wajah mami, Dandi,” ucap bu Shella sambil menangis.


Dandi yang baru masuk rumah hanya bisa pasrah saat mamaminya memaki-makinya. Dia menyadari bahwa perbuatannya telah melukai perasaan maminya dan juga orang-orang yang dekat dengannya.


“Dalam waktu dekat ini kamu harus menikahi Sheila, Dandi.”


“Tapi Mi, Dandi kan akan menikah dengan Revi,” ucap Dandi.


“Keluarga Revi telah memutuskan hubungan dengan kamu Dandi.”


“Kenapa Mi?” tanya Dandi pura-pura tidak tau.


“Kamu jangan pura-pura bodoh Dandi. Kamu telah mencoreng wajah mami, jadi kamu jangan banyak lagi bicara. Pokoknya kamu turuti saja kemauan mami. Kalau kamu sampai mengecewakan mami, mulai sekarang kamu harus angkat kaki dari rumah ini.”


Akhirnya Dandi yang merasa bersalah hanya terdiam sambil menunduk menyesali akan perbuatannya yang telah dilakukannya.


“Mulai sekarang kamu harus berjanji pada dirimu sendiri agar merubah kelakuan kamu yang memalukan itu Dandi,” ucap bu Shella sambil menangis.


Melihat maminya menangis, Dandi langsung mendekatinya dan langsung memeluk maminya.


“Maafkan Dandi, Mi. Dandi akan menuruti kemauan Mami walau pun harus menikahi Sheila.”


Mendengar ucapan Dandi yang kelihatannya menyesali perbuatannya, bu Shella langsung tersenyum puas melihat anaknya sudah mengakui kesalahannya.


***


Keesokan harinya pada saat bu Dian dan Kayla bermain di rumah Revi, bu Lusi bercerita tentang kekecewaannya karena putrinya tidak jadi menikah dengan Dandi.


“Saya sebenarnya merasa kecewa karena pernikahan Revi batal dan saya juga merasa malu karena Revi tidak jadi menikah Bu,” jelas bu Lusi.


“Ibu harus banyak bersabar ya. Mudah-mudahan Revi akan mendapatkan suami yang baik dan bisa menjadi imam di dalam rumah tangganya. Semua musibah yang kita hadapi pasti ada hikmahnya dibalik semua ini, yang penting Ibu harus sabar dan ikhlas menerima semua ini,” ucap bu Dian menenagkan bu Lusi.


“Kita sebagai orang tua memang merasa bingung ketika anak kita belum menemukan jodohnya, tapi yakinlah Bu, suatu saat pasti Revi menemukan jodoh yang terbaik.”


“Mudah-mudahan saja ya Bu, doakan ya Bu.”


“Saya juga bingung sekarang ini Bu,” ucap bu Dian.


“Kenapa bingung bu Dian?” tanya bu Lusi heran.


“Saya bingung karena Rafa belum menemukan mama buat Kayla.”


“Berarti kita sedang bingung memikirkan anak kita ya Bu,” ucap bu Lusi sambil tertawa.


Bu Dian pun ikut tertawa dan kemudian keduanya pun terdiam bermain dengan pikirannya masing-masing.


‘Gimana kalau Rafa aku jodohkan dengan Revi,’ batin bu Dian.


“Maaf ya bu Lusi sebelumnya. Ibu mau nggak besanan dengan saya?” tanya bu Dian.


“Maksud Ibu gimana?” tanya bu Lusi heran.


“Maksud saya, gimana kalau Rafa kita jodohkan dengan Revi,” jelas bu Dian.


Bu Lusi langsung tersenyum mendengar penjelasan bu Dian. Setelah berpikir sesaat akhirnya bu Lusi pun tertawa.


“Saya setuju sekali Bu,” jawan bu Lusi.


“Tapi saya masih ragu Bu?” ucap bu Dian.


“Ragu kenapa Bu?” tanya bu Lusi.


“Apa Revi mau menikah dengan Rafa yang seorang duda?” tanya bu Dian ragu.


“Gimana kalau kita sampaikan aja niat kita pada mereka berdua. Apalagi Revi sangat sayang pada Kayla.”


***


Setelah keinginan bu Dian dan bu Lusi disampaikan, keduanya langsung menerima keinginan orang tua mereka. Bu Dian dan bu Lusi sempat merasa heran karena permintaan mereka langsung diterima tanpa ada penolakan dari Rafa maupun Revi karena mereka tidak tahu sebenarnya antara Rafa dan Revi saling mencintai.


Setelah Revi dan Rafa setuju menikah, hari pernikahan pun langsung ditentukan.


Hari yang ditunggu-tunggu pun tiba. Rafa dan Revi akan melangsungkan pernikahan hari ini tepat hari Minggu jam sembilan pagi.


Setelah para undangan hadir, ijab kabul langsung dimulai. Wajah ceria dan bahagia terpancar pada kedua mempelai yang duduk bersanding dan akan melangsungkan pernikahan. Tidak ketinggalan dengan Kayla yang duduk di samping Revi merasa sangat bahagia karena akan mempunyai mama baru yang begitu menyayanginya.


Setelah acara ijab kabul selesai digelar, Revi langsung mencium tangan suaminya.


“Terima kasih Sayang, kamu mau menjadi mama buat Kayla,” ucap Rafa.


“Aku juga berterima kasih sama kamu Mas karena bisa menikah dengan orang yang aku cintai.”


Keduanya saling memandang dan saling tersenyum. Rafa kemudian mencium ujung kepala istrinya.


Kebahagiaan sedang menyapa keluarga kecil Rafa. Dengan langkah pasti keduanya berjanji akan mengarungi baterai rumah sampai ajal menjemput keduanya.


-TAMAT-