
Keduanya langsung terdiam, hanya mata keduanya saling beradu pandang. Ingin sekali Revi meluapkan kerinduan sekaligus kebenciannya pada pria yang sudah berdiri di hadapannya.
Sedangkan Rafa menatap Revi dalam-dalam. Rasa kangennya yang selama ini dipendam sedikit demi sedikit terobati setelah melihat wajah Revi yang selalu hadir di setiap denyut nadinya. Rafa langsung menyunggingkan senyum manisnya membuat Revi jadi salah tingkah. Setelah beberapa saat saling berdiam diri, akhirnya Rafa mulai buka suara.
“Sehat Revi? tanya Rafa tidak lepas dari pandangannya.
Revi langsung menganggukkan kepalanya.
“Alhamdulillah, Mas sendiri gimana?”
“Seperti yang kamu lihat,” jawan Rafa singkat.
Keduanya merasakan perasaan yang sama yaitu sama-sama memendam perasaan rindu yang berkecamuk dalam jiwa mereka. Hanya untuk mengakuinya masih malu karena keduanya menyadari bahwa cinta yang mereka rasakan adalah suatu kesalahan besar. Rafa yang sadar bahwa telah melakukan kesalahan yaitu mencintai seseorang yang telah dimiliki oleh orang lain, sedangkan Revi merasa bimbang dan ragu dengan keputusannya yang telah menerima Dandi sebagai calon suaminya, sementara hatinya langsung melekat pada Rafa yang baru saja dikenalnya. Setelah beberapa saat diam, akhirnya Revi mulai bertanya.
“Ada apa Mas?”
“Rasanya nggak enak kita ngomong berdiri seperti ini,” ucap Rafa melirik ke bangku kayu yang ada di bawah pohon mangga.
“Ayo Revi kita duduk dulu biar enak ngobrolnya,” ajak Rafa sambil menarik tangan Revi.
Revi pun menurut saja ketika Rafa membawanya duduk di di bangku kayu itu. Dada Revi naik turun merasakan getaran dalam jantungnya. Keduanya bermain dengan pikirannya masing-masing.
Langit tampak cerah dengan bintang bertaburan di sana-sini. Bulan juga ikut menyaksikan keindahan alam semesta ini dengan sinarnya yang begitu terang walaupun di malam hari karena malam ini adalah malam bulan purnama, sehingga Rafa dapat menatap langsung wajah Revi yang cantik yang sekarang berada di sampingnya. Rafaa tak bosan-bosan melirik ke arah Revi yang sedang duduk di sampingnya, sementara Revi hanya menatap ke depan dan sesekali melihat ke langit yang bertaburkan bintang-bintang di angkasa.
“Mas, ada apa sebenarnya?” tanya Revi penasaran.
“Mas hanya mau tanya.”
“Tanya apa Mas?” tanya Revi tidak sabar.
“Pertama yang mau Mas tanyakan, apa salah mas dan kenapa sikap kamu belakangan ini berubah. Kalau memang Mas ada salah, Mas minta maaf. Tapi Mas nggak tahu kesalahan Mas di mana. Yang kedua yang ingin mas tanyakan sama kamu, tadi Kayla ada cerita katanya ada seorang wanita yang datang ke rumah terus marah sama kamu. Siapa wanita itu?” tanya Rafa penasaran.
Revi pun terdiam sesaat. ‘Kalau pertanyaan yang kedua mungkin bisa aku jawab, tapi pertanyaan yang pertama gimana aku menjawabnya. Kalau aku terus terang tentang melihat kemesraan mas Rafa dan bi Surti, pasti mas Rafa menuduh kalau aku cemburu. Aku nggak mau kalau mas Rafa tau bahwa aku mencintainya. Cukup aku aja yang tau dengan perasaanku karena aku juga nggak yakin kalau mas Rafa juga mencintaiku.’
“Memang tadi siang ada seorang wanita yang datang ke rumah Mas dan katanya dia mamanya Kayla,” jelas Revi.
“Mamanya Kayla? tanya Rafa tidak percaya.
“Iya Mas. Dia ngaku katanya mamanya Kayla. Tapi aku tidak tanya keperluannya apa,” jelas Revi.
“Kenapa dia marah sama kamu?”
Revi langsung menundukkan kepalanya. Hatinya sangat sedih mengingat kejadian tadi siang ketika wanita itu menuduh kalau Revi telah merebut Rafa dari wanita itu.
“Kenapa Rev? Kenapa dia marahin kamu,” tanya Rafa lagi.
“Aku juga nggak tau Mas.”
‘Bukankah mas yang udah cerita sama wanita itu tentang aku,’ batin Revi.
“Memangnya Mas ada cerita apa sama mamanya Kayla?”
“Mas nggak pernah ketemu dia lagi sejak kami bercerai. Kami sudah tidak pernah bertemu sampai saat ini,” jelas Rafa.
“Kenapa Rev? Kenapa kamu memandang mas seperti itu?” tanya Rafa heran.
‘Berarti aku telah salah menilaimu Mas. Ah, aku nggak boleh terlalu percaya begitu saja pada Mas Rafa. Buktinya aku pernah melihat sendiri bagaimana bejatnya kelakuannya Mas Rafa. Aku melihat sendiri dia bermesraan dengan pembantunya. Aku nggak boleh percaya begitu saja dengan ucapan mas Rafa.
“Wanita itu bilang apa sama kamu Rev?”
Revi yang ingat dengan kelakuan Rafa pada bi Surti langsung kesal sendiri.
“Nggak ada Mas,” jawab Revi santai.
“Tapi kata Kayla wanita itu marah, terus mengancam kamu agar nggak boleh datang ke rumah mas.”
Revi tidak langsung menjawab. Dia hanya menganggukkan kepalanya.
“Jadi kamu jawab apa?”
“Aku nggak mau meladeninya makanya aku langsung pergi aja.”
“Terus, wanita itu ngomong apa lagi?” tanya Mas Rafa lagi.
“Nggak ada Mas, hanya katanya Mas akan rujuk dengan dia,” jelas Revi.
“Apa? Akan rujuk? ucap Rafa dengan nada tinggi karena terkejut.
Revi langsung mencubit lengan Rafa karena takut suaranya terdengar sampai kamar mamanya.
“Mas jangan kuat-kuat suaranya, nanti didengar mama loh.”
Rafa yang gemes melihat Revi langsung menggenggam tangan Revi.
“Mas lepaskan...”
Rafa tidak bergeming, dia semakin mempererat pegangannya.
“Mas, apa-apaan sih? bisik Revi di telinga Rafa.
Melihat Revi mendekat saat berbisik, Rafa pun tidak dapat menahan gejolak di dalam jiwanya. Apalagi saat melihat bibir Revi hampir menyentuh telinganya. Rafa merasakan seperti ada aliran listrik yang menyengat ke dalam aliran darahnya, membuat bulu kuduknya langsung berdiri dan sentuhan yang sudah lama tidak didapatnya di malam ini sedang dirasakan. Rafa dengan cepat langsung menyambar bibir Revi, membuat Revi langsung terkejut karena ciuman Mas Rafa secara tiba-tiba. Revi sempat berusaha untuk menghentikannya tapi Rafa tidak memberi kesempatan untuk itu sampai akhirnya Revi pun pasrah dan membiarkan Rafa melakukan aksinya.
Keduanya yang sudah di mabuk cinta terlihat sangat menikmatinya. Kemudian ciuman Rafa semakin hangat ketika mulai turun ke leher, Revi langsung tersadar dan dia takut kalau aktivitas Rafa akan berlanjut lebih dalam lagi yang akan membuatnya merasa menyesal seumur hidup. Jika kesucian yang dijaganya selama ini diambil oleh yang bukan suaminya.
Buru-buru Revi menarik dirinya dalam dekapan Rafa. Rafa langsung tersadar dan kemudian memeluk Revi lagi.
“Maafkan mas ya Rev yang berbuat terlalu jauh.”
Revi sangat menyesali kejadian yang baru saja terjadi. Walaupun belum sampai titik akhir tapi ada penyesalan dalam batinnya karena segampang itu dia melakukan hal yang menyimpang. Revi tampak malu, menyesal dan juga sedih semua perasaan itu beradu menjadi satu.
Kemudian dia buru-buru bangkit dan meninggalkan Rafa tapi Rafa langsung menarik tangannya dan membenamkan kepala Revi di dalam dadanya yang bidang.
“Sekali lagi mas minta maaf ya Rev. Semua itu mas lakukan karena mas tidak bisa melupakanmu. Perasaan mas sakit kalau mengingat pernikahan kalian yang sebentar lagi akan dilaksanakan. Mas juga menyadari bahwa mas bukan siapa-siapa kamu, tapi kamu ada dalam hati mas. Mas udah berusaha menghilangkan semua perasaan ini, tapi mas nggak bisa. Mungkin mas salah mengambil sikap, tapi mas nggak bisa bohongi perasaan mas sendiri,” jelas Rafa.
Revi yang mendengarnya merasa senang tapi saat mengingat pernikahannya yang sebentar lagi akan dilaksanakan Revi merasa sedih karena cinta mereka tidak akan bersatu.