My Lovely Neighbour

My Lovely Neighbour
Kesedihan Nazwa



Wajah Nazwa pucat menahan rasa takut kalau sampai rahasianya bocor karena Nazwa tau sendiri bagaimana tempramen suaminya yang kalau sudah marah mau memukul.


Sebenarnya Nazwa merasa tertekan dengan pernikahannya yang sekarang, tapi tidak ada pilihan bagi Nazwa karena kehidupannya yang kelam dulu membuatnya harus kehilangan semua orang yang dicintainya termasuk kedua orang tuanya sendiri. Sekarang Nazwa hidup sebatang kara yang tidak mempunyai sanak keluarga. Hanya suaminya saja.


Walaupun suaminya kejam dan suka memukul, tapi Nazwa berusaha mempertahankan pernikahannya karena dia tidak mau hidup dalam bergelimangan dosa seperti saat dijual oleh suaminya sendiri yaitu Rizky yang merupakan suami kedua dari pernikahannya. Untuk itu Nazwa selalu lebih berhati-hati dalam melakukan tindakannya.


“Maaf Mas, aku pergi sendiri aja. Lagian Mas kan masih capek,” jelas Nazwa hati-hati.


“Demi istri mas, mas nggak merasa capek kok Sayang,” ucap suami Nazwa.


‘Aku harus ngomong apa lagi. Ya Allah, tolonglah berikan jalan keluarnya,’ batin Nazwa dalam hati.


“Mas, aku hanya sebentar aja kok. Lebih baik Mas istirahat aja. Aku nggak mau Mas sampai capek loh,” ucap Nazwa lembut sambil mencium pipi suaminya.


Suaminya yang terkenal kejam tapi kalau mendapat perlakuan yang mesra dari sang istri biasanya suaminya akan lulu. Nazwa sengaja melakukan ini supaya niat suaminya untuk mengantarkannya ke rumah sakit batal.


“Boleh kan Mas aku pergi sendiri?” tanya Nazwa bermanja-meja di samping suaminya.


Begitu mendapat perlakuan yang romantis dari sang istri akhirnya suaminya pun mengangguk.


“Tapi kamu hati-hati ya Sayang,” ucap suaminya sambil mengejup kening Nazwa.


Najwa langsung pergi. Begitu sampai halaman rumahnya Nazwa tersenyum puasa. Dia merasa senang kalau suaminya tidak jadi mengantarkannya.


***


Melihat Kayla tidur, Revi langsung duduk di sofa. Diraihnya koran yang ada di atas meja dan dia mulai membaca koran itu untuk menghilangkan rasa bosannya. Tidak berselang lama Revi pun ngantuk sehingga tulisan yang dibacanya seperti garis lurus karena sudah tidak fokus lagi. Tanpa terasa Revi sudah tertidur di sofa dengan posisi duduk. Baru saja dia tertidur pulas, Rafa masuk. Dilihatnya Kayla sudah tertidur pulas di tempat tidur sedangkan Revi juga tertidur pulas dengan posisi duduk di sofa.


Rafa langsung menghampirinya dan duduk di samping Revi. Dipandangnya wajah Revi yang teduh dan lembut. Kemudian dielusnya rambut gadis itu.


Tiba-tiba terdengar ketukan dari pintu. Saat Rafa menoleh ke arah pintu terlihat Nazwa masuk membuat keduanya langsung terkejut.


Nazwa yang melihat mantan suaminya duduk berdekatan dengan seorang wanita hatinya langsung terbakar api cemburu. Apalagi melihat tangan Rafa berada di atas kepala Revi seolah-olah baru membelai rambut gadis itu. Rafa merasa terkejut dengan kedatangan mantan istrinya yang tiba-tiba. Hampir tiga tahun mereka tidak pernah bertemu dan baru kali ini keduanya bertemu. Rafa yang melihat wajah mantan istrinya langsung teringat akan kejadian tiga tahun yang lalu di mana dia telah meninggalkan Rafa dan Kayla yang masih bayi. Luka yang lama belum terobati kini dia harus melihat orang yang telah menoreh luka itu. Emosinya langsung naik ke ubun-ubun. Dia langsung panik dan marah. Ingin sekali mengusirnya tapi takut suaranya akan membangunkan Kayla.


Tiba-tiba Nazwa langsung masuk dan marah pada mantan suaminya.


“Oh... begini cara kamu menjaga Kayla rupanya ya. Kayla sudah tidur kamu langsung cari kesempatan untuk berkencan dengan wanita itu,” ucap Nazwa lantang membuat Revi langsung terbangun.


Begitu membuka matanya Revi pun langsung terkejut melihat mamanya Kayla sudah berdiri di hadapannya dengan bertolak pinggang penuh emosi.


Kayla juga terbangun dan langsung menangis mendengar suara ribut. Rafa langsung bangkit dan mendekati putrinya.


“Papa...” panggil Kayla.


“Iya Sayang, ini papa.” Rafa langsung mengelus kepala putrinya.


“Kayla takut Pa.”


“Takut sama siapa Sayang? Papa kan di sini.”


“Dasar wanita penggoda!” ucap Nazwa pada Revi yang baru saja terbangun.


Revi yang baru terbangun masih setengah sadar sehingga pikirannya belum fokus mendengar ucapan Nazwa. Setelah beberapa detik dia baru dapat menyimak perkataan Nazwa yang menyakitkan itu.


“Apa maksud Mbak bicara seperti itu?” tanya Revi heran.


Rafa langsung berjalan mendekati Nazwa.


“Apa maksud kamu ngomong seperti itu pada Revi?” tanya Rafa penuh emosi.


“Jaga bicara Mbak,” ucap Revi tidak mau kalah.


“Hay Nazwa, ngapain kamu kemari kalau akan membuat ribut aja,” ucap Rafa marah.


“Mas, aku kemari bukan mau ribut. Aku mau menjenguk Kayla dan aku tidak ada urusan dengan wanita ini,” jelas Nazwa.


“Oh, kamu tidak punya malu rupanya ya,” ucap Rafa.


“Sudah Mas, sudah jangan ribut.” Revi berusaha menenangkan Rafa.


“Perlu saya ingatkan sama kamu ya. Jangan pernah ikut campur dalam urusan rumah tangga kami termasuk mencampuri kedekatan Revi pada aku, karena kamu itu sekarang tidak ada hubungan apa-apa dengan aku. Jadi saku bebas mau berhubungan dengan wanita manapun tidak ada hak kamu untuk mencampurinya karena kamu bukan istriku lagi,” ucap Rafa penuh emosi.


“Tapi Mas...” ucap Nazwa terputus.


“Dan perlu kamu ingat juga. Kamu nggak perlu repot-repot menjenguk Kayla karena Kayla sudah ada yang mengasuh yaitu papanya.”


“Aku hanya ingin ketemu Kayla, Mas.”


“Kenapa baru sekarang kamu ingin ketemu Kayla. Kenapa tidak dari dulu kamu mau ketemu dengan anak kamu. Selama ini kamu telah melupakannya, jadi jangan harap Kayla akan senang dengan kedatangan kamu.”


Kayla yang mendengar keributan antara papanya langsung menangis ketakutan.


“Tante... tante Revi.”


“Iya Sayang.” Revi mendekatinya dan memeluk gadis kecil itu.


“Kenapa Sayang...” ucap Revi.


“Kayla takut Tante.”


“Kayla nggak perlu takut Sayang. Di sini ada tante dan ada juga papa.”


Nazwa kemudian mendekati Kayla dan ingin memeluknya.


“Kayla, ini mama sayang...”


Tapi Kayla memeluk tubuh Revi sangat erat. Nazwa pun menarik tubuh Kayla yang sedang memeluk Revi tapi pelukan Kayla sangat erat sehingga pelukan Kayla tidak bisa terlepas.


“Kayla Sayang... itu mama Kayla,” ucap Revi melepaskan pelukannya tapi Kayla tetap membenamkan wajahnya di tubuh Revi.


Sedangkan Rafa diam saja memberi kesempatan pada Nazwa untuk mendekati anaknya karena bagaimana pun Rafa tidak bisa memisahkan antara ibu dan anaknya.


“Kayla nggak mau sama tante itu,” jelas Kayla.


“Sayang, itu bukan tante tapi itu mama Kayla,” bujuk Revi.


“Pokoknya Kayla nggak mau sama tante itu. Suru tante itu pergi.”


Kayla langsung menangis kesal. Rafa kemudian mendekatinya, “Kayla, ini papa...”


Kayla melepaskan pelukannya dengan Revi dan langsung memeluk papanya.


“Papa....” panggil Kayla memeluk erat papanya.


Rafa langsung mengelus kepala putrinya. Perasaan Nazwa sangat sakit melihat anaknya tidak mau dipeluk, bahkan menatap wajah ibunya pun Kayla tidak sudi.