My Lovely Neighbour

My Lovely Neighbour
Melihatnya



"Pa... boneka barbie Kayla putus tangannya,” ucap Kayla menunjukkan boneka barbie yang sudah tidak ada tangannya.


Boneka barbie itu boneka kesayangannya yang setiap hari dimainkannya.


“Kenapa bisa putus Sayang?” tanya Papanya sambil memegang boneka itu.


“Semalam Kayla letakkan di keranjang, saat tadi Kayla ambil tangannya sudah putus.”


“Yaudah, besok kita beli lagi ya,” ucap Rafa untuk menenangkan putrinya.


“Kayla mau belinya sekarang Pa.”


“Sayang.... papa baru pulang kerja jadi masih capek. Besokkan hari Minggu, kita sekalian jalan-jalan berdua di mall.”


“Horee.... horee.... Bener ya Pa, Papa harus janji dulu sama Kayla.” Kayla langsung mengangkat jari jentiknya dan mengaitkan ke jari jentik papanya menyatakan setuju.


“Baik tuan putri hari Minggu kita pergi jalan-jalan.” Rafa langsung mengelus kepala putrinya.


Terlihat Kayla begitu gembira membuat Rafa pun sangat senang. Rasa capek Rafa langsung hilang begitu melihat putrinya bahagia.


“Sekarang papa mau mandi dulu ya. Kayla main dengan barbie yang lain aja.”


Rafa langsung bangkit dari duduknya dan pergi ke kamarnya, sedangkan Kayla masih asik bermain sendiri di ruang tengah.


***


Hari yang ditunggu pun tiba. Rafa berkemas-kemas untuk pergi ke mall dengan Kayla.


“Gimana Sayang, kamu udah siap?” tanya Rafa pada putrinya.


“Sudah Pa, Kayla udah siap.”


Tiba-tiba muncul bi Surti dari dapur mendekati majikannya.


“Bapak mau pergi ke mana?” tanya bin Surti heran.


“Kami mau pergi ke mall, Bibi jaga rumah ya,” ucap Rafa berjalan ke pintu samping.


“Pak, bibi boleh ikut?” tanya bi Surti.


“Gimana ya Bi karena sebentar lagi ada teman saya yang mau mengantar berkas. Kalau nanti Bibi ikut dengan kami, siapa yang akan menerima berkas itu. Jadi lain kali aja ya Bi,” ucap Rafa sopan dan langsung berjalan ke garasi.


Bi Surti pun terdiam kecewa. ‘Kalau aku pergi sekarang dengan mereka, aku punya kesempatan emas untuk menarik simpati pak Rafa. Tapi aku tidak boleh menyerah. Lain kali pasti ada kesempatan untuk pergi bersama pak Rafa.’


***


Rafa sambil menggandeng putrinya memasuki area perbelanjaan yaitu sebuah mall yang lumayan besar.


“Kita ke sana yo Pa. Di sana banyak bonekanya,” ajak Kayla menuju ke suatu pertokoan yang banyak terdapat mainan anak-anak.


Rafa langsung mengikuti kemauan Kayla. Keduanya langsung memasuki toko itu dan Kayla langsung berkeliling melihat boneka yang ada di rak dalam toko.


“Ada yang bisa saya bantu Pak?” tanya seorang pramuniaga yang masih muda, cantik dan ramah.


“Saya mau mencari barbie untuk anak saya Mbak,” jelas Rafa.


“Adik mau barbie yang seperti apa?” tanya wanita itu pada Kayla.


“Kayla mau yang rambutnya keriting Tante. Keritingnya yang panjang ya Tante?” ucap Kayla manja.


Pramuniaga itu langsung tersenyum sambil mengambil sebuah boneka barbie yang ada di rak bagian atas.


“Yang ini gadis cantik?” tanya pramuniaga itu menunjukkan boneka barbie pada Kayla.


“Tante, bajunya yang roknya panjang ada nggak?”


“Entar ya biar tante cari dulu.”


Pramuniaga itu kemudian mengambil barbie yang dimaksud Kayla.


“Maksud kamu yang seperti ini?” tanya pramuniaga itu menunjukkan sebuah barbie dengan memakai gaun panjang berwarna merah.


“Iya Tante. Kayla suka yang ini,” ucap Kayla sambil memeluk boneka itu.


Rafa yang melihat kelucuan anaknya langsung tersenyum.


“Ada yang lain Pak?” tanya pramuniaga lagi.


Rafa langsung bertanya pada putrinya. “Kayla mau beli apa lagi?”


Kayla pun langsung mengerutkan keningnya sambil berpikir.


“Nggak ada Pa.”


“Kalau ada yang mau dibeli lagi, Kayla cari lagi biar papa tunggu.”


Kayla pun menggelengkan kepalanya. “Nggak deh Pah, ini aja.”


Kemudian Rafa memegang tangan putrinya menuju ke kasir. Dari kejauhan terlihat seorang wanita sedang mengamati Rafa dan putrinya. Wanita itu terlihat sangat sedih bahkan sampai meneteskan air mata melihat kelucuan Kayla. Seperti ada penyesalan yang cukup dalam. Wanita itu ingin sekali bisa memeluk Kayla, tapi dia tidak punya keberanian untuk hal itu, sehingga dia hanya bisa memandang dan mengamati wajah Kayla yang cantik dan lincah dari jauh.


Setelah Rafa membayar di kasir kemudian mereka keluar toko itu dan menuju sebuah cafe.


“Kita mau ke mana lagi Pa?” tanya Kayla heran karena melihat papanya membawa masuk ke sebuah tempat di mana banyak orang yang sedang makan.


“Kita makan dulu ya Sayang. Kayla mau makan apa?”


Kemudian seorang pelayan pria menghampiri mereka dan memberikan daftar menu makanan yang ada di situ. Kayla yang belum pintar membaca hanya bisa melihat dari gambar-gambarnya saja.


“Pa, ini namanya apa? Kayla mau ini aja Pa.”


Kayla memperlihatkan menu makanan yang ada fotonya.


“Ini namanya stik Sayang. Kayla mau makan ini?”


“Iya Pa, Kayla mau makan ini,” ucap Kayla.


Kemudian Rafa memesan stik buat putrinya, sedangkan untuk dirinya dia pesan kentucky. Sambil menunggu pesanan datang, Rafa tiba-tiba sesak pipis.


“Kayla tunggu papa di sini ya. Papa mau ke toilet dulu. Bisa kan Sayang?”


“Iya Pa.”


“Tapi Kayla jangan kemana-mana ya.”


Kayla pun mengangguk. Kemudian Rafa pergi ke toilet. Wanita yang sejak tadi memperhatikan Kayla dan papanya langsung berjalan mendekati Kayla yang duduk sendiri. Wanita itu langsung tersenyum ramah pada Kayla. Melihat wanita itu tersenyum, Kayla juga ikut tersenyum. Kemudian wanita itu duduk di kursi yang baru diduduki Rafa.


“Siapa namanya Sayang?” tanya wanita itu ramah.


“Kayla, Tante.”


“Kayla cantik sekali. Kayla Kemari sama siapa Sayang,” tanya wanita itu.


“Sama papa, Tante. Tapi papa lagi ke toilet,” ucap Kayla jujur.


“Berdua aja Sayang?”


Kayla pun mengangguk.


“Mamanya nggak ikut?”


“Kayla udah nggak punya mama, Tante.”


“Memangnya mama Kayla kemana Sayang?”


“Kata papa, mama sudah pergi saat Kayla masih kecil.”


“Memangnya pergi ke mana Sayang?”


“Kayla nggak tau, Tante.”


“Jadi sampai sekarang Kayla nggak punya mama donk.”


Kayla langsung menganggukkan kepalanya. Saat yang bersamaan terlihat Rafa berjalan ke arah Kayla buru-buru wanita itu pergi dari hadapan Kayla.


Maaf Sayang, tante pergi dulu ya,” ucap wanita itu meninggalkan Kayla.


Kayla hanya diam memandang kepergian wanita itu.


“Kamu melihat siapa Sayang?” tanya Rafa saat sudah duduk di depan putrinya.


Terlihat Kayla sedang melihat ke suatu arah tanpa memperdulikan papanya sudah duduk di depannya.


“Tadi tante itu kemari Pa,” ucap Kayla sambil menunjuk seorang wanita yang sudah jauh berjalan.


“Tante yang mana?” tanya Rafa heran.


“Tante itu yang memakai baju biru itu, Pa.”


Rafa langsung melihat ke sosok wanita yang berbaju biru berjalan di tengah keramaian orang yang sedang lalu lalang. Wajahnya tidak kelihatan hanya punggungnya saja yang kelihatan.


“Memangnya ngapain tante itu Sayang?”


“Tante itu nanya nama Kayla, terus tante itu juga nanya Kayla udah punya mama baru apa belum.”


Rafa pun berpikir sesaat. ‘Siapa sebenarnya wanita yang dimaksud Kayla. Kenapa dia menanyakan Kayla sudah punya mama baru. Atau jangan-jangan wanita itu Nazwa, mama kandung Kayla.’


“Sayang, mulai besok kalau ada orang asing yang tidak pernah kamu kenal nanya-nanya, jangan kamu jawab ya.”


“Memangnya kenapa Pa?”


“Papa takut kalau orang itu akan berniat jahat sama kamu,” ucap Rafa menakuti anaknya.


“Iya Pa,” jawab Kayla bingung.