My Lovely Neighbour

My Lovely Neighbour
Cinta yang salah



Begitu terdengar suara mobil Rafa, bi Surti buru-buru merapikan rambutnya. Dia kemudian memakai lipstik dan menyemprotkan parfum ke bajunya dan cepat-cepat membukakan pintu garasi.


Begitu mobil masuk, bi Surti masih berdiri di dekat daun pintu garasi. Saat Rafa turun dari mobilnya, bi Surti cepat-cepat membawakan tas kerja majikannya sambil tersenyum manis.


"Kayla mana Bi?" tanya Rafa ketika baru turun dari mobilnya.


"Dia lagi main di rumah bu Lusi, Pak," jelas bi Surti.


"Sudah lama Bi?"


"Baru aja Pak."


"Apa dia sudah mandi?"


"Sudah Pak. Selesai mandi dia langsung minta diantarkan ke sana."


"Berarti bagus donk, biar dia terbiasa bermain karena kalau di rumah aja dia akan takut sama orang."


Kayla sejak berumur satu setengah tahun selalu takut melihat orang asing sehingga membuat Rafa khawatir dengan perkembangan mental anaknya.


Karena sangat lelah dan pusing, Rafa kemudian langsung rebahan di depan TV. Pikirannya sangat kacau karena di kantor sedang ada masalah keuangan. Baru saja dia menemukan salah satu anggotanya yang ketahuan memanipulasi data keuangan. Rafa yang bertugas sebagai audit merasa marah dan kecewa dengan kelakuan anggotanya itu membuat kepalanya pusing sendiri.


Tiba-tiba bi Surti datang mendekati majikannya dan duduk di sampingnya dengan menggunakan pakaian yang cukup pendek. Rafa yang memang tidak tertarik pada bi Surti walau pun penampilan bi Surti menggoda, dia hanya cuak saja. Dia kemudain mulai memejamkan matanya sambil berkata, “ada apa Bi?” tanya Rafa melihat bi Surti yang duduk di sampingnya.


“Bibi hanya mau menyampaikan tentang Kayla, Pak.”


Rafa langsung membuka matanya karena menyangkut Kayla.


“Memangnya Kayla kenapa Bi?”


“Sejak Kayla sering bermain di rumahnya bu Lusi, sekarang susah diatur Pak.”


“Susah diatur gimana Bi?” tanya Rafa melirik ke arah bi Surti.


Terlihat baju bi Surti yang bagian dada terbuka lebar. Rafa yang curiga dengan sikap bi Surti belakangan ni hanya memalingkan pandangannya.


‘Kenapa belakangan ini penampilan bi Surti berbeda dari biasanya. Apakah bi Surti sengaja melakukan itu untuk menggoda aku karena aku seorang duda,’ batin Rafa memejamkan matanya kembali.


Melihat majikannya memejamkan matanya, bi Surti pun penasaran padahal niatnya dari awal agar Rafa melihat menampilannya yang seksi.


“Pak.”


“Iya saya dengar Bi. Sekarang coba Bibi jelaskan tentang kelakuan Kayla yang susah diatur.”


Bi Surti sengaja menarik simpati Rafa dengan mengkambing hitamkan keluarga bu Lusi agar Rafa membenci keluarga bu Lusi termasuk Revi karena sebenarnya bi Surti cemburu pada Revi. Dia kemudian menceritakan kelakuan Kayla.


“Kayla sekarang susah diajak mandi dan diajak tidur siang Pak.”


“Coba pelan-pelan Bibi bujuk, pasti dia nurut.”


“Dia banyak bermain di rumah bu Lusi, Pak.”


“Ya gak apa-apa kalau dia mau main di sana. Kalau dia ingin main di sana ya Bibi antar dan tunggu jangan sampai merepotkan si pelilik rumah.”


“Gimana saya mau ngawasi, sementara dia selalu dijemput sama mbak Revi.”


“Oh ya?”


Rafa yang sudah sangat ngantuk akhirnya tertidur pulas sedangkan bi Surti tidak menyadarinya. Dia terus melanjutkan pembicaraannya.


“Tapi saya perhatikan Kayla main sendiri Pak, sedangkan mbak Revi asik chattingan dengan kekasihnya. Kalau Kayla saya jemput, mbak Revi marah dan menuduh saya katanya nggak suka sama dia.”


Tiba-tiba bi Surti mulai tersadar saat ucapannya tidak direspon Rafa. Dia langsung menoleh ke arah Rafa dan ternyata Rafa sudah tertidur nyenyak. Bi Surti langsung kesal dan bangkit dari duduknya.


Tidak lama kemudian terdengar suara Kayla yang sedang diantar Revi. Buru-buru bi Surti mendekati majikannya yang masih tertidur. Dia langsung bergelayut manja pada Rafa yang tertidur nyenyak. Dielusnya kepala majikannya lembut sambil setengah tidur.


Dari pintu depan ke ruang tengah tidak ada penghalang sehingga setiap orang yang berdiri di depan pintu pasti melihat ke ruang tengah. Begitu juga dengan posisi Rafa dan bi Surti yang dilihat jelas oleh Revi dan Kayla yang baru muncul.


“Assalamualaikum...” ucap Revi sambil membuka matanya sempurna.


Terlihat bi Surti sedang duduk setengah tertidur sambil mengelus kepala Rafa. Dadanya Revi langsung sesak melihat pemandangan yang sangat menyakitkan perasannya.


“Tante masuk dulu ya?” ajak Kayla sambil memegang tangan Revi.


“Tante buru-buru Sayang, jadi Kayla masuk aja ya.”


“Tapi Kayla mau masuk sama Tante,” pinta Kayla manja.


Tiba-tiba Rafa terbangun saat mendengar suara dari luar. Bi Surti yang melihat Rafa mulai bergerak buru-buru bangkit supaya aksinya tidak diketahui Rafa.


Sambil menggosok-gosok matanya Rafa langsung bangkit dan mendekati putrinya.


“Sudah pulang Sayang, ayo masuk dan ajak tantenya masuk,” ucap Rafa berjalan mendekati Kayla dan Revi.


Melihat wajah Rafa, Revi langsung muak melihatnya.


‘Tidak kusangka ternyata mas Rafa lelaki buaya. Sama siapa pun dia mau termasuk sama pembantunya sendiri. Selama ini mas Rafa kuanggap lelaki yang baik dan sopan ternyata kelakuannya sangat bejak. Di rumahnya sendiri dia bisa berbuat seperti itu. Aku sangat menyesal kenapa belakangan ini aku selalu mengingatnya. Kenapa bayangan wajahnya tidak pernah lepas dari ingatanku. Aku telah salah menilai orang sehingga aku masuk dalam perangkap mas Rafa. Sikapnya yang lembut dan senyumannya yang manis membuat aku tergila-gila. Tapi sekarang aku sudah tau sifat asli mas Rafa. Aku gak akan pernah tergoda lagi dengan senyumanya yang manis itu,’ batin Revi kesal.


“Tante ayo masuk,” ucap Kayla masih tetap memegang tangan Revi.


Revi hanya tersenyum melihat tingkah Kayla.


“Kan udah tante bilang kalau tante sedang sibuk Sayang, jadi lain kali aja ya tante masuk,” bujuk Revi sambil mengelus kepala Kayla.


“Revi, masuk dulu yo,” ajak Rafa tersenyum manis.


Melihat senyum Rafa yang penuh kebohongan Revi merasa muak. Buru-buru dia memalingkan wajahnya dan melihat ke arah Kayla.


“Maaf Mas, lain kali aja. Sekarang aku sedang sibuk,” ucap Revi tanpa melihat wajah Rafa.


Revi langsung pergi dari hadapan Rafa yang masih terbengong melihat kepergian Revi.


‘Kenapa sikap Revi tidak seperti biasanya. Apakah Kayla telah berbuat salah sehingga dia kelihatan sangat marah.’


Revi begitu sampai rumah langsung masuk ke kamarnya. Bu Lusi yang melihat Revi berjalan terburu-buru hanya tanda tanya besar.


‘Revi kenapa, kok wajahnya cemberut dan langsung masuk kamar,’ batin bu Lusi heran.


Di dalam kamarnya Revi langsung membantingkan dirinya di atas tempat tidur. Dia pun langsung menangis. Perasaannya sangat sakit melihat kemesraan Rafa dengan bi Surti.


‘Kenapa aku harus marah melihat kemesraan mas Rafa dengan bi Surti. Bukankah itu adalah hak mereka karena antara aku dan mas Rafa tidak punya hubungan apa-apa. Tapi kenapa hatiku sangat sakit. Kenapa aku mencintai mas Rafa sementara sebentar lagi aku akan menikah dengan mas Dandi. Aku benar-benar bodoh mencintai lelaki buaya seperti mas Rafa. Revi... mulai sekarang kamu harus buka mata kamu lebar-lebar. Kamu sudah punya Dandi jadi jangan pernah memikirkan Rafa lagi,’ batin Revi kesal.