My Lovely Neighbour

My Lovely Neighbour
Pesan



Setelah puas menangis di kamar mandi, Revi langsung keluar menemui Kayla yang sedang rebahan sambil membolak-balik majalah yang ada di tempat tidur. Melihat mata Revi merah Kayla pun heran.


“Tante kenapa, Tante habis nangis?”


“Nggak Sayang, mata tante kemasukan debu.”


“Jadi debunya udah dibuang Tante?”


“Udah Sayang, sekarang tinggal merahnya aja. Kayla sekarang bobok ya.”


“Tapi Kayla mau minum susu Tante.”


“Nggak usah minum susu hari ini ya, karena tadi waktu pulang ke rumah, Kayla takut sama tante yang tadi. Memangnya Kayla pernah ketemu sama tante yang tadi?”


“Pernah tante waktu di mall semalam pas sama Papa”


“Lalu kenapa Kayla takut?”


“Kata Papa kalau ketemu sama orang yang belum dikenal, jangan mau kalau diajak ngomong makanya Kayla nggak mau kalau diajak ngomong sama tante tadi.”


“Apa Kayla nggak kenal sama tante tadi?”


Kayla pun menggelengkan kepalanya.


“Tapi Kayla bilang pernah ketemu, kenapa Kayla bilang nggak kenal.”


“Kan hanya ketemu sekali Tante,” jelas Kayla.


Revi langsung tersenyum. ‘Mungkin dikira Kayla kalau hanya sekali bertemu dianggap belum kenal makanya dia takut kalau diajak ngomong sama wanita itu yang merupakan mama kandungnya.’


Tidak lama kemudian karena sudah ngantuk, Kayla pun tertidur di samping Revi, sedangkan Revi sendiri tidak dapat memejamkan matanya sedikitpun. Kejadian barusan telah menyita hati dan pikirannya. Ada rasa kecewa yang sangat dalam mendengar ucapan wanita tadi. Yang paling menyakitkan hatinya ketika mengingat ucapan wanita itu yang mengatakan bahwa mereka akan rujuk kembali. Revi merasa kesal sekaligus cemburu kalau ucapan wanita itu benar-benar terbukti.


Walaupun Revi berusaha untuk melupakan Rafa tapi cinta yang hadir dalam sanubarinya adalah anugerah terindah dari Allah yang tidak bisa dirubahnya sedikitpun. Semakin dia melupakan Rafa bayangan Rafa semakin lekat dalam ingatannya. Dia menyadari bahwa perasaannya terhadap Rafa adalah kesalahan besar karena mencintai seseorang, sementara dia sendiri sudah bertunangan dengan Dandi. Revi sudah berusaha untuk membenci Rafa tapi usahanya tidak berhasil sampai hari ini.


‘Kenapa bayang-bayang wajah Mas Rafa selalu hadir dalam ingatanku, sementara aku sudah melihat sendiri bagaimana bejatnya kelakuan dia saat bermesraan dengan bi Surti dan juga mendengar ucapan mantan istrinya bahwa mereka akan rujuk. Seharusnya aku lebih mudah melupakannya, kenapa ini sebaliknya. Semakin berusaha aku membencinya, semakin besar pula rasa cintaku padanya,' batin Revi kesal.


***


Saat keluar dari kamar mandi Revi melihat Kayla sudah terbangun, tapi dia masih bermalas-malasan di tempat tidur. Revii langsung menghampiri gadis kecil itu.


“Sudah bangun Sayang?” ucap Revi mengelus kepala Kayla.


Keyla pun menganggukkan kepalanya


“Tante pakai baju dulu ya. Selesai itu Kayla tante antar pulang.”


Kayla hanya memperhatikan Revi yang sedang memakai baju di depan lemari. Selesai Revi berpakaian, dia langsung mengantarkan Kayla ke rumahnya.


Begitu akan memasuki halaman rumah Kayla terlihat pintu depan rumah terbuka dan ada sepeda motor Rafa terparkir di dalam teras.


‘Pasti mas Rafa sudah pulang,’ batin Revi dengan jantung berdetak kencang.


Revi langsung merasa gugup. ‘Kamu nggak boleh gugup. Perasaanmu yang salah harus kamu buang jauh-jauh. Rafa bukan pria baik, dia adalah pria yang sangat bejat yang tidak perlu kamu cintai. Di depan kamu dia baik, padahal sebaliknya. Semua wanita digodanya bahkan pembantunya sendiri digodanya. Kalau kamu masih juga mencintainya berarti kamu itu wanita bodoh yang tergila-gila pada pria seperti Rafa. Kamu juga harus tahu Revi, bahwa tidak lama lagi dia akan kembali pada istrinya dan kamu pasti akan dicampakkannya. Jadi mulai sekarang harus kamu tanamkan kebencian pada dirinya,’ batin hati kecil Revi.


Saat Revi dan Kayla melangkahkan kaki ke teras, saat yang bersamaan Rafa akan keluar pintu. Rafa langsung tersenyum ceriah menatap Revi dan putrinya. Kayla langsung berlari memeluk papanya.


“Masuk dulu Revi...” ucap Rafa mempersilakan Revi masuk ke dalam.


“Makasih Mas, aku permisi dulu,” ucap Revi membalikkan badannya tanpa sedikitpun melihat wajah Rafa.


“Da, Tante....” ucap Kayla sambil melambaikan tangannya.


Revi langsung melirik ke arah Kayla sambil melambaikan tangannya. Tatapan Rafa yang sempat dilihatnya membuat jantung Revi berdetak lebih kencang. Buru-buru Revi melangkahkan kakinya meninggalkan Kayla dan papanya yang masih berdiri terpaku memandang kepergiannya.


‘Kenapa dari semalam kulihat sikap Revi berubah. Dia sepertinya membenci aku. Apa salahku,’ batin Rafa heran.


***


Selesai makan malam Revi langsung masuk kamarnya. Bu Lusi merasa heran melihat kelakuan putrinya tidak seperti biasanya. Biasanya selesai mencuci piring Revi dan papa mamanya duduk di ruang tengah menonton TV, tapi hari ini dia langsung masuk ke kamar seperti tidak mau ngobrol dengan kedua orang tuanya.


Bu Lusi langsung menghampirinya ke kamar. “Revi....” panggil mamanya.


“Iya Ma.....” Revi langsung keluar kamar menemui mamanya.


“Ada apa Ma?”


“Mama heran aja, kamu siap makan malam kenapa langsung masuk kamar. Biasanya Kamu nonton TV sama mama.”


“Nggak ada apa-apa kok Ma.”


Bu Lusi langsung mengamati wajah putrinya. Dia khawatir kalau Revi sakit.


“Kamu nggak sakit kan?” tanya bu Lusi khawatir.


“Nggak loh Ma...” jawab Revi tersenyum tipis.


“Mama hanya khawatir aja kalau kamu sakit.”


Revii hanya tersenyum melihat kekhawatiran mamanya yang terlalu berlebihan. Di kamar Revi langsung rebahan di tempat tidur sambil memainkan ponselnya. Kemudian dia membuka fb-nya. Terlihat ada seseorang yang bernama Papa Kayla sedang mengirim permintaan pertemanan. Saat dibuka Revi ternyata Papa Kayla adalah mas Rafa. Revi langsung menerima pertemanan itu.


Tidak lama kemudian Papa Kayla mengirim pesan melalui messenger. Jantung Revi pun langsung dag dig dug membaca isi pesan itu. {Maaf sebelumnya. Sebenarnya ada apa Rev, kenapa sikap kamu berubah belakangan ini?} Itu pesan dari Rafa.


Revi pun merasa bingung untuk menjawab messenger Rafa. Yang ada hanya detak jantung yang berdetak sangat kencang membuat tangannya merasa gemetar saat membuka ponselnya.


‘Kalau tidak aku balas. pasti mas Rafa penasaran. Lebih baik aku balas saja,’ batin Revi.


Tangan mungil Revi langsung menekan tombol ponselnya. {Memangnya Kenapa Mas, berubah atau tidak kan nggak ada hubungannya dengan Mas, jadi Mas nggak perlu pusing mikirkannya. Lebih baik Mas fokus saja dengan rencana Mas ke depan.}


Pesan tersebut langsung dikirim Revi dan langsung dibaca Rafa. Revi kemudian menunggu balasannya dengan rasa tidak sabar.


Tiba-tiba masuk balasan dari Rafa {Tapi mas tidak tenang. Mas merasa seperti mempunyai kesalahan sama kamu.}


Revi langsung membalasnya lagi. {Kalau Mas merasa bersalah, ya Mas harus intropeksi diri saja.}


{Tapi Mas nggak tau kesalahan Mas di mana.}


‘Dasar laki-laki buaya. Kamu pikir aku bodoh ya Mas, nggak tau kalau kamu diam-diam telah berbuat mesum dengan bi Surti dan kamu pikir aku juga bodoh yang tidak tau kalau kamu bakalan rujuk dengan mantan istri kamu,’ batin Revi kesal.