
Begitu jam kantor berakhir, Rafa buru-buru pulang ke rumah untuk menemui putrinya. Jalanan tampak macet oleh pengguna jalan karena saatnya orang semua pulang dari tempat kerjanya.
Rafa sangat hati-hati membawa kendaraannya karena sedikit saja menyenggol orang atau kendaraan lain, maka akan besar akibatnya. Rafa yang biasanya tenang, begitu juga ketika membawa kendaraannya. Walau pun telah diburu waktu, dengan tenang Rafa melajukan kendaraannya untuk sampai ke rumah. Perasaannya sudah tidak sabar ingin bertemu Kayla. Meskipun Rafa sangat lelah, tapi ketika melihat putrinya maka rasa lelahnya hilang seketika.
Sampai di halaman rumah seperti biasa Rafa membunyikan klakson mobilnya. Tapi Kayla tidak keluar dari dalam rumah. Rafa mengulanginya kembali membunyikan klakson mobilnya, tapi Kayla tetap tidak keluar juga.
‘Pasti Kayla dan ibu sedang bermain di rumah Revi,’ batin Rafa.
Kemudian Rafa masuk ke dalam rumah. Sampai di kamarnya dia langsung mandi. Tidak lama kemudain dia pun sudah bersih dengan pakaian rumahnya. Kemudian dia menonton TV di ruang tengah sambil menunggu Kayla pulang.
Setelah cukup lama Rafa menunggu Kayla, Kayla tidak muncul juga. Akhirnya Rafa pergi ke rumah Revi untuk menjemput putrinya. Saat yang bersamaan terjadi perdebatan antara Revi dan Dandi. Dandi merasa tersinggung dengan ucapan Revi yang sepertinya merendahkan Dandi dalam hal beribadah.
Setelah terjadi perdebatan mulut, kemudian Revi langsung masuk ke dalam kamarnya untuk menghindari perdebatan yang lebih dalam lagi. Tapi Dandi yang merasa kesal langsung mengikuti Revi masuk ke dalam kamarnya. Melihat Dandi ikut masuk ke dalam kamar Revi, Revi pun heran.
“Ngapain Mas ikut masuk?” tanya Revi dengan nada marah.
Melihat kemarahan Revi, Dandi semakin menjadi.
“Memangnya nggak boleh Sayang,” ucap Dandi sambil mencubit pipi Revi.
“Ya nggak boleh lah Mas. Sana Mas keluar....” usir Revi kasar.
Dandi tidak bergeming dari tempatnya. Dia hanya tersenyum memandang ke arah Revi. Revi kembali mengusir paksa Dandi dengan menarik tubuh Dandi untuk keluar pintu kamarnya. Sampai di depan pintu Dandi bukannya keluar tapi dia mengunci pintu kamar itu. Revi langsung ketakutan.
“Mas mau apa, kenapa pintunya dikunci?” tanya Revi mulai takut.
Dandi kemudian berjalan mendekati Revi sedangkan Revi yang merasa takut langsung mundur beberapa langkah. Tapi Dandi dengan cepat langsung menarik tubuh Revi dalam pelukannya. Sontak Revi semakin takut. Dadanya sesak menahan amarah.
“Lepaskan Mas, lepaskan..... Kalau nggak dilepaskan, aku akan menjerit nih,” ucap Revi mengancam.
“Menjeritlah Sayang, karena tidak ada satu orang pun yang akan mendengar,” ucap Dandi dengan tatapan yang menakutkan.
Dandi yang sudah dikuasai setan tidak dapat mengontrol emosinya. Kekesalannya langsung diluapkan dengan mencium bibir Revi. Revi langsung memberontak dan menolak tubuh Dandi sehingga Dandi hampir tersungkur. Tapi tubuh Dandi yang begitu kekar tidak dapat dikalahkan oleh Revi. Revi langsung menangis ketakutan dan berusaha sekuat tenaga untuk memberontak tetapi tidak dapat mengalahkan Dandi dan membuat Revi tidak berdaya. Kemudian Dandi dengan paksa membopong Revi ke tempat tidur. Revi langsung menjerit minta pertolongan, tapi Dandi tidak memperdulikannya.
Setelah puas mencium bibir Revi, kemudian ciumannya turun ke leher dan kemudian turun ke dada. Revi sempat berontak dengan berusaha sekuatnya memegang kemejanya yang akan dibuka Dandi. Tapi kemudian Dandi dengan paksa merobek kemeja Revi sehingga buah dada Revi terlihat jelas. Revi langsung menarik selimut yang ada di dekat bantalnya dan menutup dadanya yang sudah terbuka lebar.
“Tolong, tolong...” jerit Revi meminta pertolongan.
Saat yang bersamaan Rafa melihat ada mobil Dandi terparkir di halaman rumah Revi. Saat Rafa sampai di depan rumah Revi, kelihatan suasana rumah Revi sangat sepi. Rafa sempat merasa heran dan kemudian dia berusaha memanggil Kayla. Tapi tidak satu orang pun yang ditemukan Rafa.
Kemudian Rafa berjalan ke samping rumah Revi sampai ke arah dapur, tapi tidak ada sahutan juga baik dari Kayla atau pun dari Revi.
“Ke mana ya Kayla. Revi dan mamanya juga tidak kelihatan sementara pintu depan terbuka lebar. Kenapa tidak ada satu orang pun di dalam rumahnya. Semuanya kemana,’ batin Rafa heran.
Kemudian Rafa kembali berjalan ke halaman depan dan dia sempat melirik ke dalam rumah Revi yang tidak terkunci pintunya. Baru beberapa langkah berjalan samar-samar terdengar suara Revi dari dalam kamar yang sedang minta pertolongan. Rafa sempat menghentikan langkahnya sambil mendengarkan kembali apakah yang didengarnya salah. Tapi saat Rafa mendengarkannya lagi ternyata pendengaran Rafa tidak salah. Ternyata Revi sedang minta pertolongan dari dalam kamarnya.
Rafa langsung berlari masuk ke dalam rumah Revi. Sampai di depan pintu kamar Revi terdengar suara Revi yang minta pertolongan sambil menangis. Tanpa berpikir panjang lagi Rafa langsung mendobrak paksa pintu kamar itu. Begitu pintu terbuka terlihat pakaian Revi sudah terlepas semua yang tinggal hanyalah pakaian dalamnya saja. Rafa langsung menarik Dandi dari tempat tidur dan kemudian menghajarnya. Dandi sempat terjatuh di lantai dan langsung diterjang tubuhnya dengan kaki Rafa sekuat tenaga membuat Dandi kesakitan. Tapi Rafa tidak puas juga dan kemudian dia menarik tangan Dandi yang sudah tidak berdaya ingin untuk menghajarnya lagi tapi keburu ditentang Revi.
“Sudah Mas, sudah....” jerit Revi ketakutan.
Revi takut kalau sampai Dandi meninggal maka akan semakin repot urusannya. Setelah Dandi babak belur, kemudian dia berlari keluar dengan hidung yang berdarah, sedangkan Revi masih menangis di dalam kamarnya. Kemudian Revi mengambil selimut dan menutup tubuhnya dengan selimut itu dan berjalan ke lemari untuk berganti pakaian. Sedangkan Rafa langsung berjalan ke ruang tamu sambil duduk termenung memikirkan kejadian yang baru saja terjadi.
Tidak lama kemudian Revi pun keluar dari kamarnya masih menangis. Melihat Revi yang masih menangis Rafa langsung mendekatinya. Begitu sudah dekat, Revi langsung memeluk Rafa dan tangisnya langsung pecah dalam pelukkan Rafa.
“Terima kasih Mas,” ucap Revi.
Rafa langsung mengelus rambut Revi lembuat dan kemudian mencium pipi gadis itu. Wajah Revi masih basah oleh air mata dan kemudian dihapus lembut oleh Rafa dengan tangannya.
“Kamu jangan takut ya karena mas akan selalu melindungimu,” bisik Rafa.
Tidak lama kemudian terdengar suara Kayla dan bu Dian, buru-buru Revi melepaskan pelukan itu. Bu Dian tiba-tiba muncul di depan pintu bersama Kayla.
“Papa....” panggil Kayla dan langsung masuk ke rumah Revi.
Rafa langsung mencium putrinya, sedangkan bu Dian bingung melihat wajah Revi yang sembab akibat menangis dan yang lebih bingung lagi putranya ada di dalam rumah Revi dan mereka hanya berdua saja.
“Ada apa Rafa, kenapa Revi menangis?” tanya bu Dian ingin tau.
Karena nggak enak didengar Kayla, Rafa langsung ngajak pulang Kayla.
“Rafa sama Kayla pulang ya Bu, nanti Ibu tanya sendiri sama Revi,” jelas Rafa.
Begitu Rafa pulang ke rumah, Revi langsung menceritakan kejadian yang baru menimpahnya. Bu Dian merasa ibah dan kasihan dengan kejadian yang baru menimpah Revi.