
Deni merasa sangat kesal pada bi Surti karena teleponnya tidak pernah diangkatnya. Kemudian Deni mengirim pesan wa pada bi Surti.
{Sayang, aku tau kamu pasti marah. Tapi tolong beri aku kesempatan sekali lagi untuk menebus semua kesalahanku padamu. Aku nggak mau berpisah darimu karena aku sangat mencintaimu. Please, tolong balas wa ku ini.}
***
Bi Surti yang sedang membereskan dapur buru-buru meraih ponselnya yang terletak di meja makan. Dia khawatir kalau pak Rafa yang mengirim pesan sehingga buru-buru dibukanya isi ponselnya. Ternyata ada pesan wa masuk dari Deni. Bi Surti langsung tersenyum sinis membaca isi pesan itu.
‘Apa kamu pikir aku nggak tau Den isi pikiran kamu. Kamu pikir aku langsung percaya begitu aja. Kamu sengaja mengatakan nggak mau berpisah dan masih mencintai aku. Aku nggak akan pernah mempercayaimu lagi Deni. Kamu itu pembohong. Kamu nggak pernah mencintai aku. Kamu hanya mencintai uangku,’ batin bi Surti kesal.
Bi Surti tidak mau membalas isi pesan itu. Dia kemudian meletakkan ponselnya di atas meja makan lagi dan melanjutkan aktivitasnya.
Hari ini rencananya Kayla akan pulang ke rumah sehingga pagi-pagi sekali bi Surti sudah bangun dan membereskan semua ruangan.
***
Deni yang menunggu balasan wa dari bi Surti merasa kesal dan kecewa karena wa yang dikirim hanya dibaca saja oleh bi Surti tanpa dibalasnya.
‘Kamu akan menyesal Surti, karena mengabaikan permintaanku. Tunggu saja saat yang tepat, aku akan menceritakan semua rencana kita pada majikanmu, biar kamu dipecat dan diusir dari rumah itu,’ batin Deni yang sedang duduk dengan kekasih barunya.
“Kenapa Sayang, kelihatannya kamu kesal sekali,” ucap wanita cantik yang berada di sampingnya.
“Nggak apa-apa Sayang. Aku sedang kesal aja karena ada teman aku yang janji membayar utangnya hari ini, eh ternyata ditunda lagi. Padahal aku saat ini sedang tidak punya uang dan uang itu sangat kuharapkan,” jelas Deni bohong.
“Memangnya berapa sih uang kamu yang pinjam teman kamu itu?”
“Memang sih nggak banyak Sayang, sekitar lima juta rupiah.”
“Tapi kan sayang kalau uang itu nggak dikembalikan,” kata wanita itu.
Deni hanya tersenyum saja mendengar ucapan wanita yang bernama Santi itu. Santi adalah kekasih baru Deni. Sengaja Deni mengencani Santi untuk mendapatkan uang Santi karena Deni tau bahwa Santi uangnya banyak. Deni yang malas bekerja selalu memanfaatkan wajahnya yang tampan untuk menarik simpati wanita. Sudah banyak wanita yang jadi korban Deni termasuk bi Surti yang uangnya selalu dipinjam dengan alasan untuk bisnis jual beli sepeda motor.
Begitu juga dengan Santi yang baru dikenalnya sebulan yang lalu. Santi yang melihat tampang Deni begitu tampan membuat dia jatuh cinta.
“Kenapa Mas memberikan pinjaman sebanyak itu?” tanya Santi heran.
“Mas kan ada bisnis jual beli sepeda motor. Dia membeli sepeda motor mas dengan harga dua puluh juta. Baru dibayar sepuluh juta dan sisanya katanya dua minggu setelah sepeda motor itu diterima akan dibayar lagi. Karena namanya teman dan mas percaya jadi ya mas kasih aja. Tapi sampai sekarang uang itu belum dibayar juga dan mas sekarang bingung,” jelas Deni bohong.
“Memangnya sekarang Mas butuh berapa, biar aku kirim.”
“Sayang nggak perlu repot-repot, mas nggak enak sama kamu.”
“Nggak usah Sayang, biar nanti mas usahakan dari yang lain.” Sengaja Deni jual mahal untuk menarik simpati Santi sehingga dia pura-pura tidak membutuhkan bantuan Santi.
“Mas, hubungan kita kan sudah dekat. Jadi kesusahan Mas, kesusahan aku juga loh. Entar aku kirim, sekarang kirimkan nomor rekening Mas.”
“Tapi mas merasa nggak enak sama kamu, Sayang. Tapi karena kamu yang maksa ya udah mas kirim ya nomor rekening mas.”
“Gitu donk,” ucap Santi tertawa.
Deni langsung tersenyum puas karena Santi sudah masuk dalam perangkapnya.
‘Ternyata lepas dari Surti aku mendapatkan yang lebih tajir lagi dan ini lebih cantik dibandingkan Surti. Aku harus pintar menghadapi Santi, jangan sampai rencanaku belum terwujud Santi sudah mengetahuinya,’ batin Deni.
Santi adalah seorang janda muda yang baru bercerai dengan suaminya karena tidak mempunyai keturunan. Santi berasal dari latar belakang keluarga yang berada, begitu juga dengan suaminya yang merupakan seorang pengusaha sehingga hartanya banyak.
Sebulan yang lalu surat cerai Santi baru keluar sehingga Santi merasa frustasi dan nongkrong di sebuah cafe untuk menghilangkan rasa kesalnya pada saat itu. Deni juga duduk di cafe itu. Melihat Santi yang seperti orang sedang frustasi, Deni langsung mendekatinya dan mengajaknya untuk ngobrol. Awalnya Santi menolak karena dia ingin menenangkan diri, tapi Deni yang pintar berbicara akhirnya Santi tergoda dan mau diajaknya ngobrol dengannya. Dari situlah awal kedekatan mereka dan baru beberapa hari yang lalu mereka resmi menjalin kasih.
Santi yang sedang galau karena baru bercerai dengan suaminya, kehadiran Deni memberikan semangat baru dalam hidupnya. Dia merasa nyaman ketika berada di samping Deni. Keramahan dan ketampanan Deni membuat Santi langsung jatuh cinta.
“Sayang, itu baru aku transfer lima juta rupiah ya,” ucap Santi sambil memainkan ponselnya.
“Maaf loh Sayang sudah merepotkan.”
“Nggak apa-apa Mas. Kalau butuh sesuatu bilang aja ya, jangan sungkan-sungkan,” pinta Santi.
“Terima kasih ya Sayang,” ucap Deni sambil mencubit pipi Santi gemas. Santi pun merasa senang.
***
Deni yang sudah sampai rumah merasa sangat senang karena baru mendapatkan uang dari Santi sebesar lima juta rupiah.
“Kamu dari mana aja Nak?” tanya ibu Deni yang sibuk membuat kue untuk dijual keliling.
Sejak ayah Deni meninggal dunia, ibunya sekarang banting tulang mencari makan untuk Deni dan adiknya yang masih sekolah SMA. Sedangkan Deni kerjanya lontang lantung setiap hari. Kerjanya minta uang ibunya dan kalau tidak dikasih maka dia akan marah. Ibunya yang tidak mau ribut akhirnya selalu memberikan kalau Deni sudah minta uang.
“Ibu mau tau aja sih. Aku mau masuk kamar untuk istirahat jadi jangan diganggu ya Bu,” ucap Deni dan langsung masuk ke kamarnya.
Sampai di kamar, Deni langsung merebahkan diri di atas tempat tidur sambil memainkan ponselnya. Kemudian dia teringat pada Santi yang merupakan janda muda yang cantik dan seksi.
‘Ternyata Santi memang bodoh terlalu mudah aku bohongi. Santi... Santi... Kamu cantik tapi ternyata gampang dibodohi. Ini baru awal dari permainanku. Setelah itu kamu akan masuk dalam perangkapku. Aku akan membuat kamu tergila-gila padaku sehingga hartamu akan jatuh ke ttanganku semuanya,’ batin Deni sambil tertawa puas.