My Lovely Neighbour

My Lovely Neighbour
Gagal



Go-jek tiba, Revi buru-buru duduk di belakang kang gojek. Bersiap untuk pergi.


Sepanjang perjalanan perasaan dan pikirannya tidak tenang. Dia terus memikirkan ucapan Rafa. Revi mulai bimbang atas pernikahannya yang sebentar lagi akan dilaksanakan. Ucapan Rafa membuatnya ingin membatalkan pernikahannya. Tidak lama kemudian sampailah Revi di pusat perbelanjaan yang cukup besar. Terlihat orang lalu lalang dan sibuk dengan urusannya masing-masing.


Revi yang sedang kacau hanya berjalan tanpa memperhatikan toko yang akan dikunjunginya.


Sejak awal dia ingin membeli kain untuk alas kaki di depan pintu kamar mandi. Tapi karena pikirannya sedang kacau, dia berjalan tanpa arah dan ternyata toko yang biasa tempat mamanya berbelanja telah terlewati.


Sampai di ujung pertokoan, Revi tersadar.


"Astaghfirullah..." ucapnya prlan.


Kemudian berbalik tapi langkahnya terhenti secara tidak sengaja dia melihat Dandi, menggandeng seorang wanita cantik.


Revi kemudian menggosok matanya dengan tangan kanannya karena khawatir kalau penglihatannya ternyata salah. Tapi ternyata tidak, itu benar Dandi, Walaupun jaraknya cukup jauh tapi dia yakin itu adalah calon suaminya, "lalu siapa wanita itu?" tanya gadis itu di dalam hatinya.


Keduanya terlihat begitu mesra, sedikit pun Revi tidak merasa cemburu. Dia hanya merasa kesal karena merasa telah dibohongi Dandi.


Terlihat Dandi memeluk pinggang wanita itu. Keduanya berjalan sambil bersenda gurau, layaknya pasangan kekasih.


Revi tidak cemburu melihat Dandi jalan berdua dengan wanita lain, tapi ini bisa membuktikan bahwa Dandi telah berkhianat dan bisa di jadikan alasan untuk tidak melanjutkan pernikahannya.


Tepat di perempatan jalan, Revi kehilangan jejak mereka.


‘Ke mana perginya mereka?" guman gadis itu kecewa


"Apa disana?"


Kemudian Revi cepat-cepat menuju lorong yang cukup panjang di belakang pertokoan. Tapi tetap nihil, dia tidak bertemu Dandi, gadis itu menyerah.


‘Sudahlah, untuk apa aku mengejar mereka, setidaknya aku sudah tau dia selingkuh,’ batin Revi.


Dia kemudian kembali dan belanja pesanan Mamanya.


Disepanjang perjalanan pulang Revi merasa masih penasaran. "siapa gadis yang bersama Dandi? jika itu pacarnya, kenapa dia mau dijodohkan dengan ku?'


Perkenalan Revi dan Dani yang tergolong singkat membuat Revi tidak mengetahui sifat asli dari Dandi. Yang dia ketahui bahwa Dani sudah putus dengan kekasihnya yang pernah dilihat Revi di mall.


‘Lalu siapa wanita tadi,’ batin Revi.


Sampai di rumah, Revi melihat mamanya sedang menonton Tv, ingin sekali gadis itu menceritakan semuanya. Tapi dia mengurungkan niatnya, hatinya bimbang,takut ibunya tidak mempercayai ucapannya, apalagi dia belum memastikan siapa gadis itu? bisa saja Dandi berdalih jika itu saudara atau sepupumu.


Melihat Revi yang langsung masuk ke kamarnya, bu Lusi pun merasa heran.


“Revi...”


“Ya...”


“Pesanan Mama mana?”


“Iti Ma, di atas meja.”


“Oh, ya, Makasih."


Revi langsung masuk ke kamarnya.


***


Baru saja matanya terpejam saat ponsel gadis itu berdering, Terlihat nama Dandi tertulis disana,


[“Assalamualaikum..”] tanya Revi sedikit malas.


[“Kamu sakit Sayang?”] Terdengar Dandi khawatir.


[“Nggak.”]


[“Nggak, aku baik. ada apa Mas?”]


[“Besok mas mau ngajak kamu karena semalam rencana kita kan batal.”]


[“Jam berapa?”]


[“Seperti kemarin, jam sebelas siang.”]


[“Aku pikir Mas udah jadi membeli kemejanya.”]


[“Nggak Sayang. Mas sengaja menunggu kamu.”]


[“Kenapa nggak pergi sendiri aja tadi Mas.”]


[“Mas hari ini nggak ada keluar Sayang.”]


[“Kenapa Mas?”] Tanya Revi pura-pura tidak tau.


[“Badan mas nggak enak satu harian ini Sayang, makanya mas di rumah aja.”]


‘tuh kan dia bohong,’ batin Revi.


[“Jadi Mas sudah berobat?”]


[“Nggak Sayang. Mas hanya tiduran aja sejak tadi.”]


[“Kenapa Mas nggak berobat sih. Aku khawatir sakit mas akan bertambah parah loh.”]


[“Biasanya kalau mas kurang enak badan, Mas hanya rebahan saja di tempat tidur dan langsung sehat.”]


[“Oh gitu, syukurlah kalau seperti itu. Yang penting Mas harus sehat ya. Aku nggak mau sampai Mas sakit loh.”]


[“Sayang, mas sekarang sudah mendingan kok. Badan mas udah nggak lemes lagi, apalagi kalau mendengar suara kamu Sayang.”]


[“Mas Dandi bisa aja sih...”] Ucap Revi sambil menutup mulutnya.


Revi yang mendengar kalau Dandi telah berbohong merasa geli sendiri. ‘Dasar kamu pembohong Mas. Apa kamu pikir aku nggak tau tentang kelakuan kamu. Baru aja aku melihat mu menggandeng wanita lain dan berbelanja di pusat perbelanjaan, sekarang kamu mengatakan kalau kamu sejak tadi tidak ada keluar karena sakit. Mudah-mudahan apa yang kamu katakan akan terwujud mas,” batin Revi tersenyum sinis.


***


Jam setengah sebelas siang Revi berdandan di depan cermin. Dia bersiap-siap akan pergi dengan Dandi.


“Tok, tok.... Revi..” Terdengar ketukan dari depan pintu kamar Revi.


“Masuk Ma, pintu nggak dikunci.” Bu Lusi langsung masuk dan menemui Revi yang sedang memakai bedak.


“Jadi kamu pergi dengan Dandi hari ini Revi?” tanya bu Lusi.


“Jadi Ma, ini Revi lagi siap-siap.”


Tiba-tiba ponsel Revi berdering. Ponselnya yang sudah dimasukkan ke dalam tas langsung diambilnya dan terlihat panggilan masuk dari seseorang yang tidak terdaftar dalam kontak ponselnya.


‘Ini nomor siapa ya?’ batin Revi. Revi langsung mengangkatnya.


[“Hallo... Assalamualaikum. Maaf ini dengan siapa ya?”] Tanya Revi.


[“Revi, ini mas Rafa.”] Terdengar suara Rafa yang sangat lembut.


Dada Revi langsung berdetak kencang mendengar suara Rafa.


‘Ada apa mas Rafa menelpon aku dan dari mana mas Rafa tau no aku,” batin Revi heran.