My Lovely Neighbour

My Lovely Neighbour
Nazwa



Dengan tergesa-gesa wanita itu pergi menjauh dari Kayla. Hatinya sangat sedih melihat putrinya telah tumbuh besar dan sangat cantik. Ada rasa penyesalan yang amat dalam yang hinggap dalam sanubarinya.


‘Maafkan mama Kayla karena mama telah menelantarkanmu. Mama sangat menyesal telah melakukan tindakan bodoh mengikuti hawa nafsu saja,’ batin Nazwa sambil menangis sedih.


Kemudian Nazwa yang berniat dari rumah untuk berbelanja keperluan dapur langsung buru-buru pulang ke rumahnya. Sudah gak ada niat untuk berlama-lama di mall itu.


***


Tiba-tiba terdengar suara mobil masuk ke halaman rumahnya. Nazwa buru-buru menghapus air matanya. ‘Pasti mas Budi pulang,’ batin Nazwa buru-buru membukakan pintu depan dan menyambut suaminya dengan senyuman.


Begitu suaminya turun dari mobil Nazwa langsung mengambil tas kerjanya dan kemudian menyalam punggung tangan suaminya.


“Capek Mas? tanya Najwa sambil tersenyum manis.


“Lumayanlah, kamu lagi ngapain Sayang?” tanya Budi sambil merangkul pundak istrinya.


“Nggak ada Mas, aku lagi nonton TV.”


Keduanya langsung masuk ke dalam kamar.


“Mas mau aku buatkan kopi atau mau mandi dulu? tawar Nazwa pada suaminya.


“Mas mau mandi dulu karena sudah gerah nih.”


“Yaudah sana Mas mandi dulu, biar aku siapkan baju gantinya.”


Budi langsung masuk ke kamar mandi sedangkan Nazwa mengambil baju dari lemari untuk baju ganti suaminya. Setelah itu dia pergi ke dapur membuatkan kopi panas buat suaminya.


Perasaan Nazwa saat ini sedang kacau setelah bertemu dengan anak kandungnya tadi. Dia telah merahasiakan pada suaminya bahwa dia pernah melahirkan.


“Sayang, kopinya mana?” tanya Budi dari ruang tengah.


“Sebentar Mas, ini lagi aku buatkan,” ucap Nazwa dari dapur.


Kemudian Nazwa buru-buru membawa secangkir kopi ke ruang tengah dan langsung diletakkan di meja. Dia langsung duduk di samping suaminya. Budi terlihat sangat asik melihat tayangan di TV sedangkan Nazwa bermain-main dengan perasaannya yang sedang kacau hari ini.


‘Seandainya tidak kutinggalkan anakku dan Mas Rafa saat itu, pasti aku sudah hidup bahagia. Aku sangat menyesal dengan perbuatanku selama ini. Aku malu dengan perbuatanku sendiri. Kenapa pada saat itu aku bisa tergoda oleh Rizky yang merupakan laki-laki hidung belang. Aku tidak menyangka kalau kehidupanku bakalan seperti ini. Hidupku hancur, masa depanku hancur karena Rizky. Tapi syukurnya mas Budi telah menyelamatkan kehidupanku yang kelam, walaupun aku menjadi istri keduanya mas Budi. Walaupun saat ini aku hidup dengan bergelimpangan harta, tapi aku sudah tidak bisa mempunyai anak lagi karena mas Budi tidak menginginkan anak dariku. Dia menikahi aku hanya untuk memuaskan hawa nafsunya saja karena istrinya sudah penyakitan dan tidak bisa memberikan kepuasan batin.’


Jika mengingat kejadian tiga tahun yang lalu perasaan Nazwa sangat hancur. Ketika itu Nazwa sedang mengandung delapan bulan. Najwa yang sedang memeriksakan kandungannya seorang diri bertemu dengan mantan kekasihnya yang bernama Rizky. Pertemuan Nazwa dengan Rizky tanpa sengaja ketika mereka sama-sama di apotek untuk menebus resep dokter. Rizky menebus obat untuk ibunya sedangkan Nazwa membeli vitamin untuk kehamilannya. Keduanya bertemu dan langsung akrab. Pada saat itu Rafa sedang tugas luar kota selama sebulan sedangkan Nazwa yang sedang hamil tua membutuhkan perhatian. Rizky yang belum menikah lalu memberikan perhatian lebih pada Nazwa. Nazwa yang merasa kurang perhatian dari suaminya karena Rafa sedang tugas luar kota merasa sangat senang dan terhibur dengan perhatian Rizky.


Setiap hari keduanya sering chattingan sampai akhirnya Nazwa melahirkan hubungan keduanya masih sangat akrab bahkan cinta diantara keduanya bersemi kembali. Nazwa yang pada saat itu sudah dibutakan oleh cinta menganggap Rizky lelaki yang paling baik dan segala-galanya di dunia ini, sehingga dia sangat cuek pada suaminya sendiri. Dia lebih memilih bercerita, bersenda gurau dengan Rizky walaupun hanya melalui pesan wa ataupun FB. Nazwa yang sudah tergila-gila dengan mantan kekasihnya itu akhirnya rela meninggalkan anak kandungnya yang masih bayi dan pergi dengan Rizky.


Keduanya pun pergi ke Jakarta untuk mengadu nasib disana. Rafa berusaha untuk mencari istrinya dengan susah payah. Dia mencari informasi keberadan istrinya melalui teman-teman Nazwa dan sanak family yang ada. Tapi pengorbanan Rafa sia-sia karena saat bertemu istrinya, Nazwa tidak mau kembali pulang. Dia lebih berat pada Rizky dan akhirnya Rafa menceraikan istrinya secara sah melalui pengadilan agama.


Sejak saat itu Rafa resmi bercerai dengan Nazwa dan hak asuh atas Kayla jatuh ke tangan Rafa. Nazwa yang sudah dibutakan cinta tidak memperdulikan perasaan suami dan kedua orang tuanya. Kedua orang tua Nazwa sudah berusaha keras untuk membujuk Nazwa agar kembali kepada suami dan anaknya. Tapi Nazwa bersikeras menolak bahkan dia rela tidak diakui sebagai anak demi pergi dengan Rizky. Hidup di Jakarta selama 5 bulan dengan pekerjaan yang gajinya sangat minim sementara biaya hidup cukup tinggi membuat Nazwa dan Rizki sering bertengkar.


Akhirnya Rizky menjual Nazwa pada lelaki hidung belang untuk mendapatkan uang. Nazwa yang awalnya tidak mengetahui niat suaminya menurut saja ketika seorang pria datang dan mengajaknya pergi. Saat itu Nazwa sedang menonton TV tiba-tiba pintu rumahnya diketuk oleh seseorang. Dia berpikir kalau suaminya yang pulang, ternyata ketika dibukanya ada seorang pria yang cukup ganteng berdiri di depan pintu.


“Iya benar. Mas ini siapa dan ada keperluan apa?” tanya Nazwa heran.


“Saya disuruh Rizky menjemput Mbak.”


“Memangnya Rizky di mana Mas?”


“Rizky saat ini sedang menunggu Mbak di mall. Kalau Mbak nggak percaya sebentar ya biar saya sambungkan.”


Pria itu langsung menelepon Rizky dan kemudian hpnya dikasihkan Nazwa. Rizki dan Nazwa pun berbicara langsung. Ternyata pria yang datang memang suruhan Rizky agar menjemput Nazwa untuk dibawa ke mall. Nazwa tanpa curiga langsung mengikut pria itu dan kemudian membawa Nazwa ke sebuah hotel yang cukup besar dan megah. Nazwa pun terheran karena tadi katanya ketemu Rizky di mall kenapa ini di hotel.


“Mas kenapa kita ke hotel?”


“Iya Mbak, Rizky sekarang sudah berada di hotel.”


Pria itu membawa Nazwa ke lantai 3 dengan naik lift. Keluar dari lift pria itu membawa ke sebuah kamar membuat Najwa semakin takut. Pria itu langsung membuka pintu dan mengajak Nazwa langsung masuk. Begitu Nazwa masuk, pintu langsung ditutup pria itu. Nazwa berusaha untuk membuka pintu itu tapi tidak berhasil karena kuncinya sudah dipegang pria itu. Kemudian pria itu mengajak Nazwa untuk duduk di sampingnya.


“Rizky mana Mas? Tadi Mas katakan kalau kita akan menemui Rizky,” ucap Nazwa dengan perasaan takut.


Pria itu langsung tertawa terbahak-bahak.


“Aku mau ketemu Rizky, buka pintunya!”


“Kamu menjerit sekuat apa-pun tidak ada orang yang mendengar.”


“Aku mau keluar! Buka pintunya!” jerit Nazwa lagi.


“Kamu tidak bisa berbuat apa-apa lagi, karena suami kamu sudah menjual kamu sama aku,” ucap pria itu.


“Apa?” ucap Nazwa histeris.


“Iya, suami kamu telah menjual kamu.”


Nazwa langsung menangis mendengar pengakuan pria itu.


“Kalau kamu tidak percaya sekarang kamu bisa bicara dengan dia.”


Kemudian pria itu menghubungi Rizky dan memberikan ponselnya pada Nazwa. Nazwa sangat terkejut setelah mendengar langsung dari Rizky kalau dia telah menjual Nazwa pada pria ini.


“Bajingan kamu Rizky. Kamu nggak punya hati menjual istri kamu sendiri!” ucap Nazwa penuh emosi.


“Sabar Sayang, nanti kalau pria itu sudah puas kamu pasti akan dilepaskannya. Jangan lupa kasih pelayanan yang prima ya, supaya dia bisa puas dan jadi langganan kamu,” ucap Rizky santai.


Akhirnya Nazwa hanya bisa menangis pasrah dengan nasibnya. Dia tidak dapat berbuat apa-apa selain menuruti hawa nafsu pria itu.