My Lovely Neighbour

My Lovely Neighbour
Bi Surti



Rafa berusaha memejamkan matanya membayangkan kejadian yang baru saja dilihatnya di Cempaka Mall. Hatinya sangat sakit ketika melihat Revi bersama tunangannya. Ada sedikit penyesalan mengapa harus ketemu dalam situasi yang seperti itu. Rafa berusaha untuk tidur tapi bayangan Revi tidak luput dari ingatannya.


‘Apakah Revi sudah pulang.’ Rafa langsung melihat jam di dinding kamarnya. Sudah jam dua belas malam tapi tidak terdengar suara kendaraan yang berhenti di depan rumahnya. Akhirnya dengan rasa penasaran Rafa bangkit dari tidurnya dan berjalan ke teras rumahnya. Di sana dia duduk sambil merokok untuk menghilangkan rasa galau yang sedang dihadapinya. Tidak lama kemudian terlihat berhenti sebuah mobil mewah di depan rumah Revi dan Rafa langsung menoleh ke sana.


Dandi keluar dari mobilnya kemudian membukakan pintu untuk Revi. Seperti biasa Revi langsung memberi salam kepada calon suaminya dengan mencium tangan Dandi. Dandi pun menyambutnya dengan tersenyum dan mengelus pundak Revi. Kemudian mengecup ujung kepala Revi.


“Sudah ya Mas, aku masuk dulu,” ucap Revi sambil membalikkan badannya dan kemudian berjalan masuk ke rumah.


Tapi Revi yang penasaran dengan tetangga barunya kemudian menoleh ke rumah putih itu. Sontak Revi terkejut saat melihat Rafa dari kejauhan memperhatikannya.


‘Ngapain mas Rafa sudah selarut ini masih duduk di teras,’ batin Revi buru-buru langsung masuk ke dalam rumahnya.


Begitu masuk kamar lampu langsung dinyalakan dan dia langsung merebahkan dirinya di tempat tidur. Bayangan Rafa tak luput dari ingatannya.


‘Kenapa sudah larut malam seperti ini mas Rafa belum juga tidur. Apa dia sengaja duduk di teras menunggu aku pulang. Revi.... jangan kepe-dean kamu. Bisa saja mas Rafa baru pulang juga sama seperti kamu,” batin Revi.


Revi kemudian berusaha untuk tidur karena malam semakin larut tapi bayangan Rafa masih selalu saja hadir dalam ingatannya. Setelah hampir jam dua dini hari Revi baru bisa tertidur pulas


Rafa yang melihat Revi sudah pulang, mulai merasa tenang sehingga dia kemudian masuk ke dalam kamarnya.


**


Pagi harinya saat Rafa akan bersiap-siap untuk berangkat kerja, dia menyempatkan diri untuk melirik ke kamar Revi. Ternyata jendelanya masih tertutup. ‘Pasti Revi masih tidur. Memangnya Revi gak masuk kerja?’


Terselip perasaan senang walaupun hanya melihat jendela kamarnya. Bi Surti yang sejak tadi memperhatikan kelakuan majikannya langsung cemberut dengan kelakuan majikannya itu. Bi Surti dapat menangkap bahwa majikannya sedang jatuh cinta pada Revi. Tentu hal ini membuat bi Surti sangat kesal. Kekesalan ini kemudian dilampiaskan pada Kayla.


Ketika Rafa sudah berangkat kerja, bi Surti langsung masuk ke dalam dan ditemukan Kayla sedang asik bermain dengan bonekanya di depan TV.


“Kayla, ayo mandi sekarang,” titah bi Surti.


“Nanti Bi, Kayla masih main.”


“Jangan tunggu-tunggu nanti, sekarang ayo mandi,” ajak bi Surti.


Kayla langsung berontak tidak mau mandi.


“Kayla belum mau mandi Bi,” ucap Kayla sambil merengek.


“Kamu bilang apa, masih kecil kamu sudah melawan ya,” ucap bi Surti sambil mencubit pantat gadis kecil itu.


Kayla langsung menangis, “diam! Jangan nangis!”


Kayla bukannya diam, tapi semakin kencang tangisnya membuat bi Surti semakin emosi.


“Kan udah bibi katakan jangan nangis, kenapa kamu nangis juga. Atau mau bibi kurung di dalam kamar!” bentak bi Surti.


Mendengar ucapan bi Surti, Kayla langsung takut karena sebelumnya bi Surti pernah mengurung Kayla di dalam kamar.


“Enggak Bi, Kayla gak mau dikurung.”


“Kalau nggak mau dikurung, ya udah sekarang diam.”


Kayla pun langsung diam sambil terisak-isak sedih. Saat yang bersamaan bu Lusi tiba-tiba datang untuk mengantarkan makanan buat Kayla.


“Assalamualaikum.....”


Bu Lusi sudah berdiri di depan pintu rumah Kayla.


“Bi, ini saya bawakan bubur buat Kayla.” Bi Surti buru-buru menerimanya dan Ingin menutup pintu kembali tapi tiba-tiba Kayla yang tadi di ruang tengah tiba-tiba sudah muncul di belakang bi Surti.


Bu Lusi langsung terkejut melihat mata Kayla merah seperti habis menangis.


“Kayla kenapa Bi?” tanya Bu Lusi sambil mendekati Kayla.


“Biasalah Bu, disuruh mandi nggak mau, eh malah menangis,” jelas bi Surti sambil mengelus kepala gadis kecil itu. Sengaja bi Surti pura-pura sayang pada Kayla.


“Kayla kenapa nggak mau mandi, mandi dulu ya Sayang. Entar kalau sudah selesai mandi main ke rumah eyang temani tante Revi. Kayla mau kan temani tante Revi?” bujuk bu Lusi.


Kayla pun menganggukkan kepalanya.


“Yaudah, sekarang Kayla mandi dulu ya,” ucap bu Lusi dan langsung pamit.


Sampai di rumah bu Lusi menceritakan pada Revi bahwa Kayla tadi baru saja menangis karena tidak mau mandi.


“Memangnya Mama sudah dari rumah Kayla?” tanya Revi.


“Baru aja Mama pulang dari sana. Tadi sih rencananya mau ngajak Kayla kemari, tapi Kayla-nya belum mandi, mama suru mandi dulu. Entar lagi kamu jemput dia ya?” titah bu Lusi pada Revi.


Tidak berselang waktu lama Revi pergi ke rumah Kayla untuk menjemputnya. Sebenarnya Revi malas ke rumah Kayla karena akan bertemu bi Surti, tapi Revi sudah punya rencana akan membuat bi Surti cemburu melihat kedekatannya dengan Mas Rafa atau pun dengan Kayla.


Benar saja dugaan Revi ketika datang ke rumah itu, terlihat bi Surti seperti tidak senang melihat kedatangan Revi. Apalagi akan menjemput Kayla main ke rumahnya. Awalnya bi Surti tidak mengizinkan dengan alasan Kayla tidak boleh terlalu banyak bermain tapi karena Kayla ngotot ingin ikut Revi, akhirnya bi Surti mengizinkannya.


Sampai di rumah Revi, Kayla langsung diintrogasi oleh Revi kenapa dia menangis. Lagi-lagi Kayla merasa takut dengan ancaman bi Surti kalau sempat Kayla cerita sama siapapun bi Surti akan mencubit lagi. Kayla yang masih kecil dan masih polos langsung takut.


Akhirnya Revi diam saja menunggu sampai Kayla mau menceritakan sendiri. Kayla pun langsung diajak ke kamar Revi. Kayla diberi kertas dan diajari menulis walau pun coret-coret, sedangkan Revi membereskan buku dan berkas-berkas penting dari meja belajarnya. Terlihat Kayla sangat menikmati dengan kertas yang ada di depannya.


Tiba-tiba Kayla sesak pipis tapi dia tidak pintar membuka pakaian dalamnya sehingga minta bantuan pada Revi.


“Tante, Kayla mau pipis.”


“Sebentar ya Sayang.”


Revi langsung mendekati Kayla dan membukakan ****** ********. Betapa terkejutnya Revi saat mendapati pantat Kayla biru-biru semua. Kayla yang sudah sesak langsung dibawa Revi ke kamar mandi. Selesai buang air kecil Revi kembali memakaikan ****** ***** Kayla.


“Pantat Kayla kenapa, kenapa biru-biru?” tanya Revi ingin tahu.


Kayla terdiam tapi dari raut wajahnya kelihatan Kayla agak takut untuk menceritakan sehingga dia diam saja. Bahkan saat Revi mendesaknya, Kayla masih tetap diam.


“Kalau digigit nyamuk nggak seperti ini Sayang. Gigitan nyamuk warnanya merah, sedangkan ini warnanya biru. Tante yakin kalau Kayla habis dicubit bi Surti Kan?”


Kayla seperti mau nangis karena takut. Revi langsung mengelus kepalanya lembut dan berusaha menenangkan Kayla agar jangan takut.


“Tante gak akan cerita sama siapa pun Sayang, jadi Kayla harus jujur. Benarkan yang biru-biru ini cubitan bi Surti?”


Kayla hanya tertunduk takut dan kemudian mengangguk.


‘Aku harus bisa membuktikan kelakuan bi Surti yang jahat dan kejam terhadap Kayla,” batin Revi dalam hati.