
Saat bi Surti sedang ngobrol dengan Nazwa, tiba-tiba ponsel bi Surti berdering.
“Maaf ya Mbak, saya masuk dulu kebetulan ponsel saya berbunyi,” ucap bi Surti langsung masuk ke dalam rumah.
Diraihnya ponsel yang ada di atas bopet di ruang tengah. Terlihat panggilan masuk dengan kata ‘sayang.
[“Hallo, ada apa Den. Kenapa menghubungi aku, kan udah aku katakan jangan menghubungi aku. Biar aku aja yang menghubungi kamu.”]
[“Maaf Sayang, aku kangen sama kamu.”]
[“Kamu gombal ah....”]
[“Bener loh Sayang.”] Ucap Deni nama kekasih bi Surti.
[“Gimana tentang rencana kita?”]
[“Maaf Den, untuk saat ini belum kelihatan titik terang.”]
[“Maksud kamu gimana Sayang?”]
[“Majikanku belum bisa aku rayu saat ini Den.”]
[“Kamu harus lebih agresif lagi dong...”]
[“Sudah Den, tapi belum berhasil juga. Sabar ya Den. Aku yakin dalam waktu dekat pasti aku bisa membuatnya jatuh cinta.”]
[“Tapi kamu harus hati-hati jangan sampai jatuh cinta benaran Sayang.”]
[“Iya Den, kamu jangan khawatir.”] Jawab bi Surti.
[“Oh ya Sayang, kamu masih punya simpanan?”]
[“Maksud Mas apa?”] Tanya bi Surti tidak mengerti.
[“Kamu masih punya uang di tabungan?”]
[“Memangnya kenapa ?”]
[“Mas lagi butuh nih 2 juta aja.”]
[“Untuk apa lagi Den, tapi seminggu yang lalu baru aku kirim satu juta.”]
[“Iya Sayang, uang yang kemarin kamu kirim masih kurang. Ternyata harga sepeda motor itu setelah aku nego nggak bisa juga turun. Kalau nggak diambil kan sayang harganya termasuk murah loh.”]
[“Gimana ya Den?”] Bi Surti merasa bingung.
[“Kamu jangan khawatir Sayang, begitu sepeda motor itu aku beli terus aku bagusi, aku yakin dalam dua hari pasti sudah ada pembelinya dan aku kembalikan utangku sama kamu.”] Ucap Deni meyakinkan.
Bi Surti pun berpikir sesaat. Memang bi Surti masih punya simpanan di bank tapi itu sengaja tidak diambil-ambil untuk jaga-jaga buat pernikahan mereka nanti.
[“Yaudah, besok aku transfer lagi.”]
[“Terima kasih ya Sayang. Udah dulu ya.”]
Bi Surti terlihat sedikit kecewa seperti ada penyesalan dalam hatinya karena telah meminjamkan uang itu pada Deni. Semenjak bi Surti bekerja sebagai pembantu di rumah temannya, dia selalu rajin menabung. Hampir semua gajinya dimasukkan ke bank untuk bekal pernikahannya nanti. Tapi mendengar Deni sedang kesusahan bi Surti pun tidak tega. Apalagi dia sangat mencintai kekasihnya itu.
Bi Surti yang pernah gagal dalam menikah sempat frustasi dan tidak mau mengenal pria lagi karena dia takut akan dikecewakan lagi. Tapi ketika bertemu dengan Deni, perasaan bi Surti langsung berubah. Dia yakin bahwa Deni dapat menjadi imam dalam rumah tangganya nanti, sehingga semua dicurahkan pada Deni membuat Deni selalu bergantung padanya.
Bi Surti yang sudah dibutakan oleh cinta tidak bisa membedakan mana yang baik dan yang tidak baik sehingga ketika Deni merencanakan niat yang tidak baik pada majikan bi Surti yaitu Rafa, bi Surti hanya mengikut saja rencana yang sudah dirancang Deni yaitu membuat Rafa jatuh cinta pada bi Surti. Kalau rencana ini berhasil, tentu bi Surti akan sangat mudah menguras uang Rafa.
Bi Surti memang tidak terlalu cantik tapi bodinya sangat seksi dan kulitnya juga putih bersih. Inilah salah satu kenapa bi Surtik berani untuk menggoda Rafa. Dia merasa dengan modal body yang seksi dan kulit yang putih bersih akan bisa menarik simpati majikannya. Sehingga kalau di dalam rumah, dia selalu berpenampilan menggoda dengan pakaian yang pendek dan ketat.
***
“Kayla pulang sekarang ya?” pintah Revi pada Kayla yang sedang asyik bermain boneka.
“Nanti aja Tante, Kayla masih mau main di sini.”
“Tapi ini waktunya bobok siang, Kayla harus bobok siang sekarang.”
“Tapi Kayla nggak mau bobok siang di rumah, Tante,” ucap Kayla.
“Kalau Kayla bobok siang di sini, nanti Tante yang dimarahi papa Kayla.”
Revi langsung tertawa mendengar ucapan Kayla yang masih polos.
“Sekarang Kayla pulang dulu ya, bilang sama bi Surti kalau Kayla mau bobok siang di rumah tante.”
“Kayla nggak mau bilang sama bi Surti, Tante.”
“Memangnya kenapa Sayang?” Revi pun merasa heran.
“Bi Surti galak, Kayla takut.”
“Galak gimana Sayang.”
“Bi Surti galak suka cubit Kayla.”
“Karena Kayla salah makanya dicubit.”
“Pokoknya Kayla nggak mau Tante. Kayla takut ngomong sama Bi Surti.”
“Yaudah, sekarang tante temani ya sekalian kita ambil susu kamu.”
Kayla yang biasa minum susu kalau mau tidur langsung bersemangat. Dia langsung bangkit dari duduknya.
“Ayo Tante kita ke rumah Kayla ambil susu,” ajak Kayla memegang tangan Revi.
Mereka pun berjalan melalui halaman samping. Dari kejauhan Nazwa melihat kedatangan Kayla dan Revi. Dia langsung bangkit memperhatikan keduanya.
‘Pasti itu yang namanya Revi,’ batin Nazwa dalam hati.
Begitu sudah dekat Nazwa langsung melangkahkan kakinya ingin keluar dari teras, tapi Kayla yang melihat Nazwa berada di teras rumahnya langsung ketakutan. Paha Revi langsung dipeluknya erat sambil membenamkan wajahnya di paha Revi. Revi langsung terkejut.
“Kenapa Sayang?
“Kayla takut Tante.”
“Takut sama siapa?”
Kayla diam saja dan dia mempererat pelukanmu. Revi langsung melihat ke depan dan ternyata ada seorang wanita yang sedang berdiri di teras rumah Kayla.
“Kayla sini Sayang?” ucap wanita itu ramah.
Tapi Kayla tetap memeluk paha Revi membuat dia tidak dapat melangkahkan kakinya.
“Sayang, kamu kenal dengan tante itu?”
Kayla langsung menggelengkan kepalanya membuat Revi merasa heran.
‘Siapa wanita itu?’ batin Revi.
“Mari Sayang...” ucap wanita itu lagi.
Tapi Kayla tidak bergeming. Dia tetap membenamkan wajahnya di paha Revi.
“Maaf ya Mbak, Mbak ini siapa ya?” tanya Revi.
“Oh ya Mbak, kenalkan saya mamanya Kayla.”
“Mamanya Kayla?” tanya Revi tidak percaya.
“Kalau Mbak nggak percaya, bisa nanti tanya sendiri sama mas Rafa. Oh ya Mbak, perlu saya ingatkan mulai saat ini jangan pernah dekati mas Rafa lagi.”
“Maaf ya Mbak, saya nggak pernah mendekati mas Rafa dan Mbak perlu juga tau bahwa saya sudah bertunangan dan bulan depan akan menikah.
Nazwa langsung tersenyum sini.
“Walaupun kamu mau menikah, bukan berarti kamu tidak mau mengganggu mas Rafa karena banyak orang yang sudah menikah saja masih mau sama suami orang, apalagi belum menikah. Saya hanya mengingatkan aja, jangan nanti kamu sampai frustasi melihat kami rujuk. Perlu mbak Revi ketahui bahwa mas Rafa belum move on dari saya makanya sampai sekarang dia belum mau menikah dengan wanita lain. Itu semua karena apa, karena dia masih menunggu saya.”
Hati Revi sangat sakit mendengarkan ucapan wanita itu. Revi langsung buru-buru menarik tangan Kayla dan membawanya pulang ke rumahnya. Buru-buru dia berjalan ke rumahnya ingin menumpahkan semua kesedihannya.
Begitu masuk kamar Kayla disuruhnya naik ke tempat tidur sedangkan Revi langsung masuk kamar mandi. Tangisnya pun langsung pecah di dalam kamar mandi. Hatinya sangat sedih dan sakit mendapat hinaan dari mantan istrinya mas Rafa.
‘Kenapa mamanya Kayla ngomong seperti itu dan kenapa juga mamanya Kayla tahu namaku. Apakah mas Rafa sudah cerita banyak tentang aku pada mamanya Kayla. Aku benci mas Rafa yang sudah mendapatkan hati istrinya sekarang dia berani mengarang cerita seolah-olah aku tergila-gila padanya. Aku benci kamu mas, aku benci,” batin Revi sedih.