
Sekitar jam sepuluh pagi bu Dian pun pulang ke kampung halamannya. Surti dan Kayla mengantar bu Dian sampai naik gojek di depan rumahnya untuk ke terminal. Dari terminal bu Dian harus naik bus untuk sampai ke kampung halamannya.
“Dah Nenek....” ucap Kayla melambaikan tangannya melepas kepergian neneknya.
Setelah bu Dian tidak tampak dari pandangan, Surti langsung mengajak Kayla masuk ke dalam rumah.
“Ayo kita masuk Kayla,” ajak Surti.
Kayla pun mengikut aja dan berjalan di belakang Surti. Saat Kayla melirik ke rumah Revi, terlihat Revi sedang membersihkan rumput yang ada di depan rumahnya. Kayla langsung tertarik untuk pergi ke sana.
“Tante Surti, Kayla mau main ke rumah tante Revi ya?” pinta Kayla.
“Nggak usah, kita masuk aja. Kayla nggak boleh main ke sana,” ucap Surti sambil menarik tangan Kayla.
“Kenapa nggak boleh Tante?”
“Tante katakan nggak boleh, ya nggak boleh,” ucap Surti terus menarik tangan Kayla.
“Tante.... Kayla mau main tempat tante Revi.” Tapi Surti tidak mendengarkannya, dia tetap menarik tangan Kayla meskipun Kayla memberontak.
Bahkan saat Kayla tidak mau melangkahkan kakinya, Surti tetap menarik tangan Kayla sehingga Kayla pun terjatuh karena terseret. Lutut Kayla terluka dan berdarah akibat terseret di tanah.
Mendengar suara tangisan Kayla, Revi langsung melihat ke rumah Kayla. Revi melihat sendiri bagaimana Surti menarik tangan Kayla membuat Revi terkejut melihatnya. Saat itu Kayla sudah menangis tapi tetap ditarik juga tangannya oleh Surti.
Terlihat kalau Surti tidak menyayangi Kayla sehingga dia tidak menghiraukan kaki Kayla yang sudah berdarah. Revi langsung berlari mendekati Kayla.
“Bi Surti apa-apaan ini?” bentak Revi marah.
Surti langsung menghentikan langkahnya dan melihat ke arah Revi. Kayla begitu melihat Revi tangisnya semakin kuat.
“Tante....” panggil Kayla minta pertolongan.
“Bi Surti... apa yang udah Bibi lakukan pada Kayla? Lihat itu kaki Kayla berdarah,” ucap Kayla.
Begitu Surti menghentikan langkahnya, Kayla buru-buru melepaskan tangannya dan berlari memeluk Revi sambil menangis.
“Mbak Revi jangan ikut campur ya. Lihat itu Kayla jadi semakin nakal nggak bisa diatur,” jawan Surti dengan nada marah.
“Bibi jangan hanya menyalahkan Kayla aja. Lihat ini kaki Kayla sampai berdarah,” ucap Revi sambil memegang lutut Kayla yang berdarah.
“Itu karena kenakalannya. Udah disuru masuk, tapi bukannya mau masuk,” ucap Surti.
“Bukan begini caranya mendidik anak. Ini namanya mencelakai anak.”
“Udahlah mbak Revi, jangan ikut campur urusan saya. Saya yang ditugaskan untuk menjaga dan merawat Kayla, jadi terserah saya donk gimana saya memperlakukan Kayla,” jawan Surti dengan nada sombong.
“Tapi bukan seperti ini Bi.”
Mendengar ucapan Revi, Surti semakin emosi.
“Ayo Kayla, kita masuk,” ucap Surti dan berusaha menarik tangan Kayla. Tapi Revi tetap menghalanginya.
“Kayla...” bentak Surti marah.
“Kalau Bibi tetap ngotot mengajak Kayla, saya lawannya Bibi,” ucap Revi menantang.
“Bibi jangan sembarangan ngomong. Buktinya anaknya sendiri aja nggak mau sama Bibi. Itu karena Bibi terlalu kejam sama Kayla.”
“Ini bukan urusan mbak Revi. Ayo Kayla...” ajak Surti yang berusaha menarik tangan Kayla membuat Kayla semakin menangis.
Revi yang bingung menghadapi situasi ini, akhirnya menjerit minta pertolongan. Tidak lama kemudian bu Rika yang rumahnya tepat di depan rumah Kayla berlari-lari menghampiri mereka.
“Ada apa Revi?” tanya bu Rika sambil berlari mendekati Revi.
“Ini Bu, bi Surti menyeret Kayla masuk ke rumah sampai lututnya berdarah begini,” jelas Revi memperlihatkan lutut Kayla yang berdarah.
Bu Rika yang melihat lutut Kayla yang sudah berdarah langsung marah.
“Apa-apaan bi Surti? Kenapa kaki Kayla sampai berdarah seperti ini?” tanya bu Rika heran.
“Kayla nya nakal Bu, nggak mau masuk,” jelas Surti tanpa merasa bersalah.
“Ini namanya penganiayaan. Bibi bisa kami laporkan ke polisi.”
Mendengar kata polisi Surti seperti merasa takut.
“Tapi bukan salah saya Bu. Itu karena Kaylanya aja yang nggak nurut sama saya,” jelas Surti berusaha membela diri.
“Ayo Revi kita obati kaki Kayla,” pinta bu Rika.
“Iya Bu, nanti biar saya obati di rumah aja,” ucap Revi.
Setelah adu mulut yang cukup lama antara Surti, Revi dan Bu Rika akhirnya Kayla di bawah pulang ke rumah Revi. Awalnya Surti tidak mau menyerahkan Kayla dan tetap ngotot ingin membawa Kayla masuk ke dalam rumah, tapi Bu Rika merasa ragu kalau Surti akan berbuat lebih nekat lagi.
Akhirnya berdasarkan kesepakatan mereka bertiga bahwa mereka tidak akan menceritakan kejadian ini pada papanya Kayla dengan catatan Surti tidak akan berbuat seperti ini lagi. Akhirnya Surti pun mengalah karena dia juga takut kehilangan pekerjaannya.
Kemudian Kayla yang merasa takut pada Surti minta ikut dengan Revi ke rumahnya. Akhirnya Revi membawa Kayla untuk main di rumahnya.
Sampai di rumah Revi, luka yang ada di kaki Kayla langsung diobati Revi dengan membersihkan luka itu terlebih dahulu dan kemudian baru diberi obat merah. Kayla sempat menangis juga saat lukanya dibersihkan dengan kapas yang telah disiram alkohol. Tapi Revi dengan sabar dan tenang menghadapi Kayla.
Setelah lukanya diobati, Kayla langsung diintrogasi oleh Revi. Kayla yang masih kecil dan lugu kemudian menceritakan apa adanya. Revi merasa kasihan melihat Kayla yang diperlakukan oleh pembantunya sesuka hatinya. Bahkan Surti telihat kejam dan tidak perduli pada Kayla.
‘Kalau sempat bi Surti melakukan hal ini lagi, maka aku nggak akan tinggal diam. Aku akan melaporkannya pada mas Rafa. Untuk saat ini biarlah bi Surti kuberi kesempatan untuk tidak mengulangi perbuatannya. Mudah-mudahan bi Surti insaf dan sadar dan tidak akan mengulanginya lagi,’ batin Revi.
“Tante... Kayla main di rumah Tante aja ya. Pulangnya nanti kalau papa udah pulang,” pinta Kayla.
“Iya Sayang. Kayla boleh kok main sepuasnya di rumah tante.”
“Terimakasih Tante..,” ucap Kayla tersenyum bahagia.
“Kayla, kenapa nggak mau pulang?” tanya Revi penuh selidik.
“Kayla takut nanti dimarahi tante Surti.”
“Kayla nggak boleh takut ya Sayang. Tante Surti nggak akan marah lagi sama kamu. Kalau nanti tante Surti marah, beritau tante ya?”
Kayla pun menganggukkan kepalanya. Revi yang sangat menyayangi Kayla merasa senang saat mengurus Kayla. Apalagi Revi tidak mempunyai adik sehingga dia sangat sayang sama anak kecil. Bahkan saat Revi masih sekolah dulu, dia sering membawa anak tetangganya ke rumah bermain dengannya. Bahkan saat dia masih SD sering ngomong sama mamanya agar mamanya hamil biar dia punya adik. Bu Lusi memangnya menginginkan anak lagi tapi Allah belum berkehendak sehingga hanya satu aja anaknya yaitu Revi. Padahal bu Lusi sudah berobat juga agar diberikan keturunan lagi tapi semuanya Allah yang menentukan.