
[“Ada apa Mas?”] Tanya Revi heran.
[“Kamu sedang sibuk nggak?”]
[“Emangnya kenapa Mas?”]
[“Kalau kamu tidak sibuk, mas mau minta tolong temani Kayla di rumah sakit. Kebetulan hari ini mas ada meeting penting.”]
Revi berpikir sesaat.
[“Gimana ya Mas, bukan aku nggak mau, tapi aku rencananya hari ini akan pergi dengan mas Dandi.”]
[“Oh iya. Ya udahlah nggak apa-apa, maaf sudah menggangu”]
[“Memangnya nenek Kayla nggak jadi datang Mas?”]
[“Rencananya iya, tapi tadi pagi neneknya Kayla jatuh di kamar mandi.”]
[“Astagfirullah, jadi gimana keadaannya Mas?”] Tanya Revi khawatir.
[“Memang sih kondisinya tidak mengkhawatirkan, hanya perlu banyak istirahat saja. Tekanan darahnya tinggi dikawatirkan akan jatuh lagi.”]
[“Semoga cepat sembuh, jadi gimana ya.”]
[“Ya udah nggak apa-apa, biar bi Surti yang menemani.”]
Msndnsgar nama surti, Revi merasa tidak tenang. Dalam hati kecilnya dia merasa kasihan pada Kayla, tapi dia bingung cara membatalkan nya pada Dandi.
‘Lebih baik aku coba aja deh menelpon mas Dandi. Mudah-mudahan mas Dani bisa mengerti’ batin Revi
"ya udah, assalamualaikum" Rafa mengakhiri panggilannya.
Revi termenung, dan itu tak luput dari pandangan ibunya.
“Ada apa Revi?” tanya bu Lusi
“Mas Rafa barusan nelpon, katanya dia mau meeting penting dan minta tolong untuk menjaga Kayla.”
“Memangnya bi Surti kemana?” tanya bu Lusi heran.
“Kayla tidak mau dijaga bi Surti, Ma. Dan neneknya Kayla sakit, tqdi pagi terjatuh di kamar mandi.”
“Astagfirullah, Jadi gimana kondisi neneknya Kayla sekarang?”
“Nggak tau Ma, tapi katanya tidak apa-apa hanya hipertensi dan perlu istirahat,” jelas Revi.
“Kasihan juga ya Kayla.”
“Menurut Mama gimana?”
“Coba aja kamu telepon Dandi minta pendapatnya, ingat bicarakan baik-baik,” jelas bu Lusi.
"Iya Ma,"
Setelah berpikir beberapa saat akhirnya Revi langsung menelpon Dandi.
[“Hallo Sayang... Ada apa, kangen?"] terdengar suara Dandi senang.
["Maaf Mas sebelumnya"]
["Maaf kenapa Sayang?"]
["Mas, bisa nggak kita perginya besok aja."]
["Loh, memangnya kenapa? lu sakit?"]
["Bukan, ehm..begini Mas. Hari ini aku tidak bisa menemani kamu."]
["Memangnya kenapa, Sayang?"]
["Aku mau menjaga Kayla,"
"[Kayla siap",]
[" eh itu, anak tetangga aku, dia sakit di rumah sakit."]
["Oh, Kayla yang pernah kamu ceritakan itu?"]
["Iya Mas. Sekarang dia sedang dirawat di rumah sakit. Papanya sibuk ada meeting yang tidak bisa di tunda, dan minta tolong aku menjaganya."] Jelas Revi.
["Memangnya nggak ada orang lain?"]
["Nggak mas, awalnya neneknya yang akan menjaga, tapi tadi pagi neneknya jatuh sakit. Aku nggak enak mas kalau menolak"]
["Memangnya kamu digaji berapa untuk menjaga Kayla."] sahut Dandi ketus.
"Deg..." Revi langsung tersinggung mendengar ucapan Dandi.
'Kenapa ucapan mas Dandi sangat tajam seperti itu. Dia tidak menghargai perasaanku,' batin Revi kesal.
["Mas, kamu kok gitu. Aku hanya kasihan aja, dia sakit mas dan tidak ada yang menjaga, dimana rasa belas kasih mu?"]
["Ya sudah jika.itu keputusan mu, Kalau menurut kamu itu baik, ya sudah,] Jawab Dandi seperti tidak senang.
Dari nada bicaranya, sangat jelas Dandi kurang setuju, tapi Revi tidak peduli, yang penting Kayla sehat.
Apalagi sejak dia tau Dandi membohonginya, Revi sudah kehilangan kepercayaan pada pria itu, jangan kan cinta perasaan respect pun lenyap sudah berganti rasa muak dan marah.
***
Sampai di rumah sakit, Revi melangkahkan kakinya menujunya ruangan Kayla. Rafa dan kayla menyambut nya dengan senyuman.
"Maaf ya, karena telah merepotkan kamu."
"Nggak apa-apa Mas," ucap Revi langsung mendekati Kayla.
"Tante....," panggil Kayla.
Revi mengelus kepala gadis kecil itu. Terlihat wajah ceria terpancar pada wajah Kayla.
"Kamu udah sehat kan Sayang?" tanya Revi.
"Sudah Tante, Kayla ingin cepat pulang."
"Sabar ya Sayang. Kalau kamu sudah sehat betul pasti akan pulang," jelas Revi membuat Kayla pun tersenyum.
Rafa yang melihat kedekatan putrinya dengan Revi merasa sedih. Hatinya sangat sakit membayangkan jika Revi nanti akan dibawa pergi oleh suaminya.
'Pasti Kayla akan sangat kehilangan Revi kalau nantinya Revi dibawa pergi oleh suaminya,' batin Rafa.
Revi menoleh ke arah Rafa.
"Udah Mas, kalau mau ke kantor pergi sekarang biar aku yang menemani Kayla di sini," pinta Revi.
Rafa yang sejak tadi berdiri memperhatikan Revi dan putrinya langsung terkejut.
"Oh iya," ucap Rafa malu.
Rafa kemudian mendekati putrinya, "Sayang, papa ke kantor dulu sebentar ya, kamu biar ditemani tante Revi," ucap Rafa sambil mencium pipi anaknya.
"Da, Papa..." Kayla langsung melambaikan tangannya sambil tersenyum pada papanya. Rafa langsung melangkahkan kakinya dengan perasaan tenang. Dia merasa tenang karena sudah ada yang menjaga Kayla sehingga Rafa tidak merasa khawatir saat meninggalkan putrinya dengan Revi. Dia juga tau bahwa Revi sangat menyayangi Kayla.
"Kayla tadi pagi udah sarapan?" tanya Revi.
"Udah Tante."
"Sarapannya habis?" Kayla menggelengkan kepalanya.
"Kenapa nggak dihabiskan Sayang?"
"Kayla nggak suka Tante,"
"Tapi Kayla harus makan yang banyak biar cepat sembuh dan segera pulang."
"Tapi enggak enak,"
"Mau cepat pulang nggak?"
"Mau!"
"Itu artinya harus makan yang banyak."
"Iya Tante"
"Pintar" sahut Revi mengusap kepala bocah itu
"Tapi Tante yang nyuapin ya?"
"Iya Sayang, entar pasti tante suapi tapi kamu janji makan yang banyak."
Kayla menganggukkan kepalanya.
"Kalau gitu snack yang baru datang ini Kayla habiskan ya," ucap Revi mengambil makanan yang ada di atas meja.
Kayla langsung menyantap kue tersebut sampai habis.
"Horee.... Kayla pintar," ucap Revi memuji Kayla. Kayla langsung tersenyum senang karena dipuji Revi.
"Kayla bosan di sini aja Tante."
"Makanya Kayla makan yang banyak biar cepat sehat."
"Iya Tante."
"Ya udah, sekarang bobok dulu ya,"
"Tapi Kayla mau dibacakan buku cerita sama Tante," ucap Kayla memberikan buku cerita pada Revi.
Revi membacakan cerita itu dengan tekun, Kayla pun mendengarnya. Tapi belum habis dibaca isi ceritanya Kayla sudah tertidur pulas.
Melihat Kayla sudah tertidur, Revi langsung menghentikan membacanya. Dia kemudian duduk di sofa dan membaca buku cerita.