
Melihat kedatangan Revi, Kayla pun bangkit dari duduknya dan memeluk Revi. Tangisnya pun pecah dalam pelukan Revi. Tiba-tiba bi Surti muncul dari arah dapur. Melihat kedatangan bi Surti, Revi langsung bertanya.
“Kayla kenapa Bi?” tanya Revi sopan.
“Ini nggak ada urusannya sama mbak Revi, jadi tolong mbak Revi tinggalkan Kayla sendiri. Kayla jangan terlalu dimanja Mbak, nanti jadi besar kepala.”
Mendengar ucapan bi Surti, Revi langsung terpancing emosi.
“Apa maksud bi Surti ngomong seperti itu?”
“Saya nggak suka Mbak ikut campur dalam masalah ini.”
“Memangnya saya ikut campur apa Bi?”
“Buktinya mbak Revi Kenapa kemari?”
“Saya kemari karena mendengar Kayla menangis,” jelas Revi.
“Tapi apa urusan Mbak dengan Kayla menangis?” tanya bi Surti emosi.
“Ya jelas ini urusan aku juga. Kayla menangis pasti ada sesuatu. Bisa jadi karena Bibi pukul makanya dia nangis.”
“Mbak Reva jaga ucapan Mbak ya. Mbak Jangan sembarangan menuduh saya.”
“Buktinya kenapa Kayla nangis.”
“Dia menangis karena nggak mau tidur.”
“Lalu apa yang Bibi lakukan sampai dia menangis seperti ini.”
“Mbak Revi jangan ikut campur lah, sekarang lebih baik Mbak pergi dari sini.”
“Baik aku akan pergi dari sini tapi Kayla akan aku bawa ke rumahku.”
“Hay mbak Revi. Nggak ada hak Mbak bawa Kayla.”
“Ya terserah bi Surti lah. Ayo Sayang ikut dengan tante.”
Revi langsung menarik tangan Kayla dan akan membawanya tapi bi Surti tidak kalah cepat. Dia juga ikut menarik tangan Kayla sehingga Revi dan bi Surti tari-tarikan tangan Kayla. Melihat Kayla semakin menangis akhirnya Revi pun mengalah. Dia kemudian keluar dan pulang ke rumahnya.
‘Aku tunggu saja saat yang tepat. Untuk sementara ini biar aku beri kesempatan pada Bi Surti mendekati Kayla. Tapi suatu saat kalau kelakuannya melampaui batas aku akan menceritakan semuanya pada mas Rafa.’
Sampai di rumah bu Lusi sedang duduk di teras sambil makan pisang goreng yang baru digorengnya.
“Kamu dari mana Revi?” tanya mamanya.
“Dari rumah Kayla Ma.”
“Mana Kaylanya?”
Revi hanya diam saja dan dia pun duduk di samping mamanya.
“Mana Kaylanya?” tanya bu Lusi lagi.
“Begini Ma. Sekarang Revi mau cerita.”
“Mau cerita apa Rev?” tanya bu Lusi.
Kemudian Revi menceritakan kejadian baru saja di rumah Kayla.
“Jadi nggak kamu lihat atau kamu tanya sama Kayla penyebab dia nangis?”
“Revi belum sempat nanya Ma, keburu diusir bi Surti.
“Seharusnya kamu tanya dulu Kayla alasannya menangis. Bisa jadi dia habis dihajar bi Surti. Seharusnya tadi kamu lihat badannya, mana tau ada yang terluka atau memar akibat dipukul.”
“Revi nggak mikir sampai ke situ Ma.”
Bu Lusi dan Revi pun terdiam sesaat.
‘Aku cerita nggak ya sama mama tentang percakapan bi Surti dengan pacarnya. Tapi lebih baik nggak usah cerita dulu ah, nanti kalau benar-benar terbukti baru aku cerita semuanya pada mama.’
“Revi masuk dulu ya Ma,” ucap Revi masuk ke dalam.
***
Bi Surti yang suka cari muka pada majikannya langsung pasang aksi saat majikannya akan pulang kantor. Bi Surti yang tau kalau majikannya bakalan pulang dia buru-buru berdandan dan tidak lupa pakai parfum. Setelah berdandan dia pun duduk di ruang tengah menonton TV. Sedangkan Kayla bermain masak-masak di depan TV. Tiba-tiba Kayla mendekati bi Surti.
“Bi, perut Kayla sakit loh,” ucap Kayla memegang perutnya sambil menyengir kesakitan.
“Memangnya bibi harus apa Kayla?”
“Telepon papa donk biar cepat pulang,” pintah Kayla.
“Kok enak aja kamu ngatur-ngatur, memangnya papa kamu cepat pulang apa dia bisa langsung ngobati kamu,” ucap bi Surti ketus.
Kayla yang mendengar penjelasan pembantunya hanya bisa diam saja menahankan sakit. Dia langsung duduk di sofa.
“Kalau perut kamu masih sakit, ya udah sekarang tidur aja jangan bawel,” ucap bi Surti marah.
‘Apa Kayla sakit perut karena baru kuberi sayur yang sudah basi tadi,’ batin bi Surti.
Bi Surti sengaja memberikan makanan yang dimasaknya semalam karena dia malas untuk masak makanan Kayla lagi. Kayla tidak bisa makan pedas makanya hari ini bi Surti nggak masak sayur untuk Kayla, sehingga sayur semalam yang sudah basi diberikan pada Kayla. Setengah jam yang lalu setelah selesai mandi sore, bi Surti menyuapi Kayla dengan sayur yang sudah mulai basi.
‘Biar aja dia makan sayur basi, yang penting papanya makan makanan yang baru kumasak,’ batin bi Surti.
Kalau untuk makanan Rafa, bi Surti sengaja menyiapkan makanan yang baru dimasaknya. Kalau pagi dimasakan masakkan kesukaan Rafa. Begitu juga untuk makan malam bi Surti membuat makanan yang baru baik sayur atau pun lauknya. Sementara untuk Kayla sendiri bi Surti malas untuk memasaknya. Terkadang supaya cepat dan gampang bi Surti hanya memberikan mi instan yang direndam air panas saja dan itulah yang diberikan pada Kayla. Kayla yang memang suka makan mie tidak pernah protes. Bahkan dia sangat senang kalau setiap hari makan supermi ataupun indomie.
Hari ini Kayla merasa sakit perut karena makan sayur yang dimasak semalam sore yaitu sayur manis tauge dicampur tahu.
Bi Surti memang nggak pernah memperdulikan Kayla. Bahkan dia nggak menyayanginya. Bi Surti yang memang tidak menyayangi anak-anak merasa terbebani dengan mengurus Kayla. Yang ada dalam pikiran bi Surti adalah untuk mencari simpati papanya Kayla. Bi Surti yang sudah berencana dari awal dengan pacarnya ingin menguras habis kekayaan majikannya jika dia sudah mendapatkan hati majikannya itu. Tapi sejak tadi bi Surti memikirkan niatnya itu. Entah kenapa perasaan bi Surti mulai berubah terhadap Rafa.
Tiba-tiba bi Surti merasakan seperti ada debaran di dalam dadanya ketika bertemu dengan majikannya yang duda itu. Padahal dia sudah bertekad dengan kekasihnya Deni ingin menguras habis uang majikannya, setelah itu Rafa akan ditinggalkannya. Itulah rencana awal bi Surti dan Deni.
Tapi sejak tadi bi Surti mulai berpikir tentang perasaannya yang tiba-tiba benar-benar menyukai Rafa. Gimana bi Surti tidak tertarik dengan Rafa karena Rafa sangat tampan, lembut dan juga sopan. Setiap wanita pasti akan tergila-gila jika sudah bergaul lebih dekat dengan Rafa. Termasuk bi Surti yang setiap harinya selalu bertemu dengan majikannya itu.
Sejak pulang dari menemui Deni, perasaan bi Surti tidak tenang. Di satu sisi dia memikirkan rencana semula yang telah disusunnya dengan Deni, tapi di sisi lain dia tidak bisa membohongi dirinya sendiri karena pelan-pelan dia sudah mulai menyukai Rafa. Dari awal Deni sudah mengingatkan bi Surti agar jangan sampai jatuh cinta pada majikannya itu, tapi yang namanya cinta datang begitu saja. Tentu hal ini membuat bi Surtii semakin bingung dengan niatnya sejak awal. Dia juga takut kalau nantinya Deni tau akan perasaannya pada Rafa. Pasti Deni akan marah besar pada bi Surti karena Deni sudah mengingatkannya agar jangan jatuh cinta pada Rafa.