My Lovely Neighbour

My Lovely Neighbour
Kata Hati



Di dalam kamarnya Rafa terus memikirkan kejadian barusan. Dia tidak habis pikir kenapa kejadian tadi menimpanya. Rafa sempat tergoda dengan kejadian barusan, apalagi sudah lama dia tidak merasakan hangatnya belaian seorang wanita.


Semenjak berpisah dengan Nazwa istrinya, Rafa belum bisa membuka hatinya untuk wanita lain. Hal ini bukan dikarenakan dia masih mencintai Nazwa, tapi dia masih trauma dengan pernikahannya yang sempat gagal. Dia masih takut untuk mendekati seorang wanita. Sudah beberapa kali rekan kerjanya ingin menjodohkannya dengan seorang wanita, tapi Rafa sendiri menolak.


Tiga bulan yang lalu Taufik teman dekatnya sempat ingin menjodohkannya dengan sepupu istrinya Taufik yang masih gadis. Tapi Rafa menolaknya pada saat itu.


Taufik diam-diam mengundang Rafa untuk datang ke rumahnya. Sengaja Taufik tidak menceritakan pada Rafa karena takut Rafa akan menolaknya. Rafa pun datang ke rumah Taufik bersama Kayla.


“Ayo Rafa, silakan masuk,” ucap Taufik menyambut kedatangan Rafa ketika Rafa baru tiba di rumahnya.


“Siapa namanya Sayang?” tanya Taufik pada Kayla.


“Ayo salam omnya,” ucap Rafa pada putrinya.


Kayla langsung menyelam Taufik, istrinya dan juga sepupu istrinya Taufik yang bernama Dinda. Dinda memang terlihat cukup cantik dengan body yang tinggi semampai sepadan dengan Rafa. Tapi di awal pertemuan, Rafa sudah tidak simpati pada Dinda. Melihat Dinda yang tidak sayang pada anak-anak, Rafa bisa merasakan saat mereka ngobrol bersama Taufik dan juga istrinya. Dinda terlihat cuek terhadap Kayla. Sedikit pun Dinda tidak menunjukkan rasa sayangnya pada Kayla. Dia tidak ada bertanya sedikit pun pada Kayla bahkan saat Kayla menyenggol gelas minumannya sehingga air di dalami gelas itu tumpah, terlihat Dinda dengan wajah marah membersihkan tumpahan air itu.


“Makanya lain kali hati-hati,” ucap Dinda dengan nada seperti membentak Kayla.


Melihat hal itu Rafa langsung tidak simpati bahkan ketika akan pulang Taufik dan istrinya kelihatan sangat sayang pada Kayla karena kelucuannya. Taufik beberapa kali mengelus kepala Kayla dan begitu juga dengan istrinya. Kelihatan mereka sangat gemas melihat kelucuan Kayla, sementara Dinda sangat cuek bahkan tidak ada basa-basinya pada Kayla.


Karena hal itulah Rafa langsung memutuskan untuk menolak perjodohan itu. Rafa terus terang pada Taufik bahwa dia belum siap untuk menikah lagi. Taufik yang tahu kepribadian Rafa tidak bisa memaksa. Dia menghargai keputusan Rafa. Rafa yang sempat trauma dengan pernikahan yang sebelumnya membuatnya menutup diri dengan wanita lain.


Tapi ketika bertemu Revi, perasaan Rafa langsung berubah. Dia belum pernah merasakan yang namanya jatuh cinta pada pandangan pertama seperti yang terjadi pada Revi pertama kali. Melihat Revi jantung Rafa dag dig dug. Dadanya berdetak kencang dan dia terlihat gugup. Perasaan itu semakin hari semakin tumbuh subur sehingga membuatnya sulit untuk melupakannya. Semakin berusaha melupakan bayangan Revi, semakin kuat pula bayangan Revi melekat dalam pikirannya.


Sejak bertemu di acara pertunangan Revi, Rafa merasakan seperti muda lagi. Kehidupannya yang sempat kelam perlahan bangkit kembali. Tapi sayangnya semua keinginannya hanyalah sebuah impian karena orang yang dicintai telah dimiliki oleh orang lain. Rafa sempat menyalakan diri sendiri karena telah salah mencintai seseorang, tapi Rafa berkeyakinan sebelum akad nikah dimulai Rafa masih mempunyai kesempatan untuk memilikinya kalau memang dikehendaki Allah.


Rafa selalu berdoa untuk diberikan kekuatan dan kesabaran dalam menghadapi ujian yang sangat berat ini. Ketika dia jatuh cinta pada seseorang, tapi cintanya tidak terbalas.


Rafa kembali merenungkan sikap bi Surti yang kelihatannya berubah belakangan ini. Di awal bi Surti bekerja di rumah Rafa terlihat penampilannya sopan, tapi belakangan ini penampilannya sudah berbeda. Bahkan sikapnya juga berubah. Hal ini bisa dirasakan Rafa dengan kejadian yang baru dialaminya. Biasanya bi Surti tidurnya sampai larut malam karena saat Rafa akan tidur Masih terdengar suara TV yang menyala di ruang tengah. Itu artinya dia masih menonton TV. Kalau Rafa sendiri, setelah salat Isya dia langsung masuk ke kamarnya bersama Kayla. Mereka menonton TV di dalam kamar dan Kayla selalu bermain dengan bonekanya. Sedangkan Rafa kalau tidak mengerjakan pekerjaan kantor biasanya dia menonton TV. Ketika jam sembilan malam barulah Rafa mengajak Kayla untuk tidur. Bahkan kalau Rafa terbangun jam sebelas atau jam dua belas malam biasanya TV di ruang tengah masih menyala karena Rafa mendengarkan sendiri siaran dari TV.


‘Jangan-jangan bi Surti membohongi aku dengan pura-pura sakit atau dia sengaja mau menjebak aku.’


Rafa akhirnya pusing sendiri memikirkannya. Dia berusaha untuk memejamkan matanya dan melupakan kejadian barusan, tapi tidak berhasil juga. Akhirnya dia ke teras untuk menenangkan pikirannya. Dia kemudian merokok di teras sambil memperhatikan orang yang sedang lalu lalang di depan rumahnya. Walaupun jalanan di depan rumahnya tidak terlalu ramai tapi masih ada beberapa kendaraan yang lalu lelang melintas di depan rumahnya.


Rafa yang penasaran akan cerita Kayla membuatnya berkeinginan untuk ketemu Revi. Dia kemudian mengirim pesan melalui messenger.


“Mas ingin ketemu sekarang karena ada yang akan mas tanyakan. Sekarang mas nunggu di bawah pohon mangga samping rumah.”


Dengan jantung berdetak kencang Rafa menunggu balasan dari Revi. Revi yang akan tidur buru-buru membuka ponselnya. Begitu ada pesan messenger dari Rafa, dada Revi pun berdetak kencang. Ada perasaan kangen dan benci melanda perasaannya saat ini.


‘Ngapain malam-malam begini mas Rafa ingin ketemu. Apa yang akan dibicarakan. Aku harus jawab apa?’ batin Revi.


Revi langsung duduk sambil berpikir sesaat.


‘Ku jumpai atau tidak ya.’


Ada perasaan takut dalam hati Revi. Dia takut ketahuan mamanya kalau malam-malam seperti ini ketemu Rafa.


‘Pasti mama akan marah kalau tau aku berduaan dengan mas Rafa.’


Tapi Revi yang sudah jatuh cinta pada Rafa tidak bisa membohongi dirinya. Keinginannya sangat kuat untuk ketemu Rafa walaupun di sisi lain dia ingin untuk membencinya. Tidak dapat dipungkiri bahwa rasa cintanya lebih besar dari pada rasa bencinya.


Akhirnya Revi membulatkan tekad untuk menemui Rafa. Rafa yang sudah menunggu di bawah pohon mangga tidak sabar menunggu jawaban Revi.


‘Kenapa tidak dijawab juga, padahal sudah dibacanya. Aku tunggu aja dulu beberapa menit, kalau dia tidak datang juga, baru aku masuk,’ batin Rafa.


Setelah durasi waktu yang telah ditentukan habis, Rafa pun akan masuk ke dalam rumah tapi tiba-tiba terdengar suara sandal bergesekan dengan tanah. Rafa langsung membalikkan badannya dan terlihat Revi sedang berjalan ke arahnya. Keduanya pun saling pandang-pandangan sehingga kedua bola mata mereka saling beradu pandang. Keduanya pun terdiam hanya hati yang berbicara.