My Father'S Wife Is My Ex

My Father'S Wife Is My Ex
Menyelamatkan Masa Depanmu?!



Vina mengerjapkan matanya, dia menatap ruangan yang penuh dengan nuansa putih ini. Mencoba mengingat kejadian yang baru saja berlalu, hingga dia ingat apa yang telah terjadi. Seketika Vina langsung memegang perutnya, dia merasa hampa seolah bayi dalam kandungannya memang sudah pergi.


"Vina, kamu sudah sadar"


Vina menoleh ke arah suara itu, dia melihat Kakaknya disana. "Ka-kak, bagaimana dengan bayiku?"


Alana menghela nafas pelan, dia juga bingung bagaimana cara menjelaskan pada Vina. Namun mau bagaimana pun, dia tidak bisa menutupi apa yang telah terjadi dengan adiknya ini. Alana meraih tangan Vina dan menggenggamnya dengan lembut.


"Sabar ya, mungkin memang belum saatnya kamu menjadi seorang Ibu. Semuanya akan ada waktunya kok, kamu yang sabar ya"


Air mata Vina langsung menetes begitu saja mendengar ucapan dari Kakaknya itu. Tentu saja dia sangat tidak menyangka jika bayi yang baru saja bersemayang di dalam perutnya itu, harus hilang dalam waktu secepat ini.


"Kak, aku memang bukan calon Ibu yang baik. Bahkan menjaga calon bayiku saja, aku tidak bisa. Maafkan aku Kak, mungkin semua ini adalah akibat dari semua kesalahan aku pada Kakak... Hikss"


Alana menghapus air mata Vina yang terus mengalir. "Kakak sudah memaafkan kamu, Vina. Sekarang kita harus saling melindungi ya, orang tua kita sudah tidak ada. Kamu harus mau tinggal bersama dengan Kakak dan suami Kakak"


Entah bagaimana lagi cara Vina membalas semua kebaikan Alana padanya, setelah banyak hal buruk yang pernah terjadi pada Alana hanya karena dirinya. Vina tidak bisa terus menjadi anak yang tidak tahu diri dan tidak tahu terima kasih atas apa yang dilakukan oleh Alana.


Ketika Ayahnya yang terlilit hutang pertama kali hingga kuliah Vina akan terancam. Alana juga yang mau berkorban untuk menikah dengan Dario hingga hidupnya benar-benar hancur. Namun masih saja Vina menyalahkan Alana atas apa yang terjadi pada kehidupan keluarganya.


Vina bangun dan memeluk Alana dengan erat, tentu saja dia tidak bisa menahan tangisnya saat ini. "Maafkan aku Kak, maaf atas semua kesalahan aku selama ini. Maaf karena aku selalu menjadi beban dalam hidup Kakak"


Alana mengelus punggung Vina yang bergetar. Dia tahu bagaimana Vina yang tidak pernah menerima kehadiran dirinya, karena memang Ibunya saja tidak begitu menyukai kehadiran Alana. Jadi pantas saja jika Vina juga ikut-ikutan tidak suka pada Alana.


"Sudahlah Vin, Kakak tidak papa dan sudah melupakan semuanya yang telah terjadi. Yang terpenting sekarang kamu sembuh dan kita memulai semuanya dari awal, sebagai saudara yang sebenarnya"


Vina mengangguk dalam pelukan Kakaknya. Tentu dia sangat ingin kembali bersama dengan Alana sebagai saudara yang sebenarnya.


Sebenarnya selama ini, Vina juga sangat merindukan kebersamaan adik dan Kakak pada umumnya. Namun entah kenapa, persaudaraan mereka malah terasa kacau. Semuanya hanya karena orang tua, keegoisan orang tua atas masa lalunya membuat anak-anaknya terluka.


"Mulai saat ini, kita adalah saudara yang sebenarnya Kak"


#######


Setelah di pastikan keadaannya sudah baik-baik saja dan izinkan pulang. Akhirnya Alana langsung membawa adiknya itu ke rumahnya setelah dua hari di rawat di rumah sakit.


Saat masuk ke dalam rumah, Vina benar-benar merasa canggung dan malu. Mengingat bagaimana sikap dia pada Alana, dan sekarang tetap hanya Kakaknya yang membantunya di saat seperti ini.


"Kak, apa suami Kakak tidak akan keberatan jika aku tinggal disini"


Alana memegang tangan Vina dengan kedua tangannya. Tersenyum pada Vina yang benar-benar sudah berubah dan menjadi adiknya yang sesungguhnya saat ini.


"Suami Kakak itu orang yang sangat baik. Jadi, kamu tidak perlu takut. Dia sudah mengizinkan kamu untuk tinggal disini kok. Asal kamu tahu Vina, dia juga yang mengurus dan melaporkan mantan pacar kamu itu hingga masuk penjara"


"Terima kasih ya Kak untuk semuanya. Tolong sampaikan ucapan terima kasih aku pada suami Kakak ya"


"Kenapa tidak kamu saja yang sampaikan sendiri"


"Aku malu, Kak"


Alana hanya tersenyum mendengar itu, dia merangkul lengan adiknya dan membawanya ke kamar yang telah dia siapkan untuk Vina.


"Ini kamar kamu, Kakak juga akan mengurus kembali kuliah kamu yang tertunda itu. Pokoknya kamu tenang saja, Kakak akan tetap menyelamatkan masa depan kamu. Karena kamu adalah adiknya Kakak"


Tidak bisa berkata apapun lagi, Vina langsung memeluk Alana dengan rasa syukur yang tidak terkira. "Seharusnya sejak dulu aku selalu mendengarkan ucapan Kakak. Maaf ya Kak, karena aku sudah menjadi adik yang bandel dan tidak pernah mau mendengarkan ucapan Kakak. Dan terima kasih untuk semuanya"


Alana mengangguk, dia mengelus punggung Vina yang memeluknya itu. Tentu saja Alana akan tetap menyelamatkan masa depan adiknya, karena mau bagaimana pun Vina tetaplah adik Alana. Meski mereka berbeda Ayah, namun Ibu mereka tetap satu. Alana tetap menyayangi Vina sebagai adiknya. Dan dia juga tidak mau kalau sampai masa depan adiknya harus benar-benar hancur karena permasalahan yang ada.


"Kamu hanya perlu menjadi anak baik dan pintar. Nurut sama Kakak dan tidak banyak bertingkah. Kakak akan menyelamatkan masa depan kamu, asal kamu tidak lagi berpacaran atau bergaul dengan pria seperti mantan kekasih kamu itu"


Vina mengangguk cepat dalam pelukan Kakaknya. "Iya Kak, mulai saat ini Vina akan selalu mendengarkan apa perkataan Kakak. Vina janji Kak"


"Kakak pegang janjimu itu"


Alana keluar dari kamar Vina dan membiarkan dia untuk istirahat. Alana masuk ke dalam kamarnya dan segera menghubungi suaminya yang sedang bekerja.


"Hallo Sayang, bagaimana Vina? Apa sudah sampai rumah kalian?"


Alana tersenyum mendengar ucapan suaminya yang begitu peduli dan perhatian pada Vina. Bersyukur sekali karena Alana bisa mendapatkan suami seperti Delano yang bisa menerima Alana dengan segala cerita hidupnya.


"Iya Sayang, aku baru saja sampai. Vina sedang istirahat sekarang. Oh ya, dia mengucapkan banyak terima kasih sama kamu. Katanya mau sampaikan langsung ke kamu, dia malu"


"Iya sama-sama, asal dia berubah menjadi gadis yang baik dan menurut sama kamu. Aku pasti akan menyayangi dia seperti adik aku sendiri"


Alana tahu itu, karena memang suaminya ini sangat luar biasa. Sosok Delano bagaikan malaikat tak bersayap yang telah menolong Alana dari kehidupannya yang kacau.


"Terima kasih ya Sayang, karena kamu sudah begitu baik sama aku dan bahkan mau menerima adik aku juga. Oh ya, bagaimana tentang kasus mantan pacarnya Vina itu?"


"Dia sudah di penjara dan di berikan hukuman penjaran selama 20 tahun, karena pelecehan dan kekerasan juga. Dan ternyata dia juga terbukti sebagai pengedar narkoba"


Alana menggeleng tidak percaya, ternyata mantan kekasih adiknya itu memang benar-benar bukan orang yang baik.


Bersambung