My Father'S Wife Is My Ex

My Father'S Wife Is My Ex
Melarikan Diri



Sebuah ruangan yang gelap tanpa pencahayaan apapun, Alana terbangun di atas lantai. Dario memukulnya hingga dia pingsan, dan sekarang Alana bingung dia berada dimana. Suasananya benar-benar gelap, apa mungkin dia berada di gudang?


Cahaya terlihat ketika sebuah pintu terbuka dengan debu yang terlihat beterbrangan di balik cahaya itu. Alana menyipitkan matanya yang silau dan melihat langkah tegap seorang pria yang masuk ke dalam ruangan itu. Alana tahu jika itu adalah Dario. Sebuah berkas yangdi lemparkan Dario padanya membuat Alana sedikit terkejut.


"Tanda tangani itu dan jangan harap kau bisa lepas begitu saja dariku. Kau juga jangan pernah mendekati Delano, biarkan dia tidak pernah tahu tentang kehamilanmu itu"


Alana mengambil berkas yang jatuh di dekat kakinya. Dia membukanya dan membacanya di balik sinar cahaya yang seadanya. Surat yang berisikan tentang gugatan cerai. Mungkin memang ini yang Alana hahrapkan sejak dulu, bercerai dengan Dario. Namun sepertinya dia tidak akan bisa bersama dengan Delano meski kini dirinya telah bercerai dengan Dario. Karena tidak mungkin Dario akan melepaskannya begitu saja untuk lari ke pelukan Delano. Dario  pasti tidak akan membiarkan hal itu terjadi.


"Baiklah, aku akan menandatangani ini"


Alana mengambil pena yang terjatuh bersama dengan berkas ini. Menandatangani berkas itu dengan cepat. Dia memang ingin segera bebas dari Dario, meski mungkin tidak akan semudah itu.


"Diam disini sampai aku puas menyiksa pengkhianat sepertimu"


Tentu Alana tidak banyak bicara atau menyangkal apapun dari ucapan Dario barusan. Karena dia juga bingung harus melakukan apa, dia bisa mengerti dengan perasaan Dario saat ini. Bagaimana Dario yang harus menerima kenyataan kalau istrinya mengandung anak dari putranya sendiri. Hal yang mungkin tidak akan pernah terpikirkan olehnya akan terjadi.


Alana terdiam ketika pintu tertutup dan suasana kembali gelap. Alana juga bingung harus melakukan apa, dia mencoba berdiri dan berjalan mencari jalan keluar. Namun dalam suasana gelap seperti ini tentunya tidak akan mudah menemukan jalan keluar. Alana malah beberapa kali menabrak barang-barang yang ada disana. Benar seperti dugaannya jika dia memang berada di gudang saat ini.


Alana duduk dengan kaki di tengkuk di pojok ruangan. Dia memeluk lututnya sendiri dan menyembunyikan wajahnya diantara lutut dan tangannya. Alana menangis dengan kebingungan dalam hatinya. Dia tidak bisa melakukan apapun saat ini.


#######


Beberapa minggu berlalu, Delano benar-benar dibuat khawatir dan panik karena Alana yang tiba-tiba menghilang dan tidak dia temukan di rumah Ayahnya. Dia ingin bertanya pada Ayahnya, namun Delano takut jika dengan dia bertanya pada Ayahnya maka dia akan tahu dan curiga pada Delano.


Dan Delano juga melihat bagaimana Ayahnya yang terlihat tenang dan biasa saja. Hal itu membuat Delano berfikir jika memang Alana aman dan sedang berada di bawah pengawasan Dario hingga dia tidak bisa muncul di hadapan Delano beberapa minggu ini.


Namun hari ini Delano bena-benar tidak bisa terus diam dan tidak melakukan apa-ap. Delano harus tahu keadaan Alana saat ini. Jadi dia memutuskan untuk bertanya pada Ayahnya secara langsung.


"Dad, sebenarnya dimana Alana? Kenapa aku tidak melihat dia?"


Dario menatap Delano dengan datar, dia tahu jika Delano salah karena sudah melakukan hubungan terlarang bersama dengan Ibu tirinya sendiri. Namun, Dario tetap tidak mau merubah hubungannya dengan Delano yang baru saja membaik dan dekat kembali. Jadi dalam hal ini Dario tetap mengutamakan Delano daripada Alana.


"Daddy sudah menceraikan dia, dan dia juga sudah pergi dari rumah ini"


"Semua ini Daddy lakukan agar kamu tidak bersama dengan wanita murahan itu. Daddy tahu jika kalian mempunyai hubungan terlarang di belakang Daddy, makanya Daddy tidak mau kamu bersama dengan wanita seperti itu"


"Dad..." Delano benar-benar kehilangan kata-kata saat ini, ketika apa yang Daddy katakan tidak bisa melakukan apapun. "...Aku tidak bisa membohongi hatiku jika aku memang mencintai Alana sampai saat ini"


Dario menghela nafas pelan mendengar itu, dia tentu tahu kalau Delano begitu mencintai Alana. Karena tidak mungkin mereka sampai melakukan hal sejauh ini sampai hadirnya calon bayi mereka dalam kandungan Alana, jika mereka tidak saling suka dan tidak saling mencintai.


"Apapun alasannya, kamu tidak boleh bersama wanita itu. Dia bukan wanita yang baik untuk kamu, Delan"


"Cukup Dad! Alana yang terbaik untuk aku. Hubungan kami tidak akan seperti ini jika Daddy tidak memaksanya menikah atas dasar hutang kedua orang tuanya"


Delano langsung pergi dari rumah Ayahnya itu, dia jelas sangat kesal dan marah pada Dario yang telah mengusir Alana tanpa sepengetahuan dirinya. Delano mengemudikan mobilnya dengan terus melirik ke kanan dan kiri, berharap jika Alana akan ada disana. Namun nyatanya Alana tidak ada, membuat Delano frustasi karena bingung harus mencari Alana kemana lagi.


Akhirnya Delano memutuskan untuk pergi ke rumah orang tua Alana. Dia berfikir jika Alana tidak mungkin pergi kemana saja jika tidak ke rumah orang tuanya terlebih dahulu.


"Alana tidak pernah datang kesini semenjak dia menikah. Memangnya ada apa?"


Jawaban dari Ibu Alana ketika Delano menanyakan keberadaan Alana benar-benar membuatnya bingung. Akhirnya Delano memilih pergi dari rumah kedua orang tua Alana, ketika dia tidak mendapatkan jawaban tentang keberadaan Alana saat ini.


#######


Sementara di sebuah gudang di belakang rumah ini, Alana sedang berusaha untuk memecahkan kaca jendela yang berada di atas dinding hanya untuk bisa berlari dari rumah neraka ini. Dia memukul kaca dengan sebuah benda di tangannya hingga kaca itu pecah. Lalu Alana membersihkan sisa-sia kaca yang masih menancap di jendela itu, agar dia bisa lebih mudah keluar dari dalam sana.


Alana mengelus perutnya dengan lembut. "Nak, ayo berjuang sama-sama dengan Ibu ya. Kita harus bebas dari sini"


Dengan tekad yang kuat, Alana naik ke atas kursi kayu dan keluar dari dalam gudang lewat jendela yang kacanya sudah dia pecahkan. Bagian tangannya ada beberapa terkena goresan pecahan kaca, namun Alana tidak peduli yang penting sekarang dia bisa lari dari tempat ini.


Alana berdiri di balik dinding, menunggu penjaga pintu belakang rumah ini lengah. Barulah setelah di rasa aman dia segera berlari dan akhirnya Alana bisa keluar dari rumah yang sudah bagaikan neraka baginya itu.


Alana terus berjalan menyusuri jalanan dengan keadaan yang benar-benar sangat memprihatinkan. Bagaimana dia yang menggunakan pakaian yang terakhir dia pakai saat Dario mengetahui tentang kehamilannya. Tentu pakaian itu sudah kotor dan lusuh. Kaki yang tanpa alas kaki dengan tubuh kurus kering. Alana hanya terus berjalan tanpa arah tujuan.


Bersambung