My Father'S Wife Is My Ex

My Father'S Wife Is My Ex
Pertemukan Papa Dengan Alana?!



Delano duduk di kursi yang ada di balkon kamarnya. Menatap lurus dengan tatapan menerawang. Dia baru saja selesai mandi, sementara istrinya sedang menyiapkan makan siang di bawah. Delano kembali mengingat wajah pria yang di temui istrinya di taman tadi.


Delano membuka ponselnya dan melihat sebuah foto yang ada di ponselnya. Merasa jika dia tidak asing dengan orang yang katanya telah menolong istrinya saat di taman tadi.


"Dia..."


"Sayang, ayo makan dulu. Makan siangnya sudah siap"


Delano langsung menoleh pada Alana yang muncul di ambang pintu balkon. Delano segera berdiri dan menghampiri istrinya itu. Merangkul pinggang istrinya. "Iya Sayang, kamu masak apa hari ini?"


"Masak banyak si, di bantuan sama Mbak juga"


Delano mengangguk, dia mematikan layar ponselnya dan memasukannya ke dalam saku celana. Mereka pun pergi ke ruang makan untuk makan siang bersama.


Selesai makan siang, Delano hanya menemani istrinya yang ingin duduk santai di taman belakang rumah.


"Sayang, kamu tidak pergi ke Kantor lagi?"


Delano menggeleng, dia mengecup punggung tangan Alana yang berada di genggamannya. "Aku ingin menghabiskan waktu bersama denganmu hari ini"


Alana  tersenyum mendengar itu, dia senang bisa berduaan dengan suaminya seperti ini. Hal yang selalu di inginkan wanita mana pun, adalah bisa bermanja dengan suaminya dan bisa mempunyai cukup banyak waktu bersama dengan suaminya.


Drett..Drett..


TIba-tiba saja ponsel Delano berdering, dia langsung merogoh saku celananya dan mengangkat telepon dari nomor yang tidak dia kenal. Namun Delano tetap mengangkatnya karena dia takut itu adalah dari orang penting.


"Hallo, aku ingin bertemu denganmu secepatnya"


Delano langsung menatap istrinya ketik dia mendengar suara pria asing di sebrang sana. "Sebentar Sayang, ini ada telepon dari rekan kerjaku"


Alana mengangguk dan membiarkan suaminya pergi sedikit menjauh darinya untuk berbicara dengan orang yang meneleponnya itu.


Delano berdiri di bawah pohon yang ada di taman itu. Satu tangannya masuk ke dalam saku celana dengan satu tangan yang masih memegang ponsel yang menempel di telinga.


"Siapa kamu?"


"Aku orang yang kau selidiki selama ini. Cepat temui aku, ada yang ingin aku bicarakan denganmu"


Delano kembali melirik ke arah istrinya yang sedan asyik memberi makan ikan di kolam. Alana tersenyum padanya membuat Delano ikut tersenyum sambil melambaikan tangannya.


"Nanti malam kita bertemu.." Delano menyebutkan tempat untuk pertemuannya dengan orang misterius yang menghubunginya itu. Memastikan jika tempat itu memang tepat untuk menjadi pertemuan rahasia ini.


Setelah sambungan telepon terputus, Delano langsung kembali pada istrinya. "Sayang ayo masuk, anginnya kencang sekali. Nanti kamu masuk angin lagi"


Alana mengangguk, dia menepukan kedua tangannya untuk menghilangkan sisa debu di tangannya. Masuk ke dalam rumah, Alana langsung berlalu ke kamar mandi untuk bersih-bersih.


#######


Delano menatap istrinya yang sudah terlelap di sampingnya ini. Melirik jam dinding yang sudah menunjukan pukul 10 malam. Namun Delano harus tetap menepati janjinya. Dia pergi untuk menemui orang yang meneleponnya tadi.


Sampai di sebuah kamar hotel yang sudah Delano pesan sebelumnya, dia masuk dan menunggu orang itu datang. Delano juga mengirimkan pesan pada nomor yang tadi menghubunginya. Memberi tahu jika dirinya sudah sampai.


Delano langsung menyalami pria itu, membuat dia sedikit terkejut dengan perlakuan Delano ini. Namun beberapa detik kemudian dia langsung tersenyum dan menepuk pundak Delano.


"Terima kasih sudah menjaga anakku"


Delano tersenyum, dia duduk di pinggir tempat tdiur. Sementara pria itu duduk di atas sofa yang berhadapan dengan Delano.


"Terima kasih sudah mengirimkan anak buahmu untuk mencari keberadaan aku hingga aku bisa tahu dimana keberadaan putriku yang selama ini aku cari kemana-mana"


#######


Abraham, seorang pengusaha pertambangan minyak yang cukup besar. Namanya juga cukup di kenal di kalangan para pebisnis.


Hidup yang di lihat banyak orang pasti menyangka jika hidup Abraham sangat bahagia dan tidak kesulitan apapun. Tapi, nyatanya tidak seperti itu. Abraham harus mengalami luka yang sangat mendalam di masa lalu, sebelum hidupnya bisa seperti ini.


Bagaimana dia yang di khianati oleh istrinya yang memilih pergi bersama pria lain dengan membawa anak mereka yang masih bayi. Saat itu Abraham tidak mempunyai apa-apa untuk mencari tahu dimana istrinya tinggal bersama dengan selingkuhannya itu.


Hingga dia terus berusaha untuk bisa sampai seperti ini. Menjadi pengusaha di kota tempatnya tinggal hingga dia bisa memajukan kotanya yang cukup tertinggal dari kota-kota lainnya.


Dan setelah puluhan tahun berjuang, hari ini dimana dia tidak sengaja menyadari jika dirinya sedang di awasi oleh seseorang dan Abraham langsung menangkap orang itu untuk mengetahui maksudnya mengawasinya. Apa seperti paparazi yang hanya ingin mengetahui tentang kehidupannya. Seorang pengusaha yang baru saja sukses ini. 


"Maaf Pak, tapi saya hanya di suruh oleh Tuan saya"


"Siapa Tuan kamu itu dan untuk apa juga kamu mengawasi aku seperti ini?"


Akhirnya orang itu menjelaskan apa tujuannya mengawasi Abraham. "Saya hanya diminta untuk mencari tahu tentang Ayah kandung dari istrinya"


Deg..


Apakah itu adalah putrinya yang dia cari selama ini?


Dan sejak saat itu Abraham langsung datang ke Ibu kota dan mengawasi putrinya bermodalkan foto yang dia dapatkan dari orang yang dia temui itu.


Dan kejadian di taman waktu itu memang bukan hanya kebetulan biasa. Abraham yang memang sengaja mengawasi keberadaan Alana. Hingga dia melihat anaknya yang hampir terjatuh, membuat Abraham langsung menolongnya. Sebenarnya Abraham cukup terkejut melihat keadaan putrinya yang sekarang sedang hamil besar.


Namun ketika dia melihat Delano datang, Abraham jelas melihat bagaimana Delano yang begitu mencintai anaknya dengan sangat tulus.


Abraham cukup lega karena ternyata putrinya mempunyai suami yang begitu mencintai dirinya. Dan Abraham benar-benar tidak bisa menunggu lagi untuk berlama-lama dengan keadaan seperti ini, membuat dia langsung memutuskan untuk bisa segera bertemu dengan suami dari anaknya itu. Yang telah menyuruh orang untuk mencari tahu tentang dirinya.


#####


"Bantu Papa untuk bisa bertemu dengan Alana"


Delano sedikit terkejut saat Abraham memyebutkan dirinya sendiri sebagai Papa. Ada rasa hangat di hatinya, karena Delano merasa jika Abraham telah menerimanya sebagai seorang menantu.


"Aku minta Papa untuk bersabar sebentar lagi, karena sekarang Alana sedang hamil. Aku takut dia shock dan akan mengganggu kesehatannya dan bayinya, seperti saat dia baru pertama kali mengetahui jika Ayahnya itu bukanlah Ayah kandungnya"


Dan Abraham hanya menyetujui saja, karena dirinya juga tidak mau hal buruk terjadi pada anaknya dan calon cucunya.


Bersambung