
"Baiklah." Nicholas tersenyum, kemudian mulai menceritakannya pada Celine.
Sembilan tahun yang lalu, Nicholas pernah tinggal di Paris ini. Waktu itu, dia tinggal bersama neneknya, ibu dari Mommynya.
Saat itu Nicholas masih berumur 18 tahun, dia baru saja menyelesaikan ujian akhir sekolah menengah atas. Selama sekolah, dia tidak memiliki banyak teman, dan hanya memiliki tiga orang teman baik. Mereka adalah James Zachary, Felix Christian dan Kenzo William. Hanya mereka, teman dekatnya.
Tetapi dari mereka bertiga, hanya James Zachary yang selalu bersamanya, karena saat tinggal bersama neneknya, mereka adalah tetangga dan sering pulang pergi sekolah bersama.
Setelah menerima hasil kelulusan, mereka berencana untuk melakukan perayaan dengan berlibur bersama ke Chamonix Valley.
Chamonix Valley adalah salah satu resor ski tertua di Perancis. Pada tahun 1924 diadakan Olimpiade Musim Dingin pertama di sana. Tempat wisata tersebut berada di dekat Mont Blanc di Pegunungan Alpen Perancis. Di musim dingin para wisatawan bisa bermain ski di lereng-lereng yang menantang. Sementara di musim panas tempat itu menjadi populer bagi para pendaki gunung atau bagi para pengunjung yang ingin menaiki cable car.
Namun, pada saat itu mobil Nicholas tiba-tiba mengalami masalah dan mogok di jalan sehingga membuatnya tidak bisa datang tepat waktu untuk berkumpul bersama teman-temannya. Sebenarnya lokasi mobilnya mogok sudah tidak jauh dari Chamonix Valley, tetapi dia juga tidak bisa meninggalkan mobilnya di jalan begitu saja.
Nicholas menunggu di pinggir jalan cukup lama hingga mobil derek yang dia tunggu datang.
Setelah mengurus beberapa urusan, mobil derek itu membawa mobilnya kembali ke Paris untuk diantar ke bengkel. Sedangkan Nicholas menaiki bus hingga sampai ke terminal bus yang tidak jauh dari tempat menaiki cable car.
Nicholas segera mengantri untuk naik cable car menuju puncak Aiguille du Midi. Setelah cable car yang akan ditumpangi Nicholas sudah berada di hadapannya, Nicholas segera memasuki cable car tersebut dan duduk di kursinya.
Dia berpikir hanya ada dia saja di dalam cabin itu, tapi ternyata masih ada seorang gadis di belakangnya yang juga akan menaiki cabin yang sama dengannya.
Gadis itu terlihat sangat polos dan cantik, ditambah dia mengenakan dress lengan pendek berwarna putih yang membuatnya tampak cantik alami.
Saat gadis itu hendak memasuki cabin, dia masih sibuk dengan gadget yang ada di tangannya tanpa memperhatikan langkahnya sehingga membuatnya hampir saja terjepit oleh pintu cabin yang sudah bergerak menutup cabin kalau saja Nicholas tidak melihatnya dan segera menariknya agar tidak terjepit.
Gadis itu sangat terkejut dengan tindakan Nicholas yang sangat tiba-tiba. Dia tidak berkata apa-apa, tetapi wajahnya terlihat sangat pucat.
Nicholas melihatnya dengan ekspresi wajah datar dan berkata, "Apa kamu tidak bisa menggunakan matamu dengan baik? Kamu hampir saja mati terjepit."
"Apa kamu tidak bisa berbicara dengan naik pada seorang perempuan?" Gadis itu membalas ucapan Nicholas dengan menatap dingin, tetapi Nicholas tidak mempedulikannya.
Cable car mulai bergerak menjauhi terminal dan gadis itu juga hendak melangkah duduk di sudut kursi yang ada di seberang Nicholas. Tetapi dia merasa kesulitan untuk melangkah dan masih tetap berdiri di hadapan Nicholas.
Awalnya, Nicholas tidak ingin mempedulikannya lagi, tetapi melihat gadis itu yang terlihat aneh, dia kembali melihatnya dan melirik ke sudut pintu ternyata roknya terjepit pintu cable car yang sudah tertutup rapat.
"Dasar ceroboh." Gumam Nicholas sambil bersedekap.
Gadis itu kembali menatapnya dengan tatapan dingin, sepertinya dia mendengar gumaman Nicholas.
"Terima kasih." Ucap gadis itu pada Nicholas dengan wajah menunduk malu.
Nicholas tidak menjawab ucapannya, dia kembali menoleh ke luar kaca cabin menikmati keindahan alam yang dilewati cable car.
Sesekali Nicholas menoleh pada gadis yang duduk di hadapannya. Gadis itu juga terlihat terpukau dengan pemandangan yang dilihatnya saat ini. Bibirnya yang berwarna merah muda itu membentuk sebuah senyuman dan wajahnya yang lugu terlihat lembut, sangat enak di pandang. Nicholas diam-diam tersenyum melihat gadis itu yang yang terlihat sangat cantik.
Setelah sampai di pemberhentian cable car, gadis itu lebih dulu turun mendahului Nicholas. Dia berjalan dengan cepat sambil menelpon hingga tidak terlihat lagi.
Sedangkan Nicholas berjalan dengan santai sambil memegang ponselnya menelepon James Zachary.
Tidak butuh waktu lama baginya untuk mencari keberadaan teman-teman baiknya. Saat Nicholas menemukan mereka, dia hanya melihat James dan Felix. Dia mengerutkan keningnya dan bertanya. "Kenapa kalian hanya berdua? Mana Kenzo?"
James dan Felix menoleh ke bawah bersamaan, ke arah yang tidak jauh dari tempat mereka berdiri. Lalu James berkata, "Dia sedang bersama kekasihnya di sana dan menyuruh kita untuk pergi bertiga ke atas."
Nicholas melihat ke arah yang ditunjuk oleh James, dan melihat dengan jelas gadis yang bersamanya tadi sedang bergandengan tangan berjalan dengan Kenzo William.
Mengetahui gadis itu ternyata adalah kekasih Kenzo, teman baiknya, Nicholas hanya bisa tersenyum pahit. Dia menghela nafas panjang, lalu menoleh pada James dan Felix. "Kalau begitu, ayo kita ke atas bersama!"
"Baiklah." James berjalan di depan.
Sedangkan Felix merangkul bahu Nicholas dan berkata, "Kalau sedang dimabuk cinta seperti itu, belum tentu dia akan menyusul kita ke atas."
Setelah mendaki ke puncak, mereka tidak lagi bertemu dengan Kenzo William. Dia entah pergi ke mana dan tidak menghubungi mereka, teman-teman baiknya.
Benar yang dikatakan Felix, bahwa Kenzo belum tentu menyusul mereka ke atas.
Dan semenjak hari itu, Nicholas juga sudah tidak lagi bertemu dengan gadis yang bersamanya di cable car. Dia juga tidak berharap kembali bertemu dengannya. Lagi pula, beberapa setelah berlibur bersama James Zachary dan Felix Christian, Nicholas harus pindah kembali ke London bersama neneknya.
Tetapi delapan tahun enam tahun berikutnya, tidak disangka Nicholas malah bertemu kembali dengan gadis ceroboh itu saat dia kembali berkunjung ke Paris.
Pertemuan yang tidak disengaja, dan kejadian-kejadian yang tak terduga membawa Nicholas berulang kali bertemu dengannya di saat gadis itu dalam keadaan tidak beruntung.
Setelah mencari tahu tentang gadis yang selalu berwajah muram itu, akhirnya Nicholas tahu bahwa dia memang gadis ceroboh yang ada di dalam cable car bersamanya waktu itu.
...***...