
Celine keluar dari ruangan kantornya berjalan melewati koridor yang panjang. Saat telah memasuki lift, Celine mengeluarkan ponselnya dari saku blazernya.
Dia kembali membuka pesan dari nomor asing yang membuatnya penasaran tadi.
Celine memperhatikan gaya tulisan dari pesan itu seperti tidak asing baginya. Tapi setelah mengingat-ingat, Celine tidak ingat itu gaya ketikan siapa. Nomor asing itu benar-benar membuatnya merasa penasaran.
Ding!
Pintu lift terbuka dan Celine telah berada dilantai dasar perusahaan. Celine melangkah keluar dari lift, berjalan dengan santai melewati lobby perusahaan yang sudah mulai sepi.
Di parkiran mobil yang ada dihalaman perusahaan, Celine melihat ada sebuah mobil yang dia kenal terparkir disamping mobilnya. Mobil itu milik kakaknya Kenzo William, David William.
Celine hanya melihat mobilnya, bukan pemiliknya.
Saat Celine sudah sampai didepan mobilnya, pemilik mobil yang terparkir disamping mobilnya pun keluar.
David William tersenyum dan menyapanya. "Hai, Celine. Sudah lama kita tidak bertemu."
"Kak David. Iya, sudah lama kita tidak bertemu. Bagaimana kabar kakak?" Celine membalas senyum David yang kini ada dihadapannya.
"Aku baik. Apa kamu ingin pulang?"
"Iya."
"Sudah lama kita tidak mengobrol bersama, Apa sore ini kamu ada waktu luang? Aku ingin mengundangmu minum teh bersama."
Celine ingat hari ini adalah jadwal therapy-nya di rumah sakit bersama dr. Felix Christian. Tapi, sebelum Celine berbicara dan menolak ajakan David, pria itu sudah lebih dulu membuka pintu mobilnya dan mendorong Celine masuk ke dalam mobilnya.
"Sudah, jangan berpikir terlalu lama. Ayo kita pergi minum teh bersama."
Tidak tau kenapa Celine sangat tidak ingin pergi bersama David, tapi Celine juga tidak bisa menolaknya.
Meski David adalah kakaknya Kenzo, tapi Celine merasa sangat tidak nyaman jika pergi hanya berdua saja dengannya. Celine merasa ada sesuatu yang beda dalam diri David, meski dia tidak tau apa itu.
Tapi Celine tetap bersikap baik padanya selagi David juga bersikap baik pada dirinya.
Celine duduk di co-driver mobil milik David. Saat mobil mulai berjalan hendak keluar dari halaman perusahaan, Celine melihat Nicholas tengah duduk dikap mesin mobilnya di parkiran perusahaan.
Nicholas melihat Celine duduk disamping David dengan tatapan yang sulit ditebak. Mata mereka berdua bertemu ketika mobil yang Celine tumpangi melintas di hadapannya.
Tidak tau kenapa ada rasa bersalah muncul dalam hati Celine saat Celine melihat Nicholas menatapnya.
Apa dia datang keperusahaan untuk menjemput dan mengantarku pergi therapy? Batin Celine.
David menghentikan mobilnya didepan sebuah restoran Jepang. Dia mempersilahkan Celine turun dan kemudian membawanya memasuki restoran tersebut.
"Kamu mau pesan apa?" David membuka pembicaraannya dengan Celine.
"Aku tidak terlalu lapar, kak. Aku makan hidangan penutup saja." Celine menjawab sambil melihat buku menu yang ada diatas meja. "Aku pesan anmitsu dan jasumin-cha."
"Oke, kalau begitu aku pesan sup kacang merah dan mochi, dan juga gyokuro." David berbicara sambil melihat buku menu dan kemudian mengembalikan buku menu itu kepada waitress.
"Baik Tuan. Pesanan anda akan segera diantar. Permisi."
David mengangguk dan kemudian melanjutkan pembicaraannya dengan Celine. "Bagaimana keadaanmu sekarang? Apa masih sakit?"
"Aku sudah mendingan, kak." Jawab Celine.
"Baguslah." David terdiam sejenak, lalu kembali bertanya pada Celine. "Apa yang ada di berita itu benar?"
"Berita yang mana, kak?" Celine tau maksud dari pertanyaan David ,tapi dia sengaja pura-pura tidak mengerti. Lagipula wajah Celine sudah sering masuk dalam berita finansial, dan baru kali ini masuk ke dalam berita gosip. Jadi, Celine merasa sangat mudah untuk berpura-pura tidak mengerti.
"Berita yang akhir-akhir ini tayang di media. Apakah kamu sudah mendapatkan pengganti Kenzo dan menjalin hubungan dengan seorang violinist terkenal itu?"
Celine sangat tidak suka jika ada yang menanyakan masalah pribadi tentang dirinya. Tapi gosip itu sudah terlanjur tersebar dan Celine tidak bisa menyangkalnya. Karena wajahnya terlihat jelas dalam foto yang tersebar di internet.
"Maaf, aku tidak bermaksud ingin mencampuri urusanmu." David tiba-tiba meminta maaf lebih dulu sebelum Celine berniat menjawab pertanyaannya.
Celine tersenyum pada David yang duduk dihadapannya. "Berita itu memang benar, kak. Tapi sebenarnya, aku tidak ada hubungan apa-apa dengan pria itu. Kami hanya berteman biasa."
"Syukurlah." David tersenyum lebar dan tampak senang mendengar jawaban Celine membuat Celine menilai ada sebuah maksud yang tersimpan di balik senyuman David. Tapi Celine tidak tau apa maksud dari senyuman itu.
Setelah pesanan mereka datang, mereka makan makanan hidangan penutup dan minum teh bersama.
Mereka tidak banyak membicarakan masalalu, dan hanya membicarakan tentang bisnis. Karena sejak dulu, Celine memang tidak pernah dekat dengan David, dan saat ini dia menerima undangan minum teh bersamanya hanya sekedar untuk menghargainya sebagai kakak dari Kenzo, tidak lebih.
...***...