
Pagi hari, di perusahaan Star Corp terjadi keributan. Semua orang disana dihebohkan oleh berita yang ada di internet.
Jessica dan Devan berjalan di koridor merasa heran melihat para karyawan tengah sibuk membicarakan gosip yang beredar bersama rekan kerjanya. Mereka berjalan dengan langkah besar menuju ruangan sekertaris Chika Amelia.
Begitu masuk, Jessica langsung menghampiri Chika dan bertanya. "Chika, apa yang terjadi?"
Chika menjawab dengan ragu. "En...anu, kak Jess."
"Ada apa?" Sambung Devan bertanya dengan tidak sabar.
Chika mengambil ponsel dan menyodorkan ponselnya ke hadapan Jessica dan Devan.
Seketika, mata Jessica dan Devan membola menatap layar ponsel Chika.
Di layar ponsel terpajang foto CEO Celine sedang memeluk seorang musisi dunia bernama Nicholas Emmanuel dengan tajuk. "First Love, Celine CEO Perusahaan Star Corp Bersama Musisi Terkenal Dunia Nicholas Emmanuel"
Jessica dan Devan terkejut membaca judul berita tersebut. Mereka sangat tidak yakin dengan berita yang berseliweran di media sosial. Yang mereka tau adalah CEO Celine tidak pernah dekat dengan pria lain selama ini selain hanya dengan mendiang kekasih tercintanya yang sudah meninggal, Kenzo William.
"Chika, apakah berita ini benar?" Tanya Devan penasaran.
Dengan lugunya, Chika menjawab. "Aku tidak tau, Tuan Devan. Coba kamu tanya ke Kak Jessica, dia yang sering bersama CEO Celine."
"Aku juga tidak tau." Jessica menggeleng.
"Bagaimana kalian ini? Kalian yang selalu bersama CEO Celine, tapi kalian tidak tau dengan kebenaran berita ini."
"Kami memang selalu bersama CEO Celine, bahkan tinggal di atap yang sama. Tapi, mana berani kami mengurusi urusan pribadi CEO Celine?" Chika menjelaskan.
Tak lama kemudian, sosok yang sedang dibicarakan muncul di pintu masuk ruang kerja Chika. Dia berdiri tegap sambil melipat kedua tangan didadanya, menyapa para karyawan yang sedang berbincang-bincang.
"Apa yang sedang kalian lakukan disini? Apa kalian tidak punya pekerjaan?" Tanya Celine dengan tegas.
Jessica, Chika dan Devan merasa keget dengan kehadiran Celine yang sangat tiba-tiba.
"CEO Celine!" Mereka secara kompak memanggil Celine.
"Jessica, ke ruanganku sekarang."
Selesai berbicara, Celine membalikkan badan dan keluar dari ruangan Chika.
"Baik CEO Celine!" Seru Jessica sambil memberikan ponsel milik Chika yang ada ditangannya.
"Cepat pergi sebelum CEO Celine marah." Kata Chika sambil mengambil ponselnya.
"Oh iya, aku baru ingat. Pria yang ada di foto berita itu adalah pria yang duduk disamping CEO Celine waktu kita berangkat dari London ke Paris." Kata Jessica dengan serius.
Chika semakin penasaran karena saat itu dia tidak melihat wajah pria yang duduk disamping Celine. "Benarkah?"
"Jessica!!"
Terdengar suara teriakan Celine dari luar ruangan Chika.
Seketika, Jessica keluar dengan langkah yang tergesa-gesa sambil melambaikan tangan kepada Chika dan Devan. "Aku pergi dulu."
Devan menatap Chika dan bertanya dengan wajah bingung. "Apakah CEO Celine sudah mendapatkan pengganti Tuan Kenzo William?"
……
Celine duduk di kursi kerjanya dan menatap Jessica yang berdiri didepan meja kerjanya. "Jess..."
"Iya, CEO Celine?" Jessica sedikit menundukkan wajahnya.
"Apa ada yang aneh dengan diriku hari ini?"
"Lalu kenapa orang-orang menatapku dengan wajah aneh? Apa ada sesuatu yang terjadi?"
Jessica menundukkan wajahnya dan menjawab dengan gugup. "En...CEO Celine, itu...."
"Ada apa?" Celine semakin penasaran dengan tingkah semua orang hari ini.
Jessica mengeluarkan ponsel dari sakunya, dia membuka internet dan menyerahkan ponselnya ke Celine. "CEO Celine, semua orang dikejutkan oleh berita di internet pagi ini."
Celine mengambil ponsel Jessica dan melihatnya.
Di layar ponsel Jessica terpampang dengan jelas foto Celine yang sedang memeluk Nicholas Emmanuel dari belakang saat pertunjukan musik berlangsung. Itu menjadi topik utama dalam berita di internet.
Kemudian masih ada dua foto lagi saat Nicholas menggendong Celine yang pingsan dan foto Nicholas sedang menggenggam tangan Celine saat di rumah sakit kemarin.
Semua terlihat benar-benar seperti sebuah kisah cinta yang nyata di publik.
Semua orang yang melihat ini, pasti berpikir jika semua yang diberitakan itu benar, bahwa Celine memiliki hubungan istimewa dengan seorang musisi terkenal dunia yang bernama Nicholas Emmanuel. Bahkan, ini menjadi gosip utama hari ini.
Celine meletakkan ponsel Jessica di atas meja dengan wajah santai. "Semua yang ada di berita itu tidak benar."
"Tapi CEO Celine, berita tentang kamu menjadi topik utama hari ini. Dan dengan status anda yang seperti sekarang ini, sepertinya akan tetap menjadi topik pembahasan orang-orang minggu ini." Jessica masih sedikit cemas.
"Biarkan saja. Aku tidak peduli dengan gosip seperti itu. Nanti juga pasti akan hilang dengan sendirinya." Celine berkata dengan acuh tak acuh sambil mengambil beberapa dokumen yang ada di rak dekat meja kerjanya.
Jessica berjalan mendekat dan berbicara dengan suara rendah. "Bukankah, pria yang ada di berita itu adalah pria yang duduk disampingmu saat perjalanan kita dari London ke sini kan, CEO Celine?"
Celine kaget mendengarnya. "Darimana kamu tau?"
Jessica menghela napas dan berkata. "Tentu saja aku tau. Saat kamu berteriak dipesawat waktu itu, bukannya aku langsung mendekatimu? Lalu, aku melihat pria itu. Aku masih ingat wajahnya."
Celine mamalingkan wajahnya untuk menutupi rona merah diwajahnya karena malu, berpura-pura mencari sesuatu.
Tapi, Jessica mendekatinya dan berbicara dengan sedikit berbisik. "CEO Celine, apa kamu menyukainya? Apa karena dia, beberapa malam yang lalu kamu tidak pulang ke apartemen?"
Celine menoleh dan menatap Jessica dengan wajah kesal. "Kamu...."
Jessica tertawa melihat ekspresi wajah Celine yang berusaha mengelak perkataanya. Dia sudah lama tinggal bersama Celine, jadi dia sangat tau bagaimana Celine.
Tapi, untuk masalah Nicholas, Celine tidak pernah bercerita kepadanya atau siapapun. Karena Celine menganggap tidak pernah terjadi apa-apa antara dirinya dengan Nicholas. Hanya saja, mereka sering bertemu secara kebetulan.
Celine pun mengancam Jessica. "Jess, kembalilah bekerja atau aku benar-benar akan mengirimmu ke Afrika!"
"Jangan CEO Celine. Baiklah aku pergi dulu." Jessica pun bergegas pergi dengan tersenyum lebar.
Celine menyandarkan punggungnya di kursi kerjanya sambil tangannya memainkan pena.
Dia menatap langit-langit ruangan kantornya dan kembali teringat dengan mimpinya beberapa hari lalu saat dia sakit di rumah Nicholas. Mimpi yang selalu terlintas dalam pikirannya.
Ken, aku tidak tau apa maksud dari ucapanmu dalam mimpiku itu. Kamu memintaku untuk tidak menunggumu lagi dan kamu juga menyuruhku pergi bersama pria lain. Apa kamu sudah tidak menginginkan aku lagi? Apa kamu ingin aku melupakanmu? Itu sangat tidak mungkin, Ken. Bagaimana mungkin aku bisa melupakanmu, sedangkan terlalu banyak kenangan manis diantara kita?
Ucap Celine dalam hati kemudian menghela napas panjang.
Celine tidak ingin lagi mengingat-ingat tentang mimpi itu. Dia memilih kemabali menyibukkan diri dengan memeriksa berkas-berkas yang ada diatas meja kerjanya.
Tapi, saat dia ingin mulai bekerja, dia tidak bisa fokus sedikitpun. Malah tiba-tiba wajah tampan Nicholas terlintas dalam pikirannya. Wajah tampan yang begitu tenang, mampu membuat Celine tenggelam bersamanya.
Celine memijat pelipisnya dan membuang napas dengan kasar. Dia merasa, pekerjaannya hari ini tidak akan bisa dia lanjutkan. Dia pun bangkit berdiri sambil mengambil tasnya diatas meja dan pergi keluar, karena ingin menghirup udara segar.
...***...