Love Story In Paris

Love Story In Paris
#51



"Kak Nicholas sayang, aku membawakan obat untukmu. Minumlah!" Ucap wanita itu sambil mengambil obat dari nampan yang dibawanya.


Mendengar wanita itu memanggil Nicholas dengan panggilan 'sayang', membuat hati Celine terasa panas. Seumur hidupnya, baru kali ini dia merasakan api cemburu yang membakar hatinya. Bahkan dulu, saat masih bersama Kenzo, Celine tidak pernah merasakan hal semacam ini. Tetapi kini, dia benar-benar merasakan apa yang dikatakan orang-orang sebagai kata cemburu.


Celine pun membuang wajahnya dan menatap ke arah lain, berusaha menutupi rasa cemburu di dalam hatinya.


Nicholas hanya diam dan tersenyum menatapnya, kemudian dia meraih tangannya dan menggenggamnya.


Saat Celine ingin menarik tangannya kembali dari genggaman Nicholas tanpa menoleh, Nicholas malah semakin mengeratkan genggamannya pada tangan Celine.


Nicholas kemudian berbicara pada wanita tadi yang sedang duduk di sampingnya. "Caroline, terima kasih. Biar nanti aku sendiri yang meminumnya. Kamu silahkan keluar."


Namun, wanita yang memiliki nama Caroline berusaha menolak dengan meninggikan nada suaranya. "Tapi, kak..."


"Carol, maaf aku sedang ada tamu."


Dengan wajah kesal Caroline pun bangkit berdiri dan berjalan keluar dari kamar Nicholas sambil menghentakkan kakinya.


Setelah Caroline keluar, Celine masih terdiam duduk di samping Nicholas tanpa menoleh kepadanya.


Nicholas pun memanggilnya. "Celine."


"..." Celine tidak menyahut panggilan Nicholas.


Nicholas mengulurkan tangan kanannya dan menyentuh wajah Celine, sedangkan tangan kirinya masih menggenggam tangan Celine. "Hei, apa kamu sedang cemburu?"


"Cemburu?" Seketika Celine menatap wajah tampan Nicholas yang kini hanya berjarak beberapa centimeter di hadapannya. "Aku tidak cemburu!"


"Benarkah?" Nicholas kembali tersenyum pada Celine.


Wajah Celine kembali terasa panas karena malu. Lalu dia menarik tangannya dari genggaman Nicholas, dan dengan segera bangkit berdiri dari ranjang hendak melangkah pergi.


Namun, saat Celine membalikkan badannya ingin melangkah, Nicholas kembali meraih tangannya dan menariknya kuat hingga membuat Celine tidak bisa berdiri dengan stabil dan terjatuh di pelukan Nicholas.


Kini tubuh Celine berada di atas tubuh Nicholas, dan tanpa disengaja bibirnya juga menempel di bibir Nicholas.


Mereka saling menatap dengan posisi yang terlihat v****r, dan mematung cukup lama tanpa bergerak sedikitpun.


"Nic, aku––" Tiba-tiba James Zachary muncul dari luar kamar tanpa mengetuk pintunya terlebih dahulu. "O-owh...sorry, sorry."


James membuat Celine dan Nicholas langsung tersadar dari posisi mereka yang memalukan.


Dengan segera Celine bangkit dari tubuh Nicholas dan merapikan pakaiannya. Celine merasa semakin malu, dia menundukkan kepala dan berkata, "Tuan Nicholas, aku harus pergi dulu."


"Celine, kamu mau ke mana?" Nicholas kembali menarik tangannya.


Tetapi dengan cepat Celine menarik tangannya kembali dari genggaman Nicholas. "Maaf, Tuan. Aku harus segera pulang karena Isabella sudah menungguku. Besok aku akan membawanya kemari bersamaku untuk menjengukmu."


Celine langsung melangkah pergi, keluar dari ruangan kamar Nicholas dengan perasaan malu dan canggung.


Celine berjalan dengan langkah besar melewati James Zachary yang masih berdiri mematung di ambang pintu. Celine tidak berani menyapanya, hanya menganggukkan kepala dan berlalu pergi keluar dari kamar Nicholas.


Saat Celine sudah berada di dalam lift menuju lantai satu, dia berusaha mengatur nafas dan degup jantung yang tidak beraturan. Jantungnya berdegup dengan kencang seolah-olah ingin keluar dari dadanya.


Celine benar-benar merasa sangat malu dengan apa yang telah terjadi baru saja. Bahkan James Zachary pun menyaksikan adegan yang tidak disengaja dan sangat memalukan itu.


"Nona Celine, apa kamu sudah ingin pulang?" Dokter Felix yang masih duduk di depan TV kembali menyapanya.


Celine pun membalikkan tubuhnya dan dengan gugup menjawab, "Iya, Dokter Felix. Aku harus segera pulang, permisi."


"Oke, hati-hati di jalan, Nona."


"Terima kasih." Celine tersenyum kemudian segera pergi meninggalkan Villa milik Nicholas.


Selama menyetir di perjalanan pulang, Celine selalu teringat dengan kejadian yang terjadi tadi antara dirinya dan Nicholas. Celine menyentuh bibirnya dengan jari telunjuknya, masih terasa bibir Nicholas yang lembut di bibirnya. Celine tidak menyangka hal ini akan terjadi. Bisa-bisanya dia terjatuh ke pelukan Nicholas dan mencium bibirnya tanpa sengaja.


"Aaargh!!" Teriak Celine di dalam mobil saat mengingat kejadian yang tidak di sengaja itu dan membuatnya sangat malu.


...


Keesokan harinya.


"Mommy, kita mau pergi ke mana?" Tanya Isabella yang duduk di sampingnya.


"Coba Isabella tebak, kita mau ke mana?" Celine balik bertanya pada Isabella dengan nada menggoda.


Saat ini, Celine sedang menyetir mobilnya dengan Isabella yang duduk di kursi sampingnya.


Hari ini dia kembali ke Villa milik Nicholas dengan membawa Isabella, karena Celine telah berjanji pada Nicholas akan membawa Isabella ke Villa untuk bertemu dengannya. Selain itu, Celine juga ingin tahu kondisi Nicholas hari ini, karena semalaman dia sangat mengkhawatirkannya sampai sulit untuk tidur.


Isabella melihat ke atas seperti sedang berpikir, lalu berkata, "hemm...aku tidak tahu, Mom."


"Kalau begitu, Mommy akan memberikan kejutan pada Isabella."


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih satu jam, akhirnya Celine dan Isabella telah sampai di Villa milik Nicholas.


Saat ini, mereka sudah di depan pintu utama Villa dengan membawa sebuah kotak bekal di tangan Celine.


Seperti kemarin, pintu utama Villa milik Nicholas langsung terbuka dengan sendirinya.


Dari dalam Villa muncul Chris Jordy yang berjalan menghampiri dan menyapa Celine dengan senyum ramah. "Selamat siang, Nona Celine." Kemudian pandangannya beralih ke Isabella yang berdiri di samping Celine. "Hai, Isabella! Masih ingat dengan uncle?"


Isabella mendongak menatap Chris sejenak, lalu menganggukkan kepalanya dengan senyum lebar. Sepertinya sekarang gadis kecil ini sudah tahu sedang berada di mana. "Uncle, apakah ini rumahnya Daddy?"


"Kamu benar. Apa Isabella mau bertemu Daddy?"


Isabella tersenyum senang, dengan penuh semangat menjawab, "Mau!"


"Kalau begitu, ayo ikut uncle untuk menemui Daddy." Chris tersenyum sambil meraih tangan Isabella, kemudian menoleh pada Celine. "Mari Nona! Aku akan mengantar kalian ke ruangan Tuan Nicholas."


Celine mengangguk dan berjalan masuk ke dalam Villa mengikuti langkah Chris menuju koridor lift.


Di tengah koridor Celine kembali menemukan heels wanita dengan warna yang berbeda dengan sebelumnya. Sepertinya, heels dengan model stiletto itu pemiliknya sama.


Celine menarik nafas panjang melihat stiletto itu. Kembali muncul rasa cemburu di hatinya karena mengingat wanita cantik kemarin yang ada di kamar Nicholas.


Saat mereka hendak memasuki lift, wanita cantik yang Celine lihat kemarin muncul dari dalam lift.


...***...