
Sore harinya, mereka sampai di rumah sakit tempat dokter Felix bekerja.
Tidak perlu menunggu lama dan juga tidak perlu mengantri. Nicholas langsung masuk ke ruang praktek dokter Felix. Celine yang pergi bersama Nicholas hanya bisa diam dan mengikuti langkahnya saja dari belakang.
"Maaf Tuan, permisi. Nomor antrian anda belum dipanggil." Ada seorang perawat yang menghadang mereka saat memasuki ruangan dokter Felix.
Nicholas tetap berjalan melewatinya dengan acuh, tidak mempedulikan perawat itu. "Felix tidak akan melarang jika aku yang masuk."
Namun, Celine yang berjalan dibelakangnya sontak menarik lengan Nicholas. "Tuan Nicholas, nomor antrianku masih belum dipanggil."
Nicholas menolehkan kepala melihat Celine. "Tidak apa-apa. Disini tidak ada yang bisa melarangku masuk."
Celine kembali diam karena tidak mengerti dengan maksud ucapan Nicholas dan hanya bisa terus mengikutinya. Dia tidak mengerti bagaimana pria ini sebenarnya?
Setiap kali Celine bersamanya, orang-orang yang ditemuinya tampak menyeganinya. Yang Celine tau, Nicholas seorang musisi terkenal.
Tapi yang membuatnya heran, bahkan orang-orang dari Grand Corp tadi terlihat seperti tunduk dan hormat kepadanya. Dan sekarang ini, dia dengan sesuka hati masuk ke ruang praktek dokter Felix begitu saja tanpa menunggu antrian. Apa karena dia adalah teman dari dokter Felix?
Atau......entahlah, Celine benar-benar tidak mengerti dengan pria yang ada hadapannya ini.
"Wuih, ada apa ini sampai-sampai Tuan Nicholas Emmanuel datang menghampiriku ke sini?" Dokter Felix tersenyum kaget melihat kedatangan Nicholas.
Celine yang berdiri dibelakang Nicholas tersenyum kepada dokter Felix.
"Oh, ternyata Tuan Nicholas mengantar Nona Celine untuk terapi?" Dokter Felix kemudian tersenyum dan menyalami Celine. "Halo Nona Celine! Sudah beberapa hari tidak berjumpa, bagaimana kondisi kaki dan punggungmu saat ini?"
"Sudah mendingan." Jawab Celine.
Dokter Felix terdiam sejenak menatapnya, kemudian berkata: "Beberapa hari tidak bertemu, hari ini Nona Celine terlihat semakin cantik saja. Apa malam ini ada waktu luang untuk makan malam bersamaku?"
Wajah Celine memerah merasa malu karena digoda oleh dokter Felix. "Mm, aku...."
"Sudah, lanjutkan pekerjaanmu dan jangan terlalu banyak basa-basi!" Nicholas menyela pembicaraan.
Dokter Felix malah terkekeh mendengar ucapan Nicholas. "Tuan Nicholas jangan terburu-buru seperti ini. Jarang-jarang ada pasien wanita secantik Nona Celine. Jadi, aku harus memperlakukannya dengan baik. Bukan begitu, Nona Celine?"
Celine hanya menunduk dan tidak menanggapi godaan dokter Felix.
"Kamu jangan merubah mood-ku yang sedang baik, Felix. Cepat lakukan pekerjaanmu!" Ucap Nicholas dengan nada perintah.
Sepertinya, dokter Felix sudah sangat mengenal Nicholas. Jadi, dia masih bisa tertawa menghadapi pria yang seperti gunung es ini.
Dokter Felix berjalan ke arah ruang terapi dan seorang perawat yang mendampinginya memanggil Celine. "Nona, mari kita mulai terapinya."
Saat Celine beranjak menuju ruang terapi, dia mendengar perkataan Nicholas lagi. "Felix, lakukan pekerjaanmu dengan baik dan jangan bertingkah yang aneh-aneh!"
"Tenang saja. Aku akan memperlakukan wanitamu ini dengan baik. Aku pastikan, dia akan baik-baik saja tanpa kurang sedikitpun."
Setengah jam kemudian, Celine dan dokter Felix keluar dari ruang terapi.
Nicholas masih dengan tenang duduk dikursi sambil melakukan panggilan. Saat Celine dan dokter Felix kembali duduk, Nicholas segera mematikan panggilan teleponnya.
"Jadi bagaimana?" Tanya Nicholas kepada dokter Felix yang duduk dihadapannya.
Dokter Felix menjawab sambil menulis resep obat untuk Celine. "Tulang kaki dan punggung Nona Celine sudah membaik. Jangan lupa meminum obat yang aku tuliskan resepnya ini. Dan...lakukan satu kali terapi lagi dalam minggu ini untuk mengecek kembali kondisimu."
Celine hanya mengangguk mengerti dan dokter Felix kembali menatapnya dengan senyum yang menggoda. "Jadi, apa malam ini Nona Celine ada waktu untuk makan malam denganku?"
Sebelum Celine menjawab, Nicholas dengan cepat langsung mengambil kertas resep obat yang ada di meja dan menarik tangan Celine untuk segera keluar dari ruangan dokter Felix. "Terimakasih, Felix! Kami permisi dulu."
Celine semakin bingung dengan sikap Nicholas terhadap dirinya. Semakin lama, sikapnya semakin tidak masuk akal. Bahkan saat ini, dia mendominasi Celine bicara dan menjawab dokter Felix.
Apa pria ini salah minum obat?
Celine masih terdiam dan hanya bisa mengikuti langkah Nicholas keluar dari ruangan dokter Felix dengan cepat hingga dirinya tidak sempat mengucapkan terimakasih.
Nicholas terus menggenggam tangannya di sepanjang jalan melewati koridor rumah sakit yang sangat panjang.
Celine seperti dihipnotis olehnya dan tidak menolak sedikitpun saat Nicholas menggenggam tangannya.
Semua orang melihat mereka yang berjalan dengan bergandengan tangan. Bahkan beberapa dokter dan pejabat rumah sakit ini menyapa Nicholas dengan sangat hormat.
Apa karena dia seorang musisi terkenal didunia, hingga orang-orang memperlakukannya dengan begitu hormat?
Celine semakin penasaran dibuatnya.
...***...