
Setelah seharian diganggu oleh Tango, akhirnya malam harinya ia bisa beristirahat dengan tenang. Setidaknya ia masih bisa menikmati tidur nyenyak sebelum keberangkatannya besok pagi.
Baby benar-benar tidak meminta ijin pada Maxime kali ini, entah kenapa rasanya tidak perlu mengatakan semua keinginannya pada kekasihnya itu. Keraguan itu begitu besar merobek semua asa yang pernah tercipta dari hati untuk kekasih hati yang berada jauh di negeri orang.
...Aku berdiri di sini...
...Di keheningan malam...
...Yang kian meremang...
...Diantara desah semilir angin...
...Yang membuatku tersisih...
...Dan semakin jauh dari jangkaumu...
...Burung camar yang melayang...
...Menepis buih di pantai...
...Butiran pasir yang tersibak ombak...
...Iramanya yang kadang menyentak...
...Bagai genderang menabuh pilu...
...Rindu yang tak mungkin bertaut...
...Walau kadang resah...
...Berusaha membuka tabir tanya...
...Pada jelaga kegelisahan hati...
...Yang menari pada perigi naluri...
...Gita rindu yang bersemayam...
...Terangkai indah membingkai rasa...
...Dari bahasa kalbu yang tak terurai...
...Kala semua kian samar...
...Kasih telaga hati ini mampu menampung rasa dalam kebisuan...
...Akan makna cinta yang terangkum...
...Menanti saat menjabarkan kata-kata...
...Mungkin kelopak asmara merekah...
...Kala rindu datang menerpa...
...Tapi pupus kala senja menghilang...
...Binar mata ini hanya sendiri...
...Mana mungkin terus berharap...
...Riak prahara telah bergulung dan pecah...
...Mengigil diguyur keraguan...
...Denting waktu menjadi menakutkan...
...Karena cinta menjadi pertanyaan...
...Dan alasan untuk pembenaran...
...Hingga ragu untuk melangkah...
...Kala semua kian samar...
...Sebuah kejujuran yang kerap meragukan...
...Apa yang mesti aku lakukan...
...Saat gejolak rindu menyengat hati...
...Sedang bintang tak lagi bersinar...
...Dan bercengkrama hanya karena iba...
...-Anonim-...
Baby melihat hamparan bintang yang bertaburan di angkasa, mencoba mendamaikan jiwa seiring berhembusnya angin malam yang menusuk ke dalam kalbu.
"Andai kamu bisa mendengar suara hatiku, seharusnya kamu tau bahwa aku sangat merindukanmu."
Dari meja kerjanya, beberapa kali dokter Maxime juga melirik ponsel miliknya, tetapi ia sama sekali tidak berani untuk menghubungi Baby. Entah kenapa, sebuah rindu yang biasanya menggebu tergantikan oleh rutinitas pekerjaan kantor dan tugas kampus miliknya. Meski ia tau akan semua resikonya tetapi dokter Maxime akan berusaha untuk menghadapinya.
"Semoga Baby mengerti jika semua ini aku lakukan demi dirinya."
Dokter Maxime menutup bukunya. Kini kedua pasangan kekasih itu bersama-sama melakukan persiapan sebelum tidur.
Baby dan Maxime sama-sama melangkahkan kakinya menuju tempat tidur. Meski berbeda waktu dan tempat tetapi pergerakan mereka seolah terkoneksi dengan baik. Alam bawah sadarnya memberikan sebuah kebiasaan yang seimbang untuk mereka. Hanya saja kedekatan mereka memang belum sepenuhnya terlihat.
Sebagai hubungan normal laki-laki dan perempuan pasti tidak selalu berjalan mulus. Ada kalanya rasa egois mendominasi. Bahkan kesalahan membaca ekspresi wajah pun dapat terdeteksi dengan mudah.
Itulah yang dinamakan sebuah cinta. Butuh perjuangan dan harapan yang tinggi agar keutuhan cinta bisa terjaga dan berakhir indah pada waktunya.
🍂
🍂
Keesokan harinya.
Semuanya persiapan sudah selesai dilakukan. Ini adalah pertama kalinya Baby melakukan perjalanan jauh melintasi banyak negara untuk bisa merasakan pulang kampung. Saat ini Baby
dan Michael sudah berada di dalam pesawat.
Sebelum pesawat benar-benar take off, Baby mengucapkan kata perpisahan pada negara yang selalu masuk dan menorehkan kenangan indah untuknya. Michael saat ini bertindak sebagai teman agar adiknya merasakan kenyamanan sama seperti kasih sayang kedua orang tuanya yang belum "😘"