
Kecanggungan terjadi di ruangan itu, beruntung Michael yang biasanya dingin, entah kenapa hari ini es nya sedikit mencair sehingga Baby tidak terlalu mati kutu. Sementara daripada bad mood-nya tambah parah, Baby memilih pergi lebih dulu ke dapur.
Saat Baby melampiaskan kekesalannya pada buah di hadapannya itu, Michael mencoba berbicara pada Tango di ruang tamu.
"Mencoba ramah sepertinya tidak terlalu buruk," ucap Michael dalam hatinya.
"Ngapain kamu ke sini? Mau ikut bikin rujak?"
"Ha-ah, apa itu rujak?"
"Cari aja di mbah google nanti juga tau!"
"Astaga, sikapnya dingin kek anu," ucap Tango di dalam hatinya.
Tango yang penasaran segera menggeser benda pipih berwarna hitam mengkilap itu. Tangannya menari-nari di atas sana dan membuat matanya semakin jeli untuk melihat hal tersebut. Beberapa saat kemudian ia mendapatkan hal yang ia cari.
"Nih orang beneran asli sini? Kok nggak tau apa itu rujak?"
Tango menunjukkan hal itu pada Michael dengan wajah berseri.
"Eh kalian mau buat makanan ini ya? Kok kayaknya seru, boleh ikutan?"
"Astaga nih orang beneran nggak tau rujak, fix ini bukan Lucky!"
Dengan wajah tenang, Michael mengangguk setuju membenarkan perkataan dari Tango.
"Ayo ikut aku ke dapur!"
"Terima kasih Bang."
"Hm."
Tidak butuh waktu lama, Tango dan Michael sudah menyusul Baby yang sedang sibuk mengupas buah di dapur bersih.
"Ngapain kalian ikut gue?" ucap Baby sambil mengarahkan ujung runcing dari pisaunya.
"Calm down Baby, gue cuma mau ikut bikin rujak!"
"Ha-ah, Lu nggak alergi kotor, bukannya Lu pecinta kebersihan?"
"Itu dulu sebelum aku mengenal kamu," bisik Tango tepat di salah satu telinga Baby.
"Asem, nih cowok bener-bener minta digeprek!" pekik Baby dalam hati.
Tentu saja Baby tidak berani berteriak karena ada Michael di sana, sementara jarak mereka lumayan dekat tadi, sayang Abangnya nggak melihat hal tersebut.
Baby menoleh, "Oven aja lah, biar cepat."
"Oke."
Michael langsung memasukkan kacang almondnya ke oven. Sedangkan Baby mulai memotong buah-buahannya.
"Trus aku ngapain dong?" tanya Tango yang sudah lengkap memakai celemek motif Hello Kitty.
Baby menoleh ke arah Tango yang tampak imut, "Astaga gila tuh anak, jadi cantik gitu sih?"
"Kenapa diem, gue ganteng ya?"
Michael yang mendengar gombalan receh dari Tango menoleh tajam ke arahnya, "Bilang apa barusan!"
"Nggak kok, aku ngga bilang apa-apa Bang, cuma tanya aku boleh bantu di bagian mana nih?"
"Nggak tau!" jawab Baby acuh lalu mendekati Michael.
"Tuh cowok enaknya digeprek Bang, biar nggak terlalu narsis."
"Oke, nanti gua atasi!"
Saat ini Michael sedang meracik bumbu rujak. Ia mengulek semua bumbu setelah lembut ia campur dengan kacang almond tumbuk. Tambahkan gula merah sedikit di tambah dengan asam jawa, daun jeruk dan sedikit garam. Tango yang tidak pernah melihat Michael memasak menjadi kagum terhadapnya.
"Nggak nyangka Bang jago masak, atau Bang Michael itu seorang Chef ya?"
"Chef gundulmu!"
"Sokor, bengek kan kau, trus aja maki dia pake bahasa daerah nggak bakal ngerti dia Bang!" bisik Baby saat dekat dengan Michael.
"Astaga kayaknya keluarga Baby serem semua, gimana mau deket kalau kayak gini terus, mana Loli sakit-sakitan mulu!"
"Huh, makanya jangan berani dekati gue! Dah tau kan pawang gue kayak apa!"
Baby meluapkan emosinya dengan mencincang lembut buah ketimun yang berada di tangannya. Tango yang melihatnya sedikit bergidik ngeri karenanya.
.
.
"Kuatkan aku jika memang aku boleh berdekatan dengan Baby ya Tuhanku, Aamiin."