
🍂Di dalam pesawat.
"Bang hadiahnya sudah siap?"
Michael yang awalnya membaca buku, terpaksa menoleh ke arah adiknya itu.
"Hadiah apa?"
Jengah dengan sikap dingin Michael yang tidak berubah membuat Baby memilih untuk tidur saja. Meskipun ujungnya Baby mendengus kesal dan berujung emosi, ia tetap memilih untuk menutup kedua matanya dengan penutup mata daripada berdebat.
"Dari dulu sikap cuek kok nggak berubah, mending mimpiin cogan daripada mikirin Abang yang jadi bujang lapuk!" gumam Baby.
Sementara Michael tersenyum melihat adiknya yang sudah bad mood. Ia lebih memilih untuk meneruskan membaca buku, lagi pula tanpa sepengetahuan Baby ia sudah menyiapkan sebuah hadiah spesial untuk Jas Jus.
Perkataan dari Joy kapan hari sedikit membuka mata Michael tentang wanita.
"Wanita itu unik, tidak mudah dimengerti tetapi banyak maunya, seperti aku ...." ucap Joy sambil tersenyum.
Michael kagum dengan sikap Joy yang jauh lebih dewasa dibanding beberapa tahun yang lalu. Entah kenapa ia bersabar atas sikap Joy saat ini. Michael juga tidak kaku seperti biasanya.
Joy melanjutkan perkataannya, "Tetapi aku punya prinsip tidak mau memaksakan cintaku pada seseorang. Aku lebih suka membiarkannya menemukan cinta sejatinya terlebih dahulu, toh Tuhan pasti sudah menentukan jodoh terbaik untukku. Seberapa besar keinginanku tidak ada yang bisa membantuku untuk mewujudkannya kecuali Tuhan."
Joy memegang tangan Michael sambil tersenyum penuh arti, "Kejarlah cinta gadis tadi, ia benar-benar mencintaimu jauh melebihi rasa cintaku padamu."
Jleb.
Ternyata apa yang dipikirkan Michael benar. Sejak lama sebenarnya Joy sangat menyukai Michael tetapi ia tidak pernah mengungkapkannya. Joy mempunyai sebuah alasan tersendiri untuk itu. Hanya satu keinginannya saat ini yaitu melihat Michael bahagia.
"Oh ya, besok aku akan kembali ke Los Angeles, lain kesempatan semoga kita bisa bertemu kembali. Aamiin."
"Kenapa secepat itu?"
"Agency model tempatku bekerja memintaku untuk cepat kembali."
"Maaf jika aku harus berbohong Mich, tetapi saat aku tau ada gadis lain yang lebih baik dariku, aku akan pergi."
"Oh begitu, baiklah. Cepat kembali ya, gue pasti kangen banget sama kamu."
"Apaan sih?"
"Ha ha ha ...."
Akhirnya Joy bisa melihat tawa Michael seperti beberapa tahun yang lalu. Tetapi ingatan tentang pertemuan dengan Joy kemarin membuat Michael untuk pertama kalinya berusaha untuk memahami perasaan wanita selain adiknya.
Joy pula yang mempersiapkan hadiah ketika Michael ingin menghadiri acara ulang tahun Jas Jus saat ini.
.
.
Jas Jus sedang mondar mandir di dalam kamarnya. Ia sama sekali tidak melirik apapun kecuali ponsel yang sudah ia pegang sejak tadi. Sementara itu di lantai bawah, banyak kru event organizer yang sedang menghias rumah milik kedua orang tua Jas Jus untuk acara ulang tahun Jas Jus besok malam.
"Kenapa Baby susah dihubungi? Di mana sih kalian?"
"Dasar nyebelin!"
Jas Jus melempar ponsel miliknya ke atas tempat tidur. Ia merasa tidak suka dengan suasana hari ini karena semua teman dan sahabatnya susah di hubungi.
Tiba-tiba pintu kamarnya diketuk dari luar.
"Maaf Non, ditunggu Nyonya di bawah."
"Bilang aja aku sedang tidur Bik."
"Ta-tapi Non."
Saat ini Bryan sedang berdiri tegak di samping tubuh Bik Iyem dan tersenyum ke arahnya. Sebelumnya ia mengisyaratkan agar Bik Iyem pergi dan membiarkannya dirinya yang memanggil Jas Jus untuk keluar kamar.
"Ta-tapi Tuan ...."
"Percaya sama saya Bik," bisik Bryan.
"Baik saya permisi!"
Sementara Jas Jus merasa jengah dengan permintaan konyol dari Mama dan Papanya untuk menyetujui kehadiran Bryan sebagai kekasih hatinya. Status yang beredar selama ini ternyata salah. Jas Jus dan Bryan tidak ada hubungan darah sama sekali. Bukan saudara jauh maupin saudara dekat, sehingga mereka bebas untuk saling menyuka satu sama lain.
"Jadi ini alasan mendasar kamu, untuk semakin mendekatiku?" gumam Jas Jus kesal dari balik selimut.
Setelah memastikan Jas Jus belum tidur, Bryan mendekati tempat tidurnya.
"Jessie, kamu ditunggu Mama di bawah, kenapa nggak turun?"
"Astaga, Bryan lagj Bryan lagi ... capek oi, lama-lama gue alergi terhadapnya."
...🌹Bersambung🌹...
.
.
Me : Author terkasih, boleh nggak kalau aku dikasih jodoh secepatnya.
Othor : Boleh secepatnya, ya sebelum aku lebaran tapi!