LOVE IN PARIS

LOVE IN PARIS
Bab 107. KEJUTAN MANIS



Mendapati tatapan penuh cinta dari Jas Jus membuat hati Michael menggila.


"Akhirnya mereka datang," ucap Jas Jus penuh kebahagiaan.


Sementara Michael sedikit kurang percaya diri. Lagi pula ia tidak pernah merasakan getaran aneh seperti yang dirasakan saat ini. Beruntung Baby menggandeng erat tangan Michael saat itu, kalau tidak sudah bisa dipastikan jika ia pasti akan kabur dari tempat itu. Apalagi Michael type lelaki yang sedikit anti dengan wanita yang unik seperti Jas Jus.


Niat mendatangi pesta ulang tahun Jas Jus kali ini, ia penuhi karena permintaan dari Baby dan Joy. Kalau bukan karena mereka berdua, bisa dipastikan Michael tidak akan pernah sudi datang.


"Nggak usah grogi Bang, kan cuma datang ke acara ultah, bukan lamaran, kok grogi banget sih," ejek Baby sambil bergelayut manja.


Baby paham jika Abangnya tidak suka dengan hal ini, hanya saja semua ini harus ia lakukan agar abangnya segera menikah dan memiliki pendamping hidup.


"Diem Dek, tau sendiri Abang nggak suka dengan situasi ini malah bikin aku semakin terjebak."


Baby terkikik dengan ucapan Michael barusan, tetapi ia membiarkannya. Saat Jas Jus turun dari lantai atas, seluruh perhatian para tamu undangan tertuju padanya, tetapi saat arah pandang Jas Jus menuju ke arah pintu masuk, para tamu undangan kini beralih memandang Michael. Tentu saja Michael merasa risih dengan sorot mata tamu undangan.


"Kamu benar-benar datang ke sini?" ucap Jas Jus dengan bahagia.


Lain halnya dengan Jas Jus yang bahagia. Sementara Bryan mengepalkan tangan karena telah merasa kalah sebelum berperang.


"Baby kamu juga datang?"


Mereka bertiga saling tersenyum dan menyapa satu sama lain.


"Nggak nyangka kamu jauh-jauh dari Paris dan datang ke sini," peliknya senang.


Spontan Jas Jus memeluk tubuh Baby. Kedua sahabat itu saling melepas kerinduan untuk beberapa saat.


Entah kenapa rasa-rasanya hawa panas menyerang tubuhnya kali ini, membuat Bryan hendak maju dan menerkam Michael. Niat Bryan terbaca oleh Baby yang memasang kuda-kuda.


"Ni orang maunya apa sih, nggak enak banget dilihatnya!"


Jika Bryan benar-benar bisa mendekati kakaknya sudah bisa dipastikan ia akan babak belur oleh Baby yang sebelumnya ahli karate.


"Ehem, diliatin orang-orang tuh."


"Udah kangen-kangenannya nanti aja setelah acara selesai."


Jas Jus menoleh ke arah Michael dan melihatnya dengan rona merah di kedua sisinya. Belum juga pesta berlangsung, suasana ramai kembali tercipta di halaman rumah.


"Siapa lagi sih?" ucap Mama Kara sedikit berbisik.


Tidak lama kemudian muncullah dokter Maxime di sana, di tambah lagi dengan asistennya yang setia yaitu Jack.


"Astaga ultah Jessie bertabur para cowok ganteng."


Begitulah euforia ibu-ibu dan anak gadisnya yang kebetulan di ajak datang ke pesta ulang tahun kali ini. Banyak yang memuji dan banyak yang terpesona dengan suasana dekorasi dan para tamu undangan.


Baby membeku seketika, seperti mimpi ia bisa bertemu dengan pujaan hatinya. Matanya berkaca-kaca saat memandangi wajah Maxime. Entah kenapa daya magnet seorang dokter duda kece tersebut terlihat sangat bersinar dan berbeda malam itu.


"Baby, I miss you," bisik dokter Maxime saat mendekati dan mencium tangan Baby.


"Miss you too."


Tanpa mereka sadari kini justru Baby yang memeluk tubuh Maxime secara tiba-tiba. Tangisnya pecah, Baby sungguh tidak menyangka jika Maxime benar-benar berada di situ.


"Kamu ngapain di sini?"


"Ngikutin kamu, aku kan kangen."


Baby tersipu akan ucapan dokter Maxime. Diraihnya tangan Baby dan digenggamnya erat-erat. Kini mereka berdua menyusul Jas Jus dan Michael yang entah sejak kapan sudah meninggalkan mereka.


Bukan hanya Baby yang terkejut, keadaan Jas Jus juga sama halnya dengan Baby. Kejutan di hari ulang tahunnya kali ini sungguh di luar batas. Mama Kara yang dari kejauhan masih memperhatikan Jas Jus kini sudah mendekatinya.


"Maxime ini serius kamu?"


Dokter Maxime tersenyum ke arah tantenya. Memang sudah lama mereka tidak pernah bertemu, apalagi sejak kedua orang tua Maxime membawanya pergi ke Paris. Mama Kara hanya pernah melihat Maxime saat kecil selebihnya ia sama sekali jarang berhubungan dengannya.


Keduanya akhirnya bersalaman satu sama lain, dan bercengkrama sebentar. Ayah Jessie juga baru turun dan menyambut para tamunya.


"Wah, wah kedatangan tamu agung nih," seloroh Ayah Jas Jus.


Ucapan Ayah Jas Jus ditanggapi santai oleh kumpulan remaja tadi, lalu setelahnya Jas Jus mulai memperkenalkan mereka satu persatu. Lalu untuk sejenak Bryan terabaikan malam itu. Lagi pula ia juga tidak bisa berbuat banyak. Terlebih teman-teman dekat Jas Jus malah datang secara tidak terduga.


"Sial, kenapa mereka bisa datang?"


"Sebaiknya aku ke belakang saja."


Bryan yang merasa diabaikan memilih untuk berdiam diri di halaman belakang. Berdiri tepat di pinggir kolam untuk menghabiskan malamnya. Masuk ke dalam pesta sama saja mempermalukan dirinya sendiri.


Bryan melempar batu kecil ke kolam, seolah melampiaskan kekecewaannya atas apa yang belum ia selesaikan malam itu.


"Aku harus mencoba cara lain untuk bisa berhasil kali ini. Tunggu saja sampai semuanya selesai."


.


.


...🌹Bersambung🌹...