LOVE IN PARIS

LOVE IN PARIS
Bab 87. CINTA DAN OBSESI



Mengetahui jika adiknya kembali sakit, membuat Michael memutuskan untuk pergi ke Paris sekali lagi, tetapi sebelumnya ia akan menghubungi ruang wisata kalian tepat waktu.


"Selama kepergianku tolong laporkan perkembangan kesehatan keuangan kantor serta apapun yang terlihat penting."


"Siap Tuan."


.


.


"Steffany jangan terlalu menempel, aku sungguh lelah karena banyak pekerjaan, jadi tolonglah menjauh."


Dokter Maxime lalu mengambil kunci mobil dan segera meninggalkan apartemennya untuk menuju Rumah Sakit. Melihat dr. Maxime akan pergi membuat Steffany bangkit dan merapikan penampilannya dan segera mengejar dr. Maxime.


"Tunggu, aku ingin ikut, boleh?"


"Boleh, tetapi jangan menggangu dan satu lagi, silakan pakai mobil sendiri, aku buru-buru."


Namanya saja Steffany tentu ia tidak akan mudah percaya sehingga ia tetap menempel pada dr. Maxime tetapi dokter malah mengibaskan sentuhan tangannya tanpa mau menoleh untuk sekejab.


"Dasar sombong, tapi gue suka banget."


Ternyata ia benar-benar meninggalkan Steffany sendirian di lantai basement, hal itu sukses membuat amarah dihatinya kembali meningkat.


Sambil mengepalkan tangannya Steffany bergumam, "Sampai ke ujung dunia akan aku kejar cintamu, cintaku ini hanya untukmu seorang, Maxime Perkasa."


...⚜⚜⚜...


...Mungkin aku yang terlalu bodoh tuk memahami....


...Tentang semua kebaikan yang kau beri....


...Tentang semua perhatian yang salah ku artikan....


...Terlalu berharap pada cinta yang hanya bertepuk sebelah tangan....


...Aku memang orang bodoh...


...Mengharapkan cinta dari seseorang ...


...Yang tidak pernah mencintaiku...


...Meski begitu, cintaku tak akan pernah pudar...


...Karena aku tidak pernah tahu...


...Bagaimana hatiku bisa terpaut...


...Pada satu nama, yaitu kamu Maxime Perkasa...


...⚜⚜⚜...


.


.


"Kenapa kau datang lama sekali?"


"Maklum macet, jadi ya gitu deh, sana minggir!"


"Huh dasar dokter bucin! Ya gitu, suka lupa sama teman, nyebelin tau."


"Sue."


Tidak ingin menganggu sahabatnya yang lagi jatuh cinta alias kasmaran dan bucin akut, membuat dr. Haris terpaksa keluar dari ruang perawatan Baby. Saat ini dr. Maxime memandangi kekasihnya dengan sangat intens. Ia sangat merindukan Baby dengan segala tingkah lakunya yang sangat lucu dan menggemaskan.


Bagi dr. Maxime, kehadiran Baby bagaikan matahari untuk hidupnya yang kelam.


"Terima kasih karena pernah ada di sini," ucapnya sambil menaruh tangan Baby di dada dr. Maxime.


Dokter Maxime mengecup mesra tangan Baby sambil memejamkan matanya, menikmati waktu yang tersisa sebelum ia benar-benar pergi dari sana.


"Baby aku tidak tau sejak kapan aku mulai merasakan rasa ini kepadamu, tetapi yang aku tahu jika cinta untukmu ini tulus dan semakin hari semakin bertumbuh besar. Semoga dua tahun ini berjalan dengan cepat sehingga kita bisa segera bersama. Aamiin."


...⚜⚜⚜...


...Sepanjang hari selalu bayangmu terlintas dalam pikiranku...


...Entah mengapa kamu seakan menjelma seperti hantu...


...Kini aku ingin menuliskan sepenggal puisi...


...Tentang cinta kepadamu beserta rindu...


...Aku malu...


...Bahkan sejuta syair indah tak mampu menggambarkan rasa ini terhadap dirimu...


...Jemari ku seakan berhenti menulis...


...Ketika menemukan kata ‘CINTA’...


...Lalu ku sambung kembali kata-kata indahnya...


...Tentang cinta yang aku miliki...


...Ingin ungkapkan ‘AKU MENYAYANGIMU’...


...Cukup dengan bisikan perlahan...


...Aku pun tahu tidak sanggup menahan cinta ini...


...Terkenang saat kau balas dengan nada manja...


...Sambil tertunduk malu-malu kau berkata ‘AKU JUGA MENYAYANGIMU’...


... ...


...Setelah saat itu aku sadar...


...Serta bersyukur kepada Sang Pencipta alam semesta...


...Mulai hari itu aku memberi waktu untuk hati...


...Agar belajar memaknai bahasa hatimu...


...I love you Baby Cornelia...


Tetapi, kebahagiaan itu tidak akan pernah berlangsung lama, janji yang pernah terucap tentu harus ditepati. Michael adalah orang yang sangat perhitungan dan daya ingatnya tinggi. Sekecil apa pun janjimu padanya ia akan selalu ingat. Saat mengetahui jika Baby kembali sakit, inilah saatnya peran sebagai kakak dimulai.


"Pasti ada kejadian tidak beres lagi di sana, aku yakin dokter itu tidak bisa memegang janjinya kembali. Kini aku kembali untukmu Maxime, kita lihat bagaimana perjuanganmu setelah ini?"