
happiness is a choice!
~love in paris
Tengah malam tepatnya pukul 01.00 alana terbangun dari tidurnya dia melirik ke samping melihat jasson dan kimberly yang sedang terlelap,mereka tidur bersama atas permintaan dari kimberly yang meminta nya untuk tidur bertiga di dalam kamar alana.
Sesaat alana memandangi wajah mereka yang terlihat sangat mirip bagaikan pinang dibelah dua jasson yang memiliki mata tajam alis tebal hidung mancung bibir nya yang tipis dan rahang yang tegas memiliki warna rambut hitam pekat sungguh perpaduan yang sempurna dalam keadaan apapun jasson masih terlihat tampan,alana beranjak dari tempat tidur dengan hati hati agar tidak membangunkan keduanya berjalan dengan pelan menutup pintu dengan pelan supaya tidak meninggalkan suara alana beranjak menuju ke dapur mengambil minum untuk menghilangkan rasa kering di tenggorokannya.
Alana mendesah lega saat tenggorokannya sudah teraliri air,alana mendudukan diri di kursi meja makan alana melamun hingga suara berat mengagetkannya dari lamunan tanpa menengok pun alana sudah tau itu suara siapa, alana menjadi gugup apalagi saat mendengar suara langkah mendekatinya hingga sebuah kursi berdecit di sebelahnya menandakan jasson akan duduk disitu alana mendongak melihat jasson duduk disebelahnya hingga seperkian detik tatapan mata mereka bertemu mata tajam milik jasson mampu menghipnotisnya hingga alana tersadar ia segera memalingkan wajahnya ke arah berlainan.
Hening hanya terdengar suara detak jarum jam tak lama jasson meraih tangan alana mengecup dan mengenggam nya kuat alana ingin menarik tangan nya tapi tubuhnya terasa kaku tidak sejalan dengan pikirannya yang menjunjung harga diri apalagi saat ibu jari jasson mengusap punggung tangan nya dengan lembut hal itu membuat alana menjadi jadi di dalam pikirannya alana tau betul ini salah tapi tubuhnya tidak ingin hanya sekedar untuk melepaskannya.
alana lihat aku jasson mulai mengawali pembicaraan awalnya alana tidak mau menatap jasson tapi jasson meraih dagunya supaya tatapan mereka bisa bertemu mau tak mau alana menurutinya.
apa aku tidak bisa mendapatkan kesempatan kedua?apa kau tega melihat kimberly di cemooh oleh orang orang lain?mereka menghina kimberly karna mereka berpikir kimberly tidak memiliki seorang ayah, bukannya aku ingin memanfaatkan kesempatan ini tapi pikirkan dengan baik baik ini untuk kebaikan kita semua alana pikirkan perasaan kimberly walau bagaimanapun sekuat apapun kau mendidik berjuang untuk kimbely dia tetap membutuhkan figur seorang ayah, kimberly berhak mendapatkan kasih sayang lengkap dari kedua orang tuanya, jadi aku mohon menikahlah denganku jangan menjunjung tinggi egomu sendiri alana walau bagaimanapun kimberly darah dagingku.
Jasson mengelus puncak kepala alana dan meninggalkan alana yang masih mencerna perkataan jasson hingga akhirnya alana menangis dalam diam di satu sisi ia tidak ingin kembali tersakiti di sisi lain perkataan jasson memang benar adanya kimberly membutuhkan seorang ayah,malam itu alana termenung sendiri di atas sofa dia memikirkan kebahagiaan kimberly hingga tak lama alana pun kembali tertidur.
Paginya alana terbangun ia mendapati dirinya sudah ada di atas tempat tidur dengan selimut yang membungkusnya ia meregangkan tubuhnya yang terasa pegal melirik sekitar keadaan yang sepi alana segera bangkit dan tak sengaja ia melihat sebuah memo dan alana membacanya di dalam memo tersebut terdapat tulisan tangan jasson.
good morning ❤
***maaf tak membangunkan mu aku kira kau kelelahan makannya aku tak berniat menganggu tidurmu yang nyenyak,aku membawa kimberly ke kantor ku karna dia merengek tidak ingin ditinggalkan jika kau kesepian kau boleh menyusul ke kantorku,di meja sudah aku siapkan sarapan jangan lupa di makan dan minum susunya.
I love you
Jasson***
Alana tersenyum membaca memo tersebut ada perasaan hangat yang menjalar tak dipungkiri memang dari dulu jasson selalu perhatiaan kepadanya.