LOVE IN PARIS

LOVE IN PARIS
Seasons II-09



Hari ini hari rabu dimana KELASXII IPS1 dan XII IPS2 akan melaksanakan olahraga di lapangan,semua siswa dan siswi sudah berkumpul begitu pula dengan kimberly yang sudah menunggu intruksi dari guru olahraga di mulai dari pemanasan dan berlanjut dengan permainan sepak bola yang di ikuti siswi perempuan sedangkan siswa pria menunggu di pinggir lapangan menonton dan menunggu giliran nya tiba.


Terlihat di kubu A ada natalie si cabe dan kawan kawan nya dari kelas XII IPS1 dan di kubu B ada kimberly dengan teman teman sekelas nya dari kelas XII IPS2 ,natalie memandang sinis ke arah kimberly ia bertekad akan membuat pelajaran pada kimberly karena sudah berani melawan nya.


Permainan pun di mulai awal nya permainan berjalan dengan baik guru olahraga meminta izin sebentar untuk pergi ke toilet dan natalie memanfaatkan kesempatan itu,hingga saat kimberly akan mengambil alih bola dari lawan nya kaki kimberly malah sengaja di tendang oleh natalie hingga menyebabkan kimberly terjatuh dan memekik kesakitan karena lutut nya berdarah dan memar,kimberly tau bahwa natalie sengaja hingga pada akhir nya ia memandang natalie tajam sedangkan yang di pandang tersenyum meremeh kan pada kimberly.


"lo sengaja kan?" kimberly


"kalo iya kenapa?" jawab natalie santai seolah tak peduli hingga membuat emosi kimberly memuncak


"mau lo apa sih cabe? lo ngajak gelud gue? sini gue jabanin" teriak nya murka hingga membuat natalie menelan ludah nya kasar tak menyangka kimberly akan semarah itu.


"gue mau lo jauhin daffin!" natalie


"kalo gue ga mau gimana? lo mau apa nantangin gue? sini udah gue bilang kalo lo mau ngajak gue berantem gue ladenin!"


"si*lan lo!" saat natalie ingin menjambak rambut panjang kimberly,kimberly dengan cepat memelintir tangan natalie ke belakang tubuh nya membuat natalie berteriak kesakitan.


"dengerin gue cabe sekali lagi lo berani gangguin gue dan nyentuh gue,gue pastiin lo ga bakal bisa lepas lagi dari gue paham lo?" yang hanya di jawab anggukan oleh natalie saat kimberly akan mendorong tubuh natalie,dita segera menghampiri dan memisahkan kedua nya sedangkan yang lain hanya menatap tanpa ada yang berani membantu natalie karena mereka takut melihat kimberly seperti itu.


"li udah,yu kita ke uks luka lo harus di obatin biar ga infeksi ayo"


Kimberly pun menatap tajam ke arah natalie sedang kan natalie segera berpaling melihat ke arah lain,saat kimberly sudah menghilang dari pandangan guru olahraga pun datang dan natalie pun mengadukan perbuatan kimberly pada nya dan melebih lebihkan cerita itu kepada guru olahraga tersebut dengan dibantu mengarang oleh teman teman natalie.


Sedangkan daffin dan teman teman nya yang melihat semua kejadian itu dari awal hingga akhir hanya menatap datar.


Kimberly berjalan dengan pincang menuju kelas nya dibantu oleh dita,segera mungkin kimberly mendudukan tubuh nya pada kursi dan menelungkup kan wajah pada lipatan tangan,hingga akhir nya lili mendengar suara yang sangat tak asing menghampiri nya dan membuat nya menjadi pusat perhatian.


"lili" panggil orang itu dan seketika membuat lili mendongak,mengernyit heran melihat orang itu.


"daddy ngapain di_"


"ikut daddy" perintah nya tegas tanpa bisa di bantah, kimberly pun mengikuti nya dengan berjalan tertatih tatih walau tak tahu tujuan nya kemana ia hanya membuntuti dari belakang ,dahi nya mengkerut saat ia dan ayah nya memasuki ruang kepala sekolah hingga akhir nya ia paham mengapa ia kesini karena di ruang tersebut ia melihat natalie menangis memeluk seorang pria paruh baya yang di yakini kimberly itu adalah ayah nya.


Kimberly berdecih memandang remeh ke arah natalie yang melihat nya takut.


"duduk" perintah jasson yang langsung di ikuti karna kimberly paham jika ayah nya sudah bersikap dingin berarti ada sesuatu yang tidak beres.


"jelasin apa lili ga ngerti?" lili berpura pura tidak tahu karena ia menunggu reaksi dari natalie yang mengadukan nya seperti apa.


"jadi begini nak kimberly,natalie melapor jika kamu sengaja menendang dan memelintir tangan natalie apa itu benar?" pak kepala sekolah berbicara dengan lembut


"ko disini jadi aku sih seolah olah aku ini tersangka jelas jelas dia yang mulai" tunjuk nya pada natalie


"yang benar saja lihat tangan anak saya yang memerah kalau sampai patah kamu mau tanggung jawab?" ayah natalie


"alah cuma merah merah nanti juga sembuh dasar manja!" kimberly


"kimberly" tegur jasson yang mana membuat kimberly memutar mata nya malas.


"jaga sikap kamu!" ayah natalie


"hallo bapak yang terhormat disini yang harus nya jaga sikap itu anak bapak bukan saya! jika anak bapak ga mulai duluan saya juga ga bakal begini!" kimberly


"alah kamu masih saja mengelak jelas jelas kamu yang salah!" ayah natalie


BRAK karena terpancing emosi kimberly pun mengebrak meja yang ada di hadapan nya "heh cabe lo ko diem aja? jelasin yang sebenernya ga usah ngarang cerita!"


"kimberly jaga sikap kamu!" bentak jasson seketika membuat kimberly terdiam karena ini pertama kali nya kimberly di bentak oleh ayah nya biasa nya ayah nya tersebut akan membela nya tapi sekarang semua malah menyudutkan kimberly,membuat kimberly memandang ayah nya dengan mata berkaca kaca dengan raut tak percaya dan seketika membuat jasson tersadar.


"maaf daddy_" ucapan jasson di potong langsung oleh kimberly


"apa? daddy mau nyalahin aku juga? daddy ga percaya sama aku kan? udah lah kimberly cape!" sambil berlalu pergi dan menutup pintu ruangan tersebut dengan keras,jasson menghela nafas merasa menyesal telah membentak anak nya lalu pandangan tajam nya mengarah pada orang yang ada di depan nya yang tak lain sepasang ayah dan anak itu membuat siapapun merinding melihat tatapan itu.


"bisa kamu jelaskan apa yang sebenarnya terjadi?" tanya jasson dingin


"maaf om sebenernya disini natalie yang salah, natalie ga suka liat kimberly deket deket sama daffin!" mendapat tatapan tajam dari jasson membuat natalie langsung menunduk.


"BERANI NYA KAMU MENUDUH ANAK SAYA HINGGA MEMBUAT SAYA PERCAYA DENGAN CERITA KAMU KURANG AJAR LIAT APA YANG KAMU PERBUAT? SAYA TIDAK MAU TAU SAYA DISINI SEBAGAI ORANG TUA KIMBERLY MEMINTA KEBIJAKAN DARI PIHAK SEKOLAH,SAYA INGIN NAMA ANAK SAYA KEMBALI BERSIH! PERMISI


Jasson tanpa menunggu jawaban dari pihak sekolah langsung melengang pergi sungguh ia menyesal telah membentak anak nya tersebut, lebih baik ia pulang menunggu kimberly di rumah dan meluruskan kesalah pahaman yang terjadi.